Asisten Ratna Sarumpaet Beri Kesaksian soal Kabar Hoax Penganiayaan

Asisten Ratna Sarumpaet Beri Kesaksian soal Kabar Hoax Penganiayaan

JAKARTA, dawainusa.com Sebuah kesaksian datang dari asisten Ratna Sarumpaet, Ahmad Rubangi. Dirinya tak menyangka bila perempuan aktivis perempuan yang getol mengkritisi pemerintah itu telah berbohong soal penganiayaan yang dialaminya.

Kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Senin, (22/10), Ahmad mengatakan bahwa semua asisten Ratna Sarumpaet terkejut saat aktivis itu mengaku berbohong.

Sebelumnya, mereka percaya kalau Ratna telah dianiaya dan telah mengungkapkan rasa empatinya kepada ibu dari Atiqah Hasiholan itu.

Baca juga: Drama Ratna Sarumpaet dan Propaganda ala Rusia

Cerita itu disampaikan pengacara Rubangi, Akbar Alamsyah, yang mendampingi kliennya saat diperiksa di Polda Metro Jaya. Akbar mengatakan sebelum itu, kliennya tak tahu-menahu soal kabar hoax penganiayaan Ratna.

Salah satu asisten Ratna Sarumpaet, lanjut Akbar, menyarankan agar ia menggelar konferensi pers untuk mengakui kebohongannya. “Ya udah bu, kalau begitu buatkan konferensi pers,” ujar Akbar menirukan saran dari asisten Ratna saat diperiksa di Polda Metro Jaya, Senin siang.

Ahmad Rubangi merupakan salah satu orang yang sibuk mempersiapkan konferensi pers saat itu. Dalam acara yang digelar pada 3 Oktober 2018 itu, Ratna Sarumpaet menyatakan bahwa dia telah menciptakan hoax dan meminta maaf kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Terkait Kabar Hoax Penganiayaan: Saksi Bertambah

Pemeriksaan Ahmad Rubangi menambah panjang deretan saksi yang telah diperiksa polisi dalam kasus Ratna Sarumpaet. Adapun polisi sebelumnya telah memeriksa dokter dan perawat Rumah Sakit Khusus Bina Estetika tempat Ratna menjalani operasi plastik hingga Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan DKI Asiantoro.

Untuk pertemuan antara Ratna Sarumpaet dan Prabowo pada tanggal 2 Oktober, polisi memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Baca juga: Surat Terbuka Ratna Sarumpaet dari Rutan Polda Metro Jaya

Polisi juga memeriksa dua anggota timses Prabowo, yakni Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, serta Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ratna Sarumpaet saat ini tengah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Terhitung saat hari pertama ditahan pada 5 Oktober 2018 lalu, masa tahanannya akan habis tepat hari Kamis, 25 Oktober 2018. Namun, polisi berencana memperpanjang masa tahanan tersangka kasus berita bohong itu untuk keperluan pemeriksaan.

Tahap Pemberkasan

Hingga saat ini, kasus kabar hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet telah memasuki tahap pemberkasan, setelah memintai keterangan sejumlah saksi yang mengetahui, melihat dan mendengar kejadian tersebut.

Sejauh ini, keterangan saksi dinilai sudah cukup. Mulai dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, hingga Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak dimintai keterangan oleh polisi.

Baca juga: Sejumlah Fakta di Balik Penangkapan Ratna Sarumpaet

Namun demikian, tak menutup kemungkinan untuk menambah jumlah saksi apabila kepolisian menilai memerlukan sejumlah keterangan lainnya.

“Sampai tahap pemberkasan,” kata Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (20/10).

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menambahkan berkas kasus Ratna akan segera di kirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta guna dievaluasi apakah sudah lengkap atau justru harus dilengkapi lai karena belum lengkap.*