Baru Jadian, Gadis Ini Diperkosa Pacar dan 6 Temannya

Baru Jadian, Gadis Ini Diperkosa Pacar dan 6 Temannya

PASURUAN, dawainusa.com Nasib nahas menimpa remaja berusia 16 tahun asal Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Baru enam hari pacaran, ABG itu diperkosa tujuh remaja, termasuk pacarnya.

Melansir Liputan6, sang pacar yang memerkosa gadis ABG itu juga masih berusia 14 tahun. Inisialnya Ch. Ia kini menjadi tersangka.

Baca juga: Diajak Jadi Model, Dua Wanita Ini Malah Diperkosa Fotografer

Sementara, enam temannya yang berinisial SB (16), MJ (17), MU (15), RZ (17), LI (14), dan X (16) turut menjadi tersangka. Kelompok remaja mesum itu tinggal sekampung di Desa Ambal-Ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

“Orangtua korban yang tak terima melaporkan perbuatan pemerkosaan ke Mapolres Pasuruan pada Minggu 12 September 2018 kemarin,” tutur KBO Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Bambang Tri Sutrisno, Selasa, 18 September 2018.

“Selang dua jam setelah pelaporan, kami menangkap tiga dari tujuh tersangka di rumahnya masing-masing. Sisanya masih DPO,” katanya.

Digagahi Bergantian

Sebelum pemerkosaan terjadi, pada Senin, 11 September 2018, gadis ABG itu diajak si pacar main ke rumahnya yang sedang tidak berpenghuni.

Saat melintas di depan rumah SB, Ch melihat teman-temannya berkumpul sehingga niat awal pun urung dilakukan. Ia malah mengajak gadis yang baru dipacarinya ikut nimbrung.

Baca juga: Pemerkosaan di Bali, Tergoda Turis yang Tidur Tanpa Busana

“Setelah lama ngobrol, kebiasaan buruk mereka untuk minum-minuman keras pun muncul. Dan saat itu, rumah tersangka SB sedang sepi,” ucapnya.

Minimnya uang saku, membuat kelompok bocah mesum itu memutar otak. Alhasil, sebotol air dicampur alkohol kadar 80 persen pun jadi minuman lokal oplosan memabukkan.

Miras oplosan itu kemudian diminum beramai-ramai di kamar pribadi SB. Korban juga sempat dipaksa untuk minum, tapi berhasil menolak.

“Setelah mabuk, para tersangka kompak ingin menggagahi korban. Meski sempat melawan, korban tetap berhasil diseret ke kamar oleh para tersangka, lalu digagahi secara bergantian,” ujar Iptu Bambang.

Atas pemerkosaan yang dilakukan, polisi menjerat para bocah mesum itu dengan Pasal 81 UU Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya di atas tujuh tahun penjara,” ucap Iptu Bambang menambahkan.

Di hadapan penyidik, para tersangka mengaku kenal racikan minuman itu saat bergaul dengan “anak punk” di jalanan alun-alun Wonorejo dan Bangil Kabupaten Pasuruan.

“Mau beli arak takut ketahuan,” ujar salah satu tersangka.

Kekerasan Seksual

Data Komnas Perempuan menunjukkan pada tahun 2014, tercatat 4.475 kasus kekerasan seksual pada kaum Hawa, tahun 2015 tercatat 6.499 kasus dan tahun 2016 telah terjadi 5.785 kasus.

Sedangkan data Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) Fakultas Hukum Universitas Indonesia—berdasarkan pemantauan pemberitaan media online selama periode Agustus- Oktober 2017—menyebutkan sedikitnya ada 367 pemberitaan mengenai kekerasan seksual. Sebanyak 275 di antaranya terjadi di Indonesia.

Dari data tersebut, 73% atau paling besar terjadi di Pulau Jawa, diikuti Sumatera (13%), Papua (5%), Bali-NTB-NTT (4%), Sulawesi (3%) dan Kalimantan (2%).

Yang cukup miris, kekerasan seksual paling besar terjadi di rumah yakni 37%. Dari data tersebut disimpulkan bahwa tindakan kekerasan kerap dilakukan orang-orang terdekat korban. Sedangkan kekerasan seksual yang terjadi di sekolah sekitar 11% dan 10% di hotel.

Jika dilihat dari jenis kelaminnya, maka kekerasan seksual lebih banyak menimpa perempuan yakni mencapai 87%. Tetapi, ada pula 13% kaum pria yang juga mengalami nasib serupa.

Khusus untuk kasus korban kekerasan seksual pada anak, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan, sebanyak 218 kasus kekerasan seksual anak terjadi pada 2015 kemudian 120 kasus pada 2016. Sementara pada 2017 tercatat 116 kasus.*