Baru Terungkap, Pesan Terakhir Pramugari Lion Air: Aku Ingin Terbang Terus

Baru Terungkap, Pesan Terakhir Pramugari Lion Air: Aku Ingin Terbang Terus

JAKARTA, dawainusa.com Pesan Terakhir dari Pramugari Lion Air JT 610, Mery Yulyanda, yang menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat tersebut, Senin (29/10) di Perairan Karawang, Jawa Barat, baru terungkap.

Pesan itu disampaikan Mery lewat kakeknya, Darman. Darman mengatakan, dirinya sama sekali tidak punya firasat soal jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Darman juga mengatakan cucunya, Mery sudah empat tahun bekerja di Lion Air namun baru menandatangani kontrak pada pertengan Oktober kemarin.

Baca juga: Tanda-tanda Mesin Pesawat Lion Air JT 610 Masih Hidup Saat Jatuh

“Kalau firasat aneh itu enggak ada. Tapi, cucu saya ini sudah empat tahun di Lion Air, terus baru pertengahan Oktober ini perpanjang kontrak. Habis tanda tangan kontrak dia pamit bilangnya bakal jarang pulang atau enggak pulang karena mau terbang terus, gitu bilangnya,” kata Darman di kediaman korban, Perumahan Golden Kirana, Solear, Tangerang, Jumat (9/11) seperti dilansir VIVA.

Di lingkungan atau keluarga, Mery pun dikenal sebagai sosok yang gigih dan ramah. Terlebih, ia merupakan tulang punggung keluarga. Bahkan, Mery pun diketahui merencanakan pertunangan dengan kekasihnya Muhammad Husnil pada April 2019.

“Iya, dia juga mau tunangan dan lagi sama-sama kumpulin uang sama calonnya buat menikah di 2019 nanti, tapi ternyata kejadiannya seperti ini,” ungkapnya.

Peti jenazah Mery pun tiba di kediaman pada 01.00 WIB dini hari tadi yang langsung disambut isak tangis keluarga dan para tetangganya. Mery yang merupakan anak tunggal ini langsung dimakamkan di TPU Ciparanje Kulo, Solear, Tangerang.

Jasad dari Mery pun terindentifikasi oleh tim DVI melalui DNA. Saat ini, total keseluruhan jenazah para korban Lion Air yang berhasil terindentifikasi sebanyak 71 jenazah.

Jatuhnya Lion Air, Identifikasi Jasad Korban Tidak Ada Batas Waktu

Diketahui, jasad korban jatuhnya Lion Air JT 610 seluruhnya belum teridentifikasi. Terkait itu, Polri memastikan pihaknya akan terus melakukan proses identifikasi hingga kemungkinan paling kecil.

“Tidak ada batas waktu dalam proses identifikasi,” kata Kabag Penerangan Satuan Divhumas Polri Komisaris Besar Yusri Yunus, saat konferensi pers Operasi DVI Polri di RS Polri, Jumat (9/11).

Baca juga: Ini Hasil Black Box FDR Lion Air JT 610 yang Selesai Diunduh KNKT

Yusri mengatakan, proses identifikasi juga terus dilakukan selama masih ditemukannya penumpang dan dikirimkan ke Rumah Sakit Polri. “Akan sampai selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator data antemortem tim DVI, Komisaris Besar Pol Drg Saljiyana mengatakan, data antemortem yang sudah diterima Rumah Sakit Polri sebanyak 256. Jumlah antemortem yang telah diverifikasi sebanyak 189.

Sedangkan data posmortem yang telah diterima sebanyak 194 kantung jenazah, data post mortem DNA sebanyak 626 sampel. Sampai saat ini, Rumah Sakit Polri sudah mengidentifikasi 71 korban yang terdiri dari 52 laki-laki dan 19 perempuan, semuanya telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Terkait pendampingan terhadap keluarga, Suljiyana mengatakan Rumah Sakit Polri masih mendampingi keluarga korban Lion Air JT-601.

“Bahwa sampai nanti terakhir kita tetap dan selalu ada pendampingan untuk pihak keluarga sampai teridentifikasi semuanya,” kata dia.*

COMMENTS