Anggota DPRD Manggarai Soroti Video Kekerasan Rensi Ambang

Anggota DPRD Manggarai Soroti Video Kekerasan Rensi Ambang

RUTENG, dawainusa.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Manggarai Marsel Ahang, menyoroti soal video dugaan penganiayaan yang dilakukan Rensi Ambang terhadap Melkior Marseden Sehamu yang viral sejak Minggu, (26/8) pagi.

Menurut Ahang, dugaan penganiayaan yang dilakukan di Waso, Ruteng, tempat kediaman Rensi Ambang itu sebaiknya diselesaikan lewat jalur hukum adat.

Anggota dewan dari fraksi bintang keadilan dan persatuan itu menilai, penyelesaian kasus tersebut akan lebih mudah jika dilakukan melalui mekanisme hukum adat. Sebab, jika diselesaikan lewat hukum pidana, demikian Ahang, akan membutuhkan biaya yang cukup banyak.

Baca juga: Kapolres Soal Video Penganiayaan yang Dilakukan Rensi Ambang

Ia menjelaskan, Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mensahkan Peraturan Daerah Tentang Hukum Adat.

Perda hukum adat tersebut, demikian Ahang, berguna untuk menyelesaikan kasus-kasus yang dapat diselesaikan lewat mekanisme hukum adat.

Karena itu, Ahang meminta kepada Polres Manggarai untuk mempertimbangkan penyelesaian terhadap kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan musisi asal Manggarai itu lewat mekanisme hukum adat.

“Harapan saya agar Polres Manggarai bisa mempertimbangkan hal tersebut apalagi perda tentang Adat sudah disahkan oleh pemerintah propinsi sehingga bisa diselesaikan secara adat istiadat,” tegas anggota DPRD dari Partai PKS tersebut.

Minta Masyarakat Tidak Provokasi

Selain itu, Ahang juga meminta kepada seluruh masyarakat Manggarai untuk menghentikan perbincangan kasus dugaan penganiayaan tersebut di media sosial.

Biarkan kasus dugaan penganiayaan tersebut, kata Ahang, diselesaikan secara damai tanpa adanya upaya provokatif yang justru memperkeruh suasana.

Baca juga: Istrinya Digoda Lewat Facebook, Musisi Flores Ini Hajar Pelaku

“Dan harapanya masyarakat Manggarai raya tidak perlu lagi liat persoalan tersebut untuk dijadikan profokasi antara pihak satu sama lainya. Dan tentu masalah tersebut menjadikan sebuah renungan dan pelajaran antara pihak untuk harus saling memaafkan serta saling berdamai,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Amnggarai AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK mengaku akan menelusuri kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Rensi Ambang terhadap Melkior.

“Polres akan selidiki terkait Video tersebut,” ungkapnya saat dikonfirmasi dawainusa, Minggu (26/8).

Menurut Lapian, dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh musisi Flores itu masuk dalam delik aduan. Namun, hingga saat ini belum ada laporan dari korban yang merasa dirugikan dalam video tersebut.

“Kalo dilihat kejadian tersebut, masuk dalam delik aduan. Sampai saat ini belum ada laporan dari orang yang merasa dirugikan di video tersebut,” ungkapnya*