Anies Baswedan Beri Ucapan Terima Kasih untuk Masyarakat Manggarai

Anies Baswedan Beri Ucapan Terima Kasih untuk Masyarakat Manggarai

JAKARTA, dawainusa.com – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan berterima kasih kepada seluruh masyarakat lokal Manggarai yang telah bersedia menyumbangkan sebuah kata dari bahasa daerahnya untuk menyebut program integrasi transportasi di Jakarta.

Ucapan terima kasih itu disampaikan Anies Baswedan dalam keterangan tertulis di sebuah postingan pada akun Instagram pribadinya bernama @aniesbaswedan pada Rabu (17/10).

Keterangan itu ditulis untuk menjelaskan sebuah foto unggahannya, yang memuat surat dari Bupati Manggarai Deno Kamelus kepada Pemerintah DKI Jakarta perihal ‘Ucapan Terima Kasih’ karena telah memilih kata ‘lingko’ untuk menggantikan program Ok Otrip yang berubah nama menjadi Jak Lingko.

Baca juga: Pakai Kata ‘Lingko’, Bupati Manggarai Surati Gubernur Anies Baswedan

“Pemprov DKI Jakarta berterima kasih kepada saudara-saudara di Manggarai, yang menyumbangkan sebuah kata dari bahasanya untuk memperkaya Bahasa Indonesia dan menjadi sebutan bagi program integrasi transportasi di Jakarta,” tulis Anies Baswedan.

Dalam keterangan di unggahannya itu, Anies Baswedan juga menerangkan soal alasan di balik pengambilan kata ‘lingko’ untuk menyebut programnya tersebut. Ia mengatakan, pemilihan kata ini tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi telah melewati berbagai riset.

Dari hasil riset tersebut, demikian Anies Baswedan, mereka kemudian menemukan bahwa kata ‘lingko’ ini sangat tepat dan penuh makna terhadap program yang dicanangkan oleh pemerintahannya itu.

“Kata ‘lingko’ juga mirip dengan bahasa Inggris ‘link’ yang bermakna ketersambungan. Harapannya Jak Lingko akan mudah diasosiasikan sebagai jaringan/ketersambungan transportasi ketika diucapkan,” terang Anies Baswedan.

Ucapan Terima Kasih Anies Baswedan untuk Masyarakat Manggarai, Flores, NTT

Ucapan Terima Kasih Anies Baswedan untuk Masyarakat Manggarai, Flores, NTT – ist

Surat Bupati Deno untuk Anies Baswedan

Keputusan Anies Baswedan tersebut telah mendapat tanggapan positif dari Bupati Manggarai Deno Kamelus. Lewat sebuah surat yang sudah diterima dan diunggah oleh Gubernur Anies Baswedan ke dalam akun Instagram pribadinya itu, ia menyampaikan terima kasih atas langkah Gubernur DKI Jakarta yang mengadopsi kata ‘lingko’ tersebut.

Bagi Deno Kamelus, keputusan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu patut diberi apresiasi. Sebab, hal itu merupakan suatu bukti penerimaan sekaligus pengakuan terhadap nilai-nilai luhur dan eksistensi budaya orang Manggarai.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Terbaik di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT

“Bagi kami, keputusan ini merupakan salah satu bentuk pengakuan dan penghargaan atas eksistensi budaya pembagian tanah di Kabupaten Manggarai dengan ‘SISTEM LINGKO’ dan tercatat dalam sejarah perjalanan kebudayaan Manggarai,” tulis Bupati Deno di dalam surat kepada Pemerintah DKI Jakarta tersebut tertanggal 13 Oktober 2018.

Terkait dengan kata ‘lingko’ ini, sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan juga telah menegaskan bahwa kata ini pada akhir Oktober nanti akan dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) agar bisa diakui sebagai salah satu kosa kata nasional.

Surat Bupati Deno untuk Anies Baswedan

Surat Bupati Deno untuk Anies Baswedan – ist

Sekilas Soal Program OK Otrip yang Diubah Menjadi Jak Lingko

Program OK Otrip yang telah berubah nama menjadi Jak Lingko ini dicanangkan oleh Anies dan Sandiaga Uno sejak masa kampanyenya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Tujuannya ialah untuk memberi transportasi umum yang murah dan mudah bagi publik.

Program tersebut sudah diujicobakan pada 15 Januari-15 April lalu. Dalam masa percobaannya itu, seluruh moda jadi Rp5.000 selama tiga jam perjalanan. Karena belum menunjukkan hasil yang efektif, uji coba itu kemudian diperpanjang hingga 15 Juli lalu.

Sistem Pertanahan Masyarakat Lokal Manggarai yang Disebut Lingko

Sistem Pertanahan Masyarakat Lokal Manggarai yang Disebut Lingko – ist

Baca juga: Sejumlah Kritikan terhadap 1 Tahun Pemerintahan Anies Baswedan

Untuk menikmati layanan tersebut, dalam praktiknya, masyarakat yang ada di DKI mesti memiliki kartu uang elektronik OK Otrip yang dapat diperoleh dengan cara dibeli di sejumlah halte Transjakarta.

Sejumlah halte yang dimaksudkan itu ialah halte Lebak Bulus, Harmoni, Kampung Melayu, dan Tanjung Priok. Kartu OK Otrip ini dapat dibeli dengan harga Rp40.000 dengan saldo uang elektronik sebesar Rp20.000.*