AL China Siap Bantu Indonesia Evakuasi KRI Nanggala-402
TNI AL saat acara tabur bunga menghormati kru Nanggala-402 yang meninggal/Ist

Dawainusa.com – Upaya evakuasi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali beberapa waktu lalu hingga kini masih terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

Di tengah upaya tersebut, Angkatan Laut China (People Liberation Army Navy/PLA Navy) menyatakan siap membantu mengevakuasi KRI Nanggala-402.

Dilansir dari RRI.co.id, hal ini diketahui dari keterangan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal), di Jakarta, Sabtu (1/5/2021).

Baca jugaKRI Nanggala-402 Tenggelam, AL Jerman Gelar Acara Penghormatan

AL China Bantu Evakuasi KRI Nanggala-402

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KRI Nanggala-402  mengalami musibah saat melaksanakan latihan penembakan torpedo SUT di utara perairan Bali.

Sementara itu, Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal), di Jakarta, Sabtu, menyebutkan, bantuan untuk evakuasi KRI Nanggala-402 dari Angkatan Laut China kepada Indonesia berawal tawaran Duta Besar China untuk Indonesia.

China menawarkan bantuan kepada Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto berkaitan bantuan kemanusiaan dalam penanganan evakuasi KRI Nanggala-402 berupa kapal salvage.

“Tawaran bantuan kemanusiaan ini disambut dengan senang hati pemerintah Indonesia,” sebut siaran pers Dispenal.

Kapal yang dikerahkan pemerintah China sebanyak tiga unit kapal salvage untuk membantu mengangkat kapal KRI Nangala-402 yang berada di dasar laut.

Kapal yang diperbantukan ke Indonesia yakni kapal Ocean Salvage and Rescue Yongxingdao-863, Ocean Tug Nantuo-185 dan Scientific Salvage Tan Suo 2.

“Ketiga kapal ini diperkirakan tiba di perairan Bali tanggal 30 April atau awal Mei 2021,” ucapnya.

Spesifikasi kapal-kapal salvage tersebut yakni Ocean Salvage and Rescue Yongxingdao-863 memiliki panjang 156 meter, lebar 21 meter dan tinggi 7,5 meter. Kapal ini memiliki robot, sonar, side scane sereta boat rescue.

KRI Nanggala
KRI Nanggala-402/Ist

Baca jugaMay Day, Jokowi Sebut Buruh Aset Besar Bangsa

Sementara itu, Ocean Tug Nantuo-185 memiliki panjang 119 meter, lebar 16 meter dan tinggi 6,5 meter sedangkan Scientific Salvage Tan Suo 2 memiliki panjang 87,2 meter, lebar 18 meter dan tinggi 7 meter.

“Ketiga kapal salvage ini memiliki kemampuan daya selam sampai kedalaman 4500 meter,” sebut keterangan itu.

Selain bantuan dari pemerintah China, TNI AL yang berencana mengangkat badan KRI Nanggala -402 beserta ABK yang gugur ini bekerja sama dengan SKK Migas yang akan mengoperasikan kapal Timas 1201.

Kapal yang akan dioperasikan ini spesifikasinya yakni panjang 162,3 meter, lebar 37,8 meter dan tinggi 16,1 meter. Kapal ini menggunakan crane berkapasitas 1.200 MT yang cocok untuk instalasi platform konvensional.

Kapal selam KRI Nanggala-402 yang membawa 53 awak kapal, dilaporkan hilang kontak pada Rabu (21/4) dini hari di perairan utara Pulau Bali saat latihan penembakan torpedo.

Setelah melakukan proses pencarian, pada Minggu (25/4), KRI Nanggala-402 dinyatakan telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur.

Kapal selam buatan Jerman itu ditemukan tenggelam di kedalaman 838 meter dengan kondisi terbelah menjadi tiga bagian.*