Anggota Marinir Tewas, Rencana Bulan Madu ke Bali Kandas

Anggota Marinir Tewas, Rencana Bulan Madu ke Bali Kandas

SURABAYA, dawainusa.com Aisyah Syafiera (23) tak pernah menyangka sang suami akan pergi secepat itu. KLK Achmad Halim Mardyansyah, anggota Marinir Surabaya itu ditemukan tak bernyawa pada Senin (10/9). Rencana keduanya untuk berbulan madu ke Bali pun pupus.

Halim dan Aisyah baru menikah pada 27 Agustus 2018 lalu. Keduanya berencana camping bersama di Nusa Penida, Bali. Bulan madu itu telah direncanakan jauh hari sebelumnya. Namun, sang suami mendapat tugas membantu pemadaman api di kebakaran lereng Gunung Arjuna.

Baca juga: Pemerkosaan di Bali, Tergoda Turis yang Tidur Tanpa Busana

“Sebenarnya sudah kapan hari direncanakan berangkat, tapi mas (almarhum) ada tugas membantu pemadaman api di kebakaran lereng Gunung Arjuna,” tutur Aisyah seperti dilansir Kumparan, Minggu (16/9).

Setelah penugasan itu, Aisyah sudah mengatur jadwal ulang untuk liburan mereka berdua. Bahkan, Aisyah sudah memesan tiket kereta api Surabaya-Banyuwangi, keberangkatan Minggu (9/9) siang pukul 13.00 WIB.

Dia juga sudah booking hotel hingga tanggal 13 September 2018 selama sepekan. Karena almarhum Halim sudah mengajukan cuti sepekan.

Anggota Marinir Tewas, Rencana Bulan Madu ke Bali Kandas

Aisyah Syafiera, istri Prajurit Marinir yang tewas dengan cara bunuh diri. (Foto: Phaksy Sukowat/Kumparan)

Tak Ada Firasat

Sebelum suaminya meninggal, Aisyah tak punya firasat apapun. Setelah dari tugas, Halim sempat pulang ke rumah pada Jumat (7/9).

Halim sempat bertugas piket di kantor Detasemen Perbekalan (Denbek) Pangkalan Korps Marinir (Lanmar) Karangpilang Surabaya, Sabtu (8/9) pagi sekira pukul 08.00 WIB.

Halim lalu sempat pulang ke rumah untuk makan siang sekitar pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB setelah itu kembali ke kantornya.

Namun, sang suami tidak bisa dihubungi kembali via telepon ataupun WhatsApp. Hingga akhirnya ditemukan meninggal pada Senin (10/9).

Halim, Sosok yang Baik dan Mudah Bergaul

Aisyah menceritakan, selama menjadi anggota Marinir, Halim dikenal aktif menjadi atlet Voli. Korban telah menjadi pemain voli sebelum menjadi anggota Marinir.

Selain itu, korban yang menempuh Pendidikan Tamtama (Dikmata) PK 2009 Marinir itu juga dikenal baik, supel mudah bergaul.

Pertemuan Halim dan Aisyah pertama kali terjadi di acara camping di kawasan air terjun Kakek Bodo, Pasuruan Jawa Timur. Saat itu, Aisyah merupakan mahasiswa pecinta alam yang sedang berkegiatan bersama komunitasnya.

Baca juga: Kuatkan Rizky Febian dan Putri Delina, Sule Beri Nasihat Menyentuh

Kebetulan, Halim merupakan seorang pelatih freelance oleh komunitas pecinta alam. Setelah berkenalan, Halim tak butuh waktu lama memantapkan hatinya kepada Aisyah.

“Dia bilang sama saya, enggak mau pacaran tapi ingin berta’aruf untuk menikah. Mas juga serius menemui orang tua saya,” terang mahasiswi FISIP Unesa ini.

Sekitar bulan Juli, Halim mendatangi kedua orang tua Aisyah untuk melamarnya. Pernikahan pun diselenggarakan pada 27 Agustus 2018.

“Kalau nggak bisa salat jemaah, pasti minimal mengajak saya jemaah berdua. Dia selalu nasehati saya soal agama,” kenangnya.

Karena itu, Aisyah tidak percaya suaminya berbuat nekat hingga bunuh diri. Dia hanya bisa berdoa dan berharap kebenaran yang terjadi terungkap.

“Harapannya, kalau misalnya adanya kebenaran harus diungkap, kasihan juga almarhum di alam sana,” ujarnya.*