Banjir Rendam Ratusan Rumah di Borong, Manggarai Timur

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Borong, Manggarai Timur

BORONG, dawainusa.com – Ratusan rumah warga di Borong, Ibukota Kabupaten Manggarai Timur, NTT terendam banjir. Banjir itu terjadi pasca hujan yang mengguyur daerah itu sejak sore hari, Kamis (6/12).

Baca juga: Gelar Outbond, SMK Elang Nusa Bangsa Akan Tingkatkan Profesionalitas Guru

Berdasarkan informasi yang dihimpun Dawai Nusa di Borong, banjir tersebut terjadi karena luapan kali Wae Reca. Selain itu, hal lain yang juga menjadi penyebab adanya banjir itu ialah karena naiknya air laut dan kondisi drainase yang buruk di dalam kota Borong.

5 Titik Terendam Banjir

Akibat banjir ini, dilaporkan 5 kampung di dalam kota terendam banjir. Titik banjir terpantau di Kampung Nggeok, Tambak, Wae Reca,Tambak, dan Kampung Ende.

Banjir yang merendam rumah warga di Kampung Wae Reca dan Tambak disebabkan air kali Wae Reca meluap saat hujan lebat mengguyur beberapa jam.

Tak hanya merendam rumah warga, air hujan juga mengalir bebas di jalan akibat luapan drainase. Banjir di Kampung Wae Reca sendiri setinggi lutut orang dewasa. Bahkan ada beberapa titik di kampung tersebut genangan air mencapai satu meter.

Baca juga: Maju ke Senayan, Bupati Manggarai Timur Mundur dari Jabatan

Selain merendam rumah, ternak babi milik warga juga dilaporkan hanyut terbawa banjir. Sementara di Kampung Nggeok Kelurahan Rana Loba, rumah warga terendam banjir akibat luapan kali Wae Bobo.

Selain itu, banjir juga berasal luapan air dari drainase di pusat Kota Borong. Anton Dergong, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Matim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis malam, mengatakan ada sekitar ratusan rumah warga di Kota Borong terendam banjir.

“Kita sudah cek ke lokasi, ratusan rumah terendam banjir. Mulai dari Kampung Nggeok, Wae Reca, Tambak, dan wilayah SPBU,” jelas Kadis Anton, mengutip Voxntt.

Anton mengimbau kepada masyarakat Kota Borong, khususnya yang ada di pinggir kali agar tetap waspada dengan banjir, mengingat beberapa hari terakhir, hujan deras terus mengguyur di Matim. “Masyarakat harus selalu siap dan waspada. Kita pemerintah juga tidak tutup mata dengan kondisi ini,” ujar dia.*(Elvis Yunani).

COMMENTS