Dawainusa.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil melakukan pinjaman senilai Rp189,7 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk membiayai pembangunan infrastruktur 16 ruas jalan di provinsi kepulauan tersebut.

Dana pinjaman terdiri dari dua fasilitas pembiayaan. Pertama pembangunan 7 ruas jalan sebesar Rp66 miliar, dan kedua, fasilitas pembangunan 9 ruas jalan sebesar Rp123,7 miliar.

Adapun panjang ruas jalan Provinsi yang dikerjakan dengan biaya pinjaman dari PT SMI adalah sepanjang 189 kilometer, tersebar di beberapa kabupaten di NTT.

Penandatanganan pinjaman dilakukan masing-masing oleh Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat di Kupang dan Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad di Jakarta, Rabu (5/8).

PT SMI sendiri adalah salah satu “kendaraan khusus” di bawah Kementerian Keuangan yang membantu percepatan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah di Indonesia.

Pertama Kali Dilakukan Pemprov NTT

Dalam sebuah video konferensi dari ruang kerjanya di Kupang, Victor mengatakan penandatanganan pinjaman ini merupakan agenda penting untuk Provinsi NTT.

Pembiayaan infrastruktur melalui skema pinjaman merupakan yang pertama dilakukan. Dengan demikian, Pemprov NTT belajar untuk tidak tergantung pada dana transfer.

“Kami bersyukur dengan acara hari ini, kami sudah bisa belajar untuk pinjam. Ini langkah luar biasa untuk kami. Sehingga kalau lakukan pinjaman berikut bisa lebih lancar terutama administrasinya,” ujar Victor seperti dikutip dari Gatra.

Polikus Partai Nasdem itu menyampaikan terima kasih kepada PT SMI karena pinjaman tersebut membantu mengatasi pembiayaan infrastruktur di Provinsi NTT yang masih buruk.

Sebagai provinsi pariwisata, kata Victor, NTT membutuhkan akses infrastruktur yang memadai ke destinasi-destinasi wisata unggulan. Dengan demikian, bisa meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah.

“Kalau infrastruktur bisa berjalan baik, seluruh destinasi pariwisata kami yang sangat eksotik dan atraktif itu dapat berkembang dan ekonomi juga bertumbuh baik,” tuturnya.

Victor menegaskan bahwa Pemprov NTT menjamin akan memanfaatkan dana pinjaman secara transparan dan akuntabel serta tepat guna.

Sementara itu, Edwin Syahruzad memberikan apresiasi kepada Pemprov NTT yang sabar dan teguh melalui berbagai proses sehingga bisa menandatangani pinjaman.

“Kami dari PT SMI telah setuju dengan usulan permohonan dari Pemprov sebesar 189,7 miliar rupiah,” katanya.*