Bawaslu Segera Bentuk Tim Patroli Awasi Masa Tenang

Bawaslu Segera Bentuk Tim Patroli Awasi Masa Tenang

Ketua Bawaslumenegaskan, pihaknya segera membentuk tim patroli di masa tenang

Dawainusa.com – Ketua Bawaslu  Abhan menegaskan, pihaknya segera membentuk tim patroli di masa tenang. Tim patroli ini akan bertugas untuk mencegah adanya kegiatan kampanye di masa tenang.

Menurut Abhan, pembentukan tim patroli ini akan dijalankan setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Bawaslu, ASN, TNI dan Polri.

Bawaslu berupaya memastikan masa tenang berjalan sesuai dengan ketentuan UU pemilu. Ketentuan ini ditujukan kepada seluruh peserta pemilu perorangan dan partai politik. Karena itu, pihaknya lebih dahulu mencegah munculnya pelanggaran terkait ketentuan tersebut.

“Pertama tentu tidak ada bentuk kampanye apa pun di masa tenang itu. Maka dari itu kami melakukan upaya-upaya pencegahan dan kami ada program ‘patroli pengawasan di masa tenang’,” kata Abhan di Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

BacaGubernur Khofifah Bantah Tuduhan Romahurmuziy Soal Rekomendasi

Diketahui, masa tenang akan dimulai tanggal 14 sampai 16 April 2019. Pada masa tenang ini, kegiatan kampanye dari peserta pemilu dihentikan. Dengan demikian, masyarakat akan fokus untuk mengikuti pemilih pada tanggal 17 April 2019.

Tim Patroli, Cegah Kampanye di Masa Tenang

Lebih lanjut Abhan menjelaskan, masa tenang rawan dengan segala bentuk pelanggaran pemilu. Peserta pemilu memiliki peluang untuk melakukan kampanye secara terselubung. Karena itu, pihak Bawaslu akan melakukan patroli sesuai dengan perintah UU pemilu.

Patroli tersebut,demikian Abhan, dilakukan oleh seluruh jajaran Bawaslu dari pusat hingga daerah. Pihak Bawaslu pusat akan berkoordinasi dengan jajaran yang ada di daerah. Dengan demikian, pelaksanaan patroli berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak.

“Jadi kami instruksikan kepada jajaran kami sampai bawah untuk melakukan kegiatan patroli pengawasan di dalam masa tenang ini,” jelas Subhan.

BacaIni Hasil Terbaru Survei Litbang Kompas Terkait Pilpres 2019

Menurut Abhan, penertian alat peraga kampanye menjadi fokus utama tim patroli tersebut. Selain itu, tim ini juga akan memantau praktik money politik menjelang pemilihan. Praktik money politik, menurutnya, masih menjadi tantangan terbesar untuk pemilu tahun 2019.

“Misalnya koordinasi penertiban alat peraga dan juga mengantisipasi pelanggaran politik seperti money politik,”jelas Abhan.

Harapan Bawaslu Kepada Peserta Pemilu

Pihak Bawaslu berharap, peserta pemilu mampu menaati ketentuan soal masa tenang. Diperlukan adanya komitmen bersama untuk menyukseskan pemilu. Upaya ini dilakukan dengan tidak melakukan kegiatan kampanye dalam rentang waktu tersebut.

Abhan juga menegaskan, pihaknya telah melaksanakan deklarasi dengan tim kampanye kedua pasangan di pilpres. Deklarasi tersebut terkait dengan komitmen bersama menjelang fase kampanye rapat terbuka. Selain itu, ada komitmen soal kampanye iklan di media televisi.

“Mudah-mudahan harapan kami dengan komitmen bersama seluruh peserta pemilu bisa menaati aturan dalam berkampanye. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana ketika memasuki masa tenang,” jelasnya.

Baca10 Tempat Wisata Menarik di Sumba Barat Daya

Ada beberapa masalah yang menjadi perhatian bersama jelang pemilihan tanggal 17 April mendatang. Masalah tersebut yakni politik uang yang masih sering dilakukan setiap pemilu. Ada juga politik identitas yang sering memicu konflik setiap kali pemilu.

Masifnya penyebaran berita hoaks juga menjadi perhatian untuk seluruh peserta pemilu. Peserta pemilu juga diharapakan untuk tidak melakukan kampanye yang berbauh SARA.

Hal lain yang ditegaskan dalam deklarasi di atas yakni tentang kampanye terbuka. Peserta pemilu dilarang untuk menggunakan fasilitas pemerintah dan tempat pendidikan. Selain itu, Bawaslu juga meminta peserta pemilu untuk tidak tempat ibadah dalam melaksanakan kampanye.*

COMMENTS