Begini Klarifikasi dan Permintaan Maaf Rensi Ambang

Begini Klarifikasi dan Permintaan Maaf Rensi Ambang

RUTENG, Dawainusa.com – Pasca viralnya video berisi kekerasan yang dilakukannya terhadap Melkior Marseden Sehamu (Eki) pada Kamis (23/8) lalu, musisi Flores Rensi Ambang menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Hal itu disampaikannya melalui sebuah video yang direkam pada Minggu (26/8) sore dan diunggah kembali oleh channel youtube Vergi Liano. Dalam video berdurasi 3 menit 45 detik tersebut, Rensi Ambang memberikan klarifikasi serta menyampaikan permintaan maaf kepada Eki dan keluarganya serta kepada seluruh warganet.

Di akhir video, pelantun lagu “Kador” itu juga turut meminta warganet untuk tidak lagi menyebarkan video kekerasan yang dilakukannya agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Baca jugaIstrinya Digoda Lewat Facebook, Musisi Flores Ini Hajar Pelaku

Isi Klarifikasi dan Permintaan Maaf Rensi Ambang

Berikut transkrip isi video klarifikasi dan permintaan maaf Rensi Ambang:

Selamat sore, selamat berhari Minggu untuk kita semua.

Saya, Rensi Ambang, saat ini ingin menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas beredarnya video berisi kekerasan yang melibatkan saya dan keluarga terhadap saudara Eki, yang telah mengakui kesalahannya sebagai orang yang mengajak selingkuh istri saya di media sosial, di FB.

Terus terang, saya sebagai suami merasa tersinggung dan merasa dilecehkan, sehingga berujung pada aksi spontan berupa tindakan kekerasan. Adapun persoalan antara saya dan Saudara Eki telah selesai di luar jalur hukum seturut permintaan saudara Eki sendiri. Dan kesalahan saudara Eki melalui permohonan maafnya telah kami kabulkan.

Selanjutnya, atas tindakan kami yang telah mempertontonkan secara langsung video kekerasan itu di media sosial dan berdampak munculnya polemik dan melukai hati para netizen, dan saudara Eki serta keluarganya – untuk itu, saya Rensi Ambang, atas nama pribadi dan keluarga, dari lubuk hati yang paling dalam menyatakan penyesalan dan permohonan maaf sedalam-dalamnya.

Saya sadar dan keluarga bahwa itu salah. Sebagai insan biasa, tentu saya tidak luput dari kekurangan. Sekali lagi, saya mohon maaf.

Selanjutnya, saya meminta warganet untuk segera menghentikan berbagai komentar yang bersifat provokatif dan tidak lagi menyebarkan video tersebut, agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Karena, dari kami sendiri yang memiliki video itu, kami telah menghapusnya atau menghentikannya pada hari itu juga, yaitu pada hari Jumat, tanggal 24 Agustus 2018.

Bilamana Saudara-saudara netizen juga masih mengedarkan video itu, tentunya ada konsekuensi hukum yang akan kita pertanggungjawabkan masing-masing, ataupun oleh Saudara-saudara warga netizen kepada publik.

Demikian klarifikasi dan permohonan maaf saya dan keluarga. Semoga itikad baik kita bersama menciptakan keseejukan dan kedamaian. Terimakasih, Tuhan memberkati. *