Beberapa Tokoh Agama yang Bakal Dilirik Jadi Cawapres

Beberapa Tokoh Agama yang Bakal Dilirik Jadi Cawapres

Hingga hari ini, belum ada calon presiden yang secara tegas mengumumkan cawapresnya ke publik. Beberapa tokoh Agama yang bakal dilirik jadi Cawapres pun mulai beredar. (Foto: Ilustrasi Pilpres - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Pendaftaran pasangan calon presiden 2019 sebentar lagi akan dibuka. Namun hingga hari ini, belum ada calon presiden yang secara tegas mengumumkan cawapresnya ke publik. Hal ini kemudian menimbulkan interprestasi yang beragam dari publik akan siapa sosok yang bakal didapuk untuk menjadi cawapres oleh masing-masing calon presiden.

Menariknya, dari informasi yang dihimpun Dawainusa, tokoh-tokoh yang digadang untuk menjadi cawapres datang dari berbagai kalangan. Ada politisi, akademisi juga tokoh agama. Tokoh-tokoh agama bahkan diprediksi berpeluang besar dipilih untuk menjadi cawapres. Peluang ini terutama dimungkinkan oleh dua hal.

Pertama, pertimbangan mayoritas pemilih. Harus diakui, Indonesia bermayoritaskan penduduk Muslim. Peta kekuatan penduduk Muslim tentu berpengaruh dalam upaya dan strategi untuk menarik hati pemilih. Karena itu, memilih cawapres dengan mempertimbangkan ketokohannya dalam suatu agama menjadi jawaban untuk memenangkan hati pemilih.

Baca juga: Alasan PKS Jagokan Anies Sebagai Calon Alternatif di Pilpres

Kedua, melengkapi ketokohan calon presiden. Jokowi dan Prabowo adalah dua calon kuat yang sejauh ini telah menyatakan diri maju dalam pilpres mendatang. Keduanya sama-sama tokoh nasionalis. Dalam konteks ini kehadiran cawapres dari profesi lain termasuk tokoh agama mutlak diperlukan.

Di samping dua pertimbangan tersebut di atas, tentu hal yang lebih penting dan mendasar adalah keputusan untuk memilih tokoh agama sebagai cawapres didasarkan oleh suatu pertimbangan yang mendasar pula bahwa yang bersangkutan benar-benar berintegritas dan punya komitmen besar untuk menjaga keindonesiaan kita di masa-masa yang akan datang.

Berikut Adalah Tokoh-Tokoh Agama yang Bakal Dilirik Jadi Cawapres

TGB Zainul Majdi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB Zainul Majdi dilirik menjadi cawapres pada Pilpres 2019. Beredar kabar, TGB diincar untuk menjadi pendamping Jokowi. TGB lahir dari keluarga tokoh Islam di Nusa Tenggara Barat.

TGB Zainul Majdi

TGB Zainul Majdi (Foto: detik.com)

Dia merupakan cucu dari pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW) dan pendiri Pesantren Darun-Nahdlatain, yaitu TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor). TGB lulusan Ilmu-Ilmu Al-Quran, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Maruf Amin

Ma’ruf Amin merupakan salah satu tokoh agama yang dilirik menjadi cawapres. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini masuk dalam kandidat cawapres Jokowi. Ma’ruf dinilai bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjembatani seluruh pihak, semisal Alumni 212. Selain itu, Ma’ruf juga dinilai menguasai ilmu ekonomi.

Maruf Amin

Maruf Amin (Foto: Merdeka.com)

Selain ketua MUI, Ma’ruf juga menjabat Rais ‘Aam PBNU. Pria 75 tahun ini sempat menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama. Ma’ruf sendiri mengaku jika negara memanggil untuk bertarung di Pilpres mendatang. “Kalau kita bangsa, negara, kita para ulama diminta negara harus siap. Itu pasti kita siap,” ujarnya di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/7).

Din Syamsudin

Selain Ma’ruf Amin, tokoh agama yang juga diincar menjadi cawapres ialah Din Syamsudin. Din sempat dikabarkan masuk dalam bursa cawapres Jokowi. Din merupakan Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Din juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Din Syamsudin

Din Syamsudin (Foto: Kompas.com)

Dia mengaku tersanjung disebut-sebut masuk kandidat cawapres Jokowi. “Manusiawi kalau saya tersanjung karena mendapat kehormatan seperti itu,” katanya beberapa waktu lalu.

Hidayat Nur Wahid

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sempat mengumumkan sembilan nama capres-cawapres untuk maju pada Pilpres 2019. Dari sembilan nama itu salah satunya adalah Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.

Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid (Foto: Kumparan)

Hidayat cukup memahami bidang agama. Dia sempat belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor dan kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Selanjutnya Hidayat menempuh studi magister dan doktor di Universitas Islam Madinah.*

COMMENTS