Bawaslu Sebut Sandiaga Uno Tidak Bersalah Soal Mahar Politik

Bawaslu Sebut Sandiaga Uno Tidak Bersalah Soal Mahar Politik

JAKARTA, dawainusa.com Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan menegaskan, calon wakil presiden Sandiaga Uno dinyatakan tidak bersalah dalam kasus mahar politik.

Diketahui, isu mahar politik menerpa Sandiaga jelang pendaftaran pasangan capres dan cawapres. Mahar tersebut diduga untuk mendapatkan rekomendasi dukungan dari partai politik.

Menurut Abhan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan praktik mahar yang dilakukan oleh Sandiaga kepada Partai Amanat Nasional(PAN) dan Partai Keadilann Sejahtera (PKS).

Baca juga: Cegah Radikalisme di Indonesia, UI Luncurkan Aliansi Toleran

Laporan dengan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 telah diproses oleh pihak bawaslu. Namun, pihak tidak menemukan bukti terkait dengan praktik mahar tersebut.

“Bahwa terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat dibuktikan secara hukum,” kata Abhan di Jakarta, Jumat (31/8).

Tidak Ditemukan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Abhan juga menjelaskan, Wakil Ketua Umum LSM Federasi Indonesia Bersatu Frits Bramy Daniel melaporkan dugaan mahar Rp 1 triliun kepada Bawaslu RI.

Selain dugaaan mahar, juga terkait dugaan tindak pidana pemilu. Namun, pihak bawaslu tidak menemukan bukti adanya dugaan tindak pidana sesuai dengan yang dilaporkan.

Baca juga: Komentar Ma’aruf Amin Soal Pelukan Jokowi dan Prabowo

“Bahwa terhadap laporan tidak ditemukan jenis dugaan pelanggaran pemilu yang dilanggar oleh terlapor,” ungkap Abhan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bawaslu mengambil keputusan tersebut berdasarkan fakta keterangan yang telah disampaikan oleh kedua belah pihak kepa bawaslu.

Dimana, bawaslu meminta kepada pelapor dan saksi untuk memberikan klarifikasi. Hasil klarifikasi tersebut menjadi dasar bagi bawaslu untuk mengambil keputusan.

“Setelah melakukan pemeriksaan kepada pelapor dan dua saksi Bawaslu melakukan kajian terhadap laporan yang disampaikan,” pungkasnya.*