Kisah Anak Perempuan yang Dibunuh Ayah Tiri, Gonggongan Anjing Jadi Petunujuk
Gambar Ilustrasi/Ist

Dawainusa.com – Kisah seorang anak perempuan (14) berinisial SN di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang dibunuh ayah tirinya mengundang haru.

Korban yang merupakan warga Jorong Koto Tinggi, Kenagarian Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, tersebut sebelumnya dilaporkan hilang oleh ibu kandungnya berinisial R (37), Minggu (18/4/2021).

Dilansir dari TribunNews, Senin (26/4/2021), menurut pengakuan sang ibu, hilangnya SN berawal saat dirinya pergi ke ladang gambir.

Baca jugaMenaker Ungkap Posko THR 2021 Sudah Ada di 34 Provinsi

Dibunuh Ayah Tiri

Berdasarkan pengakuan R, saat itu, ia meninggalkan anak gadisnya bersama ayah tirinya berinisial SM alias Md (50) di rumah.

Mendapati hal tersebut, R lantas melaporkannya kepada pihak kepolisian dan melakukan pencarian.

Pencarian pun dilakukan pihak Basarnas dan kepolisian menyisir ladang gambir.

Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya, Kamis (24/4/2021) korban ditemukan secara tak sengaja oleh seorang warga sekitar pukul 14.30 WIB.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan menjelaskan, penemuan berawal ketika seorang warga bernama Nata Saputra (24) pulang dari ladang gambirnya dengan membawa seekor anjing.

“Sesampai di ladang gambir itu, anjing milik Nata menggonggong dan meronta-ronta,” kata Stefanus Satake Bayu Setianto, Minggu (25/4/2021).

Selanjutnya, anjing tersebut dilepaskan dan langsung menuju lokasi di mana korban ditemukan.

“Anjing tersebut hanya menggonggong, sehingga Nata mendekati arah anjingnya. Lalu, dia melihat gundukan tanah yang terlihat ada tangan manusia,” katanya.

Selanjutnya, Nata lari ketakutan dan memberitahukan kepada warga panggilan Icun yang sedang bekerja mencangkul sawah.

Setelah itu, Icun dan warga lainnya melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud Nata tadi.

“Dan, benar mereka melihat tangan manusia. Waktu itu, mereka juga melihat tubuh manusia yang telah terkubur,” ujanrya.

Akhirnya, Nata memberitahukan kepada orang tua kandung korban berisial R (37).

“Selanjutnya masyarakat lainnya beserta pihak kepolisian mendatangi lokasi penemuan mayat tersebut.”

“Lalu dilakukan penggalian dan ternyata memang benar mayat tersebut adalah korban,” kata Satake Bayu.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Achmad Darwis Sulki untuk dilakukan visum mayat.

Tim SAR

Foto penggalian makam korban/TribunNewsBaca jugaSoal Larangan Mudik, 200 Personel Gabungan Diterjunkan

Tangkap ayah tiri

Diketahui lokasi penemuan jasad korban berada pada jarak sekitar 700 meter dari rumahnya dan dari lokasi pinggir jalan sekitar 50 meter.

“Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Guguk Iptu Heri Yuliardi bersama anggota langsung melakukan pengamanan terhadap ayah tiri korban,” ujarnya.

Satake Bayu, menyebutkan, sekitar pukul 17.00 WIB pelaku diamankan di rumah orang tuanya di Balai Jariang, Kelurahan Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh, Sumbar.

“Telah dilakukan penangkapan dan penetapan sebagai tersangka terhadap pelaku inisial SM alias Md (50) seorang petani yang merupakan ayah tiri korban,” kata Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.

Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan, korban berinisial Sr (14) masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) diduga sengaja dihilangkan nyawanya oleh ayah tirinya.*