Anda Mau Bepergian Simak Aturan Terbaru dari Satgas Covid-19
Ilustrasi - ist

JAKARTA, dawainusa.com – Pemerintah Indonesia melalui Satgas Covid-19 terus berupaya mengeluarkan berbagai kebijakan dan aturan dalam rangka mengatasi dan mencegah bahaya Pandemi Virus Corona.

Salah satunya ialah dengan mengeluarkan suran edaran terbaru yang mengatur berbagai macam syarat bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan domestik.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Ini 10 Jenis Bantuan Pemerintah ke Masyarakat

Berbagai macam syarat tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi.

Berbagai Macam Aturan dari Satgas Covid-19 yang Tertuang pada Surat Edaran Tersebut

Adapun berbagai macam aturan atau syarat yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 lewat surat edaran tersebut ialah sebagai berikut.

Pertama, setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Bagaimana Nasib Dunia Pendidikan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19?

Kedua, pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta daerah yang ditetapkan melalu Instruksi Menteri Dalam Negeri dalam kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama).

Tidak hanya itu, pelaku perjalanan juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Ketiga, pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut dan darat yang menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan kereta api antarkota dari dan ke daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri dalam kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama).

Tak hanya itu, surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Keempat, pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri dalam katagori PPKM Level 1 dan PPKM Level 2 wajib menunjukan hasil negatif RT-PCR atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Kelima, pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut dan darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan dan kereta api antarkota dari dan ke daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri dalam kategori PPKM Level 1 dan PPKM Level 2, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Keenam, khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wiayah atau kawasan aglomerasi perkotaan dikecualikan dari persyaratan perjalanan sebagaimana diatur dalam pom ketiga dan kelima. Namun diwajibkan untuk menunjukkan STRP atau surat keterangan perjalanan lainnya.

Ketujuh, pelaku perjalanan orang dengan usia di bawah 12 tahun dibatasi untuk sementara. Kedelapan, ketentuan menunjukkan kartu vaksin Covid-19 (minimal vaksinasi dosis pertama) dikecualikan bagi pelaku perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya.

Meski demikian, semua aturan dari Satgas Covid-19 tersebut dikecualikan untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T atau tertinggal, terdepan, terluar, serta pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.*