Maju Jadi Calon Wali Kota di Australia, Amye Un Minta Doa dari Warga NTT
Amye Un - ist

KUPANG, dawainusa.com – Amye Un (60), perempuan asal Niki-niki, Amanuban Tengah, Timor Tengah Selatan, NTT meminta doa dari warga NTT agar sukses dalam kontestasi wali kota di Darwin, Australia.

“Saya percaya, basodara semua di NTT dan di mana saja dapat mendoakan dan memberi restu bagi saya terutama dalam mengikuti suksesi Walikota Darwin, Australia,” tutur Un, Senin (16/8).

Baca juga: Hebat! Perempuan asal Pedalaman NTT Ini Jadi Calon Wali Kota di Australia

Un mengungkapkan, saat ini ia cukup optimis untuk bertarung dalam kontestasi tersebut. Pasalnya, dari enam orang calon, ia merupakan perempuan dengan tingkat elektabilitas tertinggi berdasarkan hasil survei dan data statistik terbaru. “Sekali lagi mohon doa, ya,” kata Un.

Amye Un Maju sebagai Calon Independen

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam pencalonan Wali Kota Darwin Northern Territory, Australia tersebut, Amye Un maju sebagai calon independen.

“Kami ada enam calon yang akan bertarung dalam pemilihan Wali Kota Darwin, dan saya satu-satunya yang maju melalui jalur independen,” ungkap Un pada Kamis (12/8).

Un mengungkapkan, ia maju dalam kontestasi calon wali kota di Autralia itu karena mendapat dukungan dari masyarakat setempat, secara khusus dari masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Baca juga: Bawaslu NTT Temukan 36 Pelanggaran Pilkada, Terbanyak di Manggarai dan Sumba Timur

Selain karena mendapatkan dukungan tersebut, Un juga mengaku bahwa hal tersebut ia lakukan karena dirinya juga mau untuk bertarung. Apalagi, demikian Un menjelaskan, di wilayah tersebut sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Adapun terkait alasan ia memilih jalur independen ialah karena dirinya tidak ingin terikat dengan partai politik apa pun.

“Kalau di partai kita tidak bisa menyampaikan aspirasi masyarakat dengan baik. Protes dari masyarakat, kalau melalui partai politik, tidak seluruhnya disampaikan ke Parlemen. Kalau independen kita bisa sampaikan apa saja yang diinginkan rakyat,” terang Un.

Un mengungkapkan, selama ini, banyak aspirasi dari masyarakat yang tidak pernah ditanggapi oleh pemerintah. Oleh karena itu, melalui jalur independen, ia akan siap untuk memperjuangkan semuanya.

Amye Un Akan Tuntaskan Berbagai Persoalan

Amye Un sendiri berjanji bahwa jika terpilih nanti, ia akan menyelesaikan berbagai macam persoalan yang ada di wilayah tersebut.

Berbagai persoalan yang dimaksud di antaranya ialah pekerjaan yang layak, kesehatan, tempat penampungan bagi warga kulit hitam, dan persoalan kriminal yang cukup meresahkan warga.

Adapun kasus kriminal yang marak terjadi di daerah tersebut, demikian Un mengungkapkan, di antaranya adalah pencurian mobil dan kasus pembongkaran rumah warga.

Baca juga: Menkominfo paparkan Inovasi 6 Pilar Smart City

“Masyarakat sangat membutuhkan seseorang seperti saya yang berjiwa masyarakat atau dekat dan berbaur dengan masyarakat bawah, untuk kita kerjasama hentikan ini,” tutur Un.

Lebih lanjut, terkait warga kulit hitam, Un mengatakan, selama ini, banyak di antara mereka yang hanya tinggal di emperan toko dan di bawah pohon karena tidak memiliki rumah.

“Kalau musim hujan, kasihan mereka. Kita harus membangun tempat penampungan sehingga mereka diberikan kesempatan hidup layak seperti warga lainya,” kata Un.

Un menyatakan, jika terpilih sebagai wali kota, dirinya akan membenahi semuanya itu, termasuk penguatan ekonomi Darwin, yang menurutnya kaya akan sumber daya alam.

Sementara itu, terkait tekadnya untuk maju sebagai calon wali kota, Un menyebut bahwa dirinya sudah dihubungi oleh pihak Konsulat RI di Darwin.

“Kemarin saya ditelepon oleh Konsulat RI di Darwin, mereka sampaikan kalau dalam sejarah, saya orang pertama berdarah indonesia yang terjun ke politik Australia,” ungkap Un.

Un pun merasa bangga, karena sebagai orang Indonesia yang berasal dari pedalaman NTT, ia bisa tampil dalam kontestasi politik di Negeri Kanguru, yang akan digelar pada 28 Agustus 2021 mendatang.

“Kalah atau menang, saya tidak peduli. Yang penting saya ada nama di negeri ini. Orang Indonesia pertama dalam sejarah yang bergabung di politik Australia,” tutur Un.*