Bandingkan Toa Masjid dengan Gonggongan Anjing, Menag Yaqut Dilaporkan ke Polisi

Bandingkan Toa Masjid dengan Gonggongan Anjing, Menag Yaqut Dilaporkan ke Polisi
Foto: Dawainusa.com - Web/@demokrasi

Dawainusa.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terancam dilaporkan ke polisi setelah membandingkan bunyi toa masjid dengan gonggongan anjing.

Pernyataan kontroversial tersebut membuat sejumlah pihak meradang dan mengutarakan kecaman luar biasa karena dinilai merusak persatuan bangsa.

Baca: Paus Fransiskus Kecam Kekejaman Rusia Terhadap Ukraina

Adapun rencana pelaporan terhadap Menag Yaqut disampaikan oleh pakar telematika, Roy Suryo bersama Kongres Pemuda Indonesia (KPI).

Menag Yaqut Dilaporkan Hari Ini


Roy mengatakan bersama KPI akan melaporkan Yaqut ke Polda Metro Jaya, Kamis hari ini sekitar pukul 15.00 WIB. Ia bilang akan membawa bukti-bukti rekaman audio visual pernyataan Yaqut.

Dalam keterangan Roy, rencana laporan terhadap Yaqut karena ucapannya yang diduga membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

Menurutnya, Yaqut diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 156a KUHP tentang penistaan agama.

Baca: Puput Sudrajat Tantang Selingkuhan Suaminya Bertemu Langsung

Roy sebelumnya melalui cuitan di Twitter menyampaikan sindiran ke Yaqut.

Dia heran dengan pernyataan politikus PKB itu yang bandingkan suara azan melalui toa masjid dengan gonggongan anjing.

“Apakah layak suara Muadzin -yg mengumandangkan Adzan, panggilan Sholat- dibandingkan dgn Gonggongan Anjing? AMBYAR,” kata Roy, dalam akun Twitternya @KRMTRoySuryo2 pada Rabu (23/2/2022) malam.

Pernyataan Kontroversial Menag Yaqut

Bandingkan Toa Masjid dengan Gonggongan Anjing, Menag Yaqut Dilaporkan ke Polisi
Foto: Dawainusa.com – Web/@viva

Ucapan Yaqut yang membandingkan perihal aturan toa masjid dalam kumandang azan dengan gonggongan anjing disampaikan di Pekanbaru, Riau, Rabu kemarin.

Dia mengatakan aturan ini dibuat untuk mendukung hubungan antarumat beragama agar lebih harmonis.

“Kita bayangkan, saya Muslim saya hidup di lingkungan nonmuslim, kemudian rumah ibadah mereka membunyikan toa sehari lima kali dengan keras secara bersamaan, itu rasanya bagaimana?” tutur Yaqut.

Baca: Depresi, Model Ayu Aulia Nyaris Tewas Usai Mencoba Bunuh Diri

Yaqut pun melontarkan contoh yang menyinggung perbandingan dengan gonggongan anjing di waktu bersamaan berpotensi mengganggu.

“Contohnya lagi, misalkan tetangga kita kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya menggonggong di waktu yang bersamaan, kita terganggu tidak? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi gangguan,” kata Yaqut.*