Benarkah Seorang Bayi Penumpang Pesawat Lion Air JT 610 Selamat?

Benarkah Seorang Bayi Penumpang Pesawat Lion Air JT 610 Selamat?

JAKARTA, dawainusa.com Informasi yang menyebut seorang bayi yang menjadi penumpang Lion Air JT 610 selamat beredar di media sosial. Informasi itu dihembuskan di tengah proses evakuasi korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Tajung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

Diketahui di tengah proses evakuasi, beredar foto seorang anak yang berhasil selamat dari kecelakaan pesawat itu karena menggunakan jaket penyelamat. Foto itu kemudian memantik rasa penasaran publik akan kebenaran informasi tersebut.

Benarkah informasi tersebut valid atau ternyata hoaks?

Baca juga: Kisah Korban Lion Air J610 yang Tinggalkan Istri dalam Kondisi Hamil Tua

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan foto tersebut bukan merupakan korban selamat dari Lion Air JT 610. Sehingga informasi tersebut adalah hoaks.

“Banyak postingan foto di media sosial bahwa ada bayi penumpang pesawat JT 610 yang selamat,” katanya dalam akun instagram @Sutopopurwo seperti dikutip dawainusa, Selasa (30/10).

Dia mengungkapkan, foto tersebut merupakan evakuasi korban bayi yang selamat dari tenggelamnya kapal KM Lestari Maju. Di mana kejadian tersebut terjadi pada Juli 2018 silam.

“Foto bayi ini adalah bayi yang selamat dari tenggelamnya kapal KM Lestari Maju, di Perairan Selayar, pada Selasa 3/7/2018. Jadi info tersebut adalah Hoaks. Jangan menyebarkan hoaks,” kata Sutopo.

Nitizen Jangan Sebarkan Hoaks

Terpisah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengimbau seluruh elemen masyarakat – khususnya warga net (netizen) untuk tidak menyebarkan informasi hoaks atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui keterangan resmi, di Jakarta, Senin (29/10) untuk menanggapi berbagai berita hoaks yang beredar terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Pemerintah pun mengucapkan bela sungkawa atas kejadian tersebut melalui akun remsi Kementerian.

Baca juga: Pengakuan Conchita Caroline: Lion Air JT-610 Bermasalah di Malam Sebelum Jatuh

“Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau warga net Indonesia untuk tidak menyebarkan informasi hoax ataupun informasi yang bukan berasal dari sumber berwenang, terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta – Pangkal Pinang,” tulis keterangan tersebut.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang,”.

Selain itu, pemerintah pun mengimbau kepada warga net untuk tidak menyebarkan foto korban dari jatuhnya pesawat Boeing 738 Max itu, baik melalui media apapun termasuk media-media sosial.

Benarkah Seorang Bayi Penumpang Pesawat Lion Air JT 610 Selamat?

Kabar Hoax Lion Air. ©Instagram Sutopo

Basarnas Prediksi Tak Ada yang Selamat

Sementara itu sebelumnya, Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bambang Suryo Aji memprediksi tidak ada penumpang yang selamat dari tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang terjadi di pagi ini.

“Prediksi saya, sudah tidak ada yang selamat karena potongan tubuh saja sudah tidak utuh, apalagi dalam beberapa jam ini,” kata Bambang.

Baca juga: Pesawat Lion Air JT-610 Jatuh, Ini Keanehan yang Tercatat Radar

Bambang mengatakan, pihaknya sudah menemukan beberapa potongan tubuh korban yang langsung dimasukkan ke kantong mayat dan dibawa ke RS Polri. Sampai saat ini, tim SAR berupaya untuk mencari dengan dibantu oleh Kapal KRI Rigel 933.

Bambang menambahkan, Basarnas juga belum bisa memastikan apakah jatuhnya pesawat karena kelalaian manusia atau cuaca. “Biar ini KNKT yang jelaskan, kami berupaya cari bangkai pesawat dan evakuasi secepatnya.” kata Bambang.

“Pencarian dilakukan dengan upaya penyelaman dilakukan dengan TNI AL, pencarian juga dilakukan dengan alat dari BPPT. “Saya nyatakan operasi pencarian akan diteruskan dalam 24 jam. Saya prediksi dengan adanya operasi pencarian atas permukaan diperkirakan masih banyak korban dalam pesawat,” sambungnya.*