Dawainusa.com — Pemerintah memastikan penyaluran bantuan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tetap dijalankan hingga kuartal pertama 2021.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9).

“Program lanjutan yang dijadikan prioritas untuk Bansos yaitu satu, Bansos tunai yang terkait dengan Banpres UMKM itu akan dilanjutkan,” kata Airlangga.

Untuk diketahui bantuan untuk UMKM diluncurkan Presiden Jokowi pada 24 Agustus 2020 dengan nama Banpres Produksi Usaha Mikro (BPUM). Program ini dialokasikan untuk membantu pelaku UMKM terdampak pandemi virus corona.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Salurkan Bantuan Rp600 Ribu untuk Pekerja hingga 2021

Bantuan untuk Pekerja Tetap Berjalan hingga 2021

Airlangga menambahkan, pemerintah juga memastikan program bantuan subsidi upah untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta pun tetap berlangsung hingga 2021.

“Kedua, Bantuan Subsidi Gaji akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan, keputusan untuk mempepanjang periode penyaluran bantuan untuk pekerja diambil dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian serta efektivitas bantuan selama tahun 2020.

“Program subsidi gaji/upah ini dialokasikan di anggaran tahun 2020. Termasuk dalam anggaran penanganan ekonomi nasional kita. Bagaimana untuk tahun 2021? Tentu yang pertama sekali lagi, bagaimana melihat efektivitas program ini untuk kepentingan mendongkrak perekonomian nasional kita. Dan tentu saja kita akan melihat kondisi perekonomian di tahun 2021,” katanya kepada Kompas.com, Senin (7/9).

Baca Juga: Viral Pernyataan Bupati Jember Soal Mahar Pilkada Capai Miliaran Rupiah

Selain kedua program tersebut, pemerintah juga akan meneruskan program reguler, seperti pemberian bantuan yang sudah terprogram pada Program Keluarga Harapan (PKH).

Dengan program bantuan tersebut, diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19 agar roda perekonomian terkendali.

“Dengan demikian, program-progran ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat dalam situasi pandemi Covid,” pungkas Airlangga.*