Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Rakyat Ruteng?

Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Rakyat Ruteng?

RUTENG, dawainusa.com – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan pasar dua lantai yang berlokasi di samping kantor Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hilang kabar.

Pembangunan pasar yang menelan dana Rp7,5 miliar dari APBN tahun 2015 tersebut merupakan program dari Kementrian Perindustrian yang dikelola oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Manggarai. PT Tiga Putra Sejati Mandiri merupakan kontraktor pelaksana proyek ini.

Baca juga: Keracunan Makanan, Puluhan Siswa SLB di Ruteng Dilarikan ke RS

Sebelumnya, pada 4 Juli lalu, Kepala Kejaksaan (Kejari) Manggarai Sukoco di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan kantor kejaksaan di Ruteng mengatakan, penyelidikan kasus tersebut hampir rampung. “Penyidikan hampir rampung dan kita segera umumkan tersangkanya,” ujar Sukoco saat itu.

Menagih Janji Kejari

Setelah empat bulan berlalu, janji penetapan tersangka dari Kejari tersebut tak kunjung diwujudkan. Simpang siur penetapan tersangka atas kasus ini pun masih ditunggu oleh publik di Manggarai.

Ketua PMKRI Cabang Ruteng Servasius Jemorang kepada awak media di Ruteng mengatakan, pihaknya menuntut Kejaksaan Negeri Ruteng segera mengumumkan kejelasan kasus tersebut.

Baca juga: Tiga Pejabat Pemerintahan di Ruteng Ditangkap Karena Judi Kartu

“Kami desak Kejari Manggarai untuk segera mengumumkan tersangka kasus tersebut. Supaya dugaan ada konspirasi dalam penanganan kasus ini tidak berkembang sampai pada munculnya kemarahan publik,” kata Jemorang kepada Dawainusa di Ruteng, Kamis (22/11).

Jika Kejari belum menjelaskan perkembangan kasus ini kepada publik, demikian Jemorang menegaskan, PMKRI akan mendesak Kejari Manggarai untuk dicopot dari jabatannya. “Kalau tidak, kami akan segera melakukan aksi demonstrasi untuk mendesak pencopotan kepala Kejari Manggarai,” tegasnya.

Ada Dugaan Konspirasi

PMKRI Cabang Ruteng juga menilai, Kejaksaan Negeri Manggarai tidak profesional dalam menangani kasus dugaan korupsi pembangunan pasar rakyat di Kabupaten Manggarai.

Khusus untuk kasus dugaan korupsi pasar rakyat ini, Jemorang bahkan menduga penanganan kasus ini sarat dengan muatan konspirasi. “Kami menduga bahwa penanganan kasus ini sarat konspirasi,” kata Jemorang.

Karena itu, ia meminta agar pihak kejaksaan segera ambil langkah dan memberi penjelasan terbuka ke publik Manggarai. “Supaya dugaan ada konspirasi dalam penanganan kasus ini tidak berkembang sampai pada munculnya kemarahan publik, jaksa harus tegas dan tuntaskan kasus ini,” tegasnya.

Dawai Nusa sendiri telah berusaha meminta tanggapan dari Kepala Kejaksaan Negeri Ruteng. Namun, hingga saat ini, tanggapan itu tidak diperoleh. Staf Kejaksaan mengaku bahwa Kepala Kejaksaan sedang melakukan kegiatan dinas di luar daerah. “Pak Kajari sedang keluar, ada tugas di luar,” kata salah seorang staf.

Baca juga: PMKRI Ruteng: Polres Manggarai Jangan Beri Harapan Palsu

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Ronald Oktha, saat hendak dikonfirmasi awak media mengaku sedang sibuk.  Oktha melalui stafnya menitipkan secarik kertas dan meminta staf tersebut menulis apa kepentingan media bertemu dirinya.

“Kasi Pidsus sedang sibuk, dia minta untuk dituliskan apa keperluannya,” kata seorang staf yang bertemu dengan awak media.

Tak lama berselang, staf tersebut atas permintaan Oktha menyarankan kepada wartawan untuk bertemu Kasi Intel. Faisal Karim selaku Kasi Intel kepada wartawan mengaku, dirinya belum bisa menjelaskan kasus tersebut.

“Saya harus tanya pimpinan dulu jangan sampai saya keliru menjelaskan. Kejari ada tugas di jakarta ada raker,” kata Faisal Singkat.*(Elvis Yunani).

COMMENTS