Dana Beasiswa Program Indonesia Pintar Bukan untuk Judi

Dana Beasiswa Program Indonesia Pintar Bukan untuk Judi

Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah menegaskan dana PIP bukan untuk kepentingan orang tua dan main judi tetapi untuk keperluan sekolah anak-anak. (Foto ilustrasi: main judi/bbc)

KUPANG, dawainusa.com Dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang dicanangkan pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla sering diselewengkan. Hal ini diungkapkan anggota DPR RI Anita Jacoba Gah pada saat penyerahan beasiswa PIP berupa Surat Keputusan Menteri Pendidikan kepada Kepala Sekolah SMAN 8 Kupang, Selasa (7/11).

Politisi Partai Demokrat tersebut mengakui adanya laporan ke pemeritah pusat terkait penyelewengan dana yang semestinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak malah dipakai untuk kepentingan orang tua bahkan untuk judi.

(Baca juga: KSPI Berikan Dua Gelar Ini ke Anies-Sandi)

“Banyak berita bahwa dana beasiswa PIP digunakan untuk kepentingan orangtua, untuk main judi, arisan ibu-ibu,dll. Tolong ya, orangtua murid dan siswa, agar dengan sesadar-sadarnya gunakan beasiswa PIP dengan baik. Ini uang Negara yang harus kita pertangungjawabkan bersama untuk diberikan kepada anak guna peningkatan kualitas pendidikan,” kata Anita dilansir tribunnews.com, Selasa (7/11).

Orang Tua Hati-Hati

Hal senada diungkapnya di Soe, ibukota kabupaten Timor Tengah Selatan. Politisi yang akrab disapa Anita itu mengingatkan para orang tua siswa penerima beasiswa PIP di SMA Kristen 2 Soe untuk memanfaat dana yang disalurkan betul-betul untuk kepentingan pengembangan SDM anak-anak.

Dia menegaskan, uang tersebut merupakan uang negara dari pajak rakyat dan sengaja dianggarkan untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak.

“Uang ini diberikan oleh pemerintah untuk peningkatan kualitas pendidikan anak-anak sekolah kita. Bukan untuk keperluan orangtua, tapi untuk keperluan barang sekolah anak-anak,” tegas Anita.

“Saya ingin mengatakan kepada bapa-mama bahwa kami sudah berjuang untuk mendapatkan beasiswa bagi anak-anak bapa mama semua. Jadi tidak ada lagi laporan dari kepala sekolah bahwa ada siswa yang belum membayar uang sekolah. Itu tidak boleh didengar lagi karena sudah ada uang beasiswa PIP,” pungkas Anita lagi.

Kabid Pengawas SMP Dinas PPO TTS, David Mbulik yang hadir dalam kesempatam tersebut mengatakan salah satu cara sebagai ungkapan terima kasih orang tua kepada pemerintah adalah dengan menggunakan dana tersebut sesuai dengan amanah pemerintah.

“Beasiswa PIP bukan program politiknya ibu Anita, tapi ini adalah program resmi pemerintah yang disalurkan pemerintah kepada penerima melalui anggota DPR RI. Dan kita bangga karena kta punya anggota DPR RI seperti ibu Anita yang memperjuangkan beasiswa ini untuk anak-anak di SoE, Kita para orang tua seharusnya buat seperti yang dikatakan ibu Anita yaitu gunakan uang itu untuk keperluan sekolah anak-anak,” kata David.

(Baca juga: Pasar Tradisional Puni dan Wae Kesambi Suatu Saat Hilang?)

Program Indonesia Pintar Sangat Membantu

Para siswa penerima beasiswa PIP di SMA Kristen 2 Soe mengaku dana PIP sangat membantu untuk kelancaran pendidikan anak-anak mereka.

“Terimakasih karena anak kami diberi kesempatan untuk menerima beasiswa PIP. Baru pertama kali anak saya mendapat beasiswa PIP dan saya merasa dana ini sangat membantu” kata Ibu Nubatonis.

Hal yang sama diungkapkan ibu Meo. “Saya percaya berkat kini bukan datang dengan sendirinya, Tapi datang dari Tuhan melalui saluran berkat ibu Anita,” ungkapnya.

Para orang tua berharap program beasiswa PIP ini bisa berlanjut terus.Dengan demikian setiap tahun ada tambahan penerima beasiswa. Mereka juga berharap agar penerima beasiswa PIP bisa mendapatkan kartu PIP dengan demikian setelah lulus sekolah nanti bisa tetap menerima beasiswa dimaksud.* (RSF)