Aswini, Mahasiswi Cantik yang Tewas di Tangan Pengagumnya

Aswini, Mahasiswi Cantik yang Tewas di Tangan Pengagumnya

Keinginan pelaku untuk menikahi Asiwini ternyata bukan keinginan sesaat. Ia sudah lama jatuh cinta dengan gadis dua puluh tahun tersebut. (Ilustrasi pembunuhan - Okezone)

NEW DELHI, dawainusa.com Aswini. Demikian nama gadis berusia 20 tahun yang tewas tertikam pisau panjang di lehernya oleh seorang  pria yang telah berkenalan dan mengagumnya sudah cukup lama, yakni Alagesan (26).

Gadis yang tercatat sebagai mahasiswa semester pertama  Akademi Pendidikan dan Penelitian Meenakshi, India, ditikam pada Jumat (9/3).

Sebagaimana dilansir The Hindu, ia ditikam lantaran dirinya menolak permintaaan Alagesan untuk menikah dan hidup sebagai suami istri.

Baca juga: Usai Bercinta dengan Pelanggan, PSK Ini Dilarikan ke Rumah Sakit

Kejadian naas tersebut bermula ketika Aswini mengunjungi kerabatnya. Tanpa diketahuinya, ternyata pelaku membututinya. Kemudian pelaku mencegatnya dan mengutarakan niatnya untuk menikahi gadis tersebut.

Namun, niat pria yang berprofesi sebagai karyawan itu ditolak Aswini. Ia menolak menikah dengan laki-laki tersebut dan ia masih ingin menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas.

Penolaknya itu ternyata berujung maut. Alagesan dibakar amarah dan kekecewaan dan kemudian membunuh Aswini dengan pisau yang telah disiapkannya sebelumnya.

Pasca penikaman tersebut, Aswini sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh kedua rekannya. Namun, nasib baik ternyata tidak berpihak padanya.

Di rumah Sakit tersebut ia menghembuskan nafas terkahir. Ia pergi untuk selamanya. Kepergian Aswini meninggalkan luka dan duka bagi sahabat-sahabantnya dan juga paman Aswini, yakni Sampath.

Sementara pelaku setelah menikam korban, sebenarnya sudah berniat bunuh diri dengan sekaleng minyak tanah yang sudah dibawanya.

Namun, warga yang berkumpul di lokasi kejadian berupaya mencegah tindakannya hingga polisi datang dan kemudian langsung menangkap serta membawanya ke rumah sakit.

Polisi: Sudah Lama Pelaku Mengganggu Aswini

Keinginan pelaku untuk menikahi Asiwini ternyata bukan keinginan sesaat. Ia sudah lama jatuh cinta dengan gadis dua puluh tahun tersebut.

Sejak ia jatuh cinta itulah, ia sering mengganggu Aswini. Ia terus mengutarakan niatnya untuk menikahi korban. Namun, apa daya. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia bukanlah laki-laki pilihan Aswini.

Baca juga: Fadli Zon: Gerindra Akan Segera Deklarasi Prabowo Capres 2019

Besarnya cinta pelaku terhadap Aswini, demikian menurut keterangan polisi setempat, sampai pelaku pernah mengancam memberikan mangalsutra (kalung tanda seorang gadis akan menikah) secara paksa.

Ancaman pelaku terhadap Aswini  tersebut diketahui pihak kepolisian Distrik Maduravoyal. Pada 16 Februari lalu, polisi menerbit keterangan tertulis agar pelaku tidak mendekati Aswini. Selain itu, polisi juga meminta Aswini berhati-hati dan menjauhi pelaku.

Atas perintah pihak kepolisian tersebut, paman Aswini meminta gadis tersebut untuk tinggal dengannya. Selama dua puluh hari terakhir pun, Aswini tinggal dengan pamannya. Selama tingggal dengan pamannya itu, Aswini selalu diingatkan untuk menjauhi pria jahanam itu.

Namun, keterangan pamannya, Aswini rupanya masih mau melanjutkan kuliahnya sehingga ia seolah-olah tak menggubris peringatan tersebut.

“Saran itu merupakan pertimbangan pihak kepolisian. Namun, Aswini rupanya begitu ingin segera menyelesaikan pendidikannya,” ratap Sampath.

Pelaku Dikecam

Kematian tragis  perempuan yang tengah berjuang menyelesaikan pendidikan itu sampai ke telinga Wakil Menteri Utama Tamil Nadu, O Panneerselvam.

Tak pelak, kematianya mengundang kesedihan bagi salah seorang pimpinan di negeri tempat lahirnya dua tokoh besar dunia, yakni Mahatma Gandhi dan Bunda Theresa dari Kalkuta itu.

Baca juga: Ibunda Majikan TKI Adelina Lisao Terancam Hukuman Mati

Dalam keterangan tertulisnya, O Panneerselvam mengucapkan belangsungkawa kepada keluarga korban. “Saya mengucapkan duka yang mendalam kepada keluarga korban,” tulis O Panneersalvam.

Selain mengungkapkan belansungkawa, O Panneerselvam juga mengutuk tindakan pelaku. Ia mengutuk tindakan tersebut sebagai tindakan yang keji dan tidak manusiawi. Tindakan tersebut, menurutnya, tidak bisa diterima secara akal sehat.

“Tindakan tidak manusiawi semacam itu tidak dapat diterima. Pemuda yang punya pikiran rasional harus membantu Tamil Nadu, bukan malah berbuat tindakan keji seperti ini” kata Panneerselvam kepada wartawan.*