Dawainusa.com — Wacana naturalisasi terhadap lima pemain muda Brazil belakangan santer dibicarakan. Pemain Bhayangkara FC Alsan Sanda menolak keras rumor tersebut.

Mantan anggota Sekolah Sepak Bola Tunas Muda Kupang itu menegaskan, daripada PSSI melakukan naturalisasi terhadap pemain asing, lebih baik membina banyak pemain muda potensial.

Salah satu daerah yang memiliki pemain muda berkualitas, kata Alsan, adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Di NTT, lanjut dia, banyak pemain muda berkualitas yang tidak terdeteksi untuk tim nasional (timnas) Indonesia.

Pemain yang pernah didapuk sebagai striker Bali United itu lantas mempertanyakan orientasi kelima calon pemain naturalisasi asal Brazil yang akan bermain di Liga 1.

“Kalau naturalusasi ujungnya mereka datang hanya main bola terus kurangi bibit pemain muda lokal, kan kasihan juga. Orientasinya juga mungkin beda, jadi saya tak setuju, karena masih banyak pemain kita yang mampu, dari NTT juga banyak bibit pemain muda,” ujar pemain 28 tahun seperti dilansir dari Indosport.

Baca Juga: Video Sejumlah Pria Hadiri Pesta Pernikahan Pakai Celana Bola Viral, Begini Reaksi Pengantin Wanita

Alsan Sanda: Naturalisasi Pemain Keturunan Indonesia

Alsan Sanda lebih setuju apabila PSSI mencoba memaksimalkan pemain keturunan yang banyak tersebar di Eropa sebagaimana dilakukan selama ini.

Menurut bek sayap kiri Bhayangkara FC itu, para pemain tersebut dinilai lebih punya nasionalisme karena memiliki hubungan darah dan keterikatan batin dengan Indonesia.

“Kalau pemain asing itu kurang begitu bagus, mereka tak ada darah Indonesia jadi naturalisasi saya tidak setuju,” pungkas Alsan Sanda.

Baca Juga: 16 Kecamatan di Sikka-NTT Tak Punya Sinyal, Warga Nekat Lakukan Ini

Sebelumnya, isu naturalisasi lima pemain Brasil ke Timnas Indonesia U-19 juga mendapat pertentangan dari Fakhri Husaini, mantan pelatih Timnas Indonesia U-16.

Ia mengatakan, Indonesia melepas status tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 bila rencana naturalisasi itu bena-benar terjadi.

Sementara itu, pengamat sepakbola Tommy Welly menilai, naturalisasi merupakan hasil dari cara berpikir PSSI yang ingin mendapatkan hasil dengan cara instan.

“Menurut saya, publik tidak menuntut itu. Publik mau lihat keseriusan PSSI, keseriusan timnas mempersiapkan anak-anak muda kita,” ujar pria yang akrab disapa Towel itu.

Ia pun menegaskan bahwa keputusan naturalisasi pemain asing adalah bentuk penyangkalan dan pencideraan PSSI terhadap pembinaan pemain muda Indonesia.

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menanggapi tuduhan banyak pihak mengenai keterlibatan PSSI dalam proses perekrutan pemain-pemain muda Brazil dan tudingan bahwa PSSI akan menaturalisasi pemain-pemain tersebut.

“Kedatangan para pemain asing muda dari Brasil ini tidak ada kaitannya dengan PSSI. Itu urusan klub Liga 1. Pemain yang dipanggil timnas Indonesia tentu harus berpaspor Indonesia,” kata mantan pelatih Timnas U-19 di situs resmi PSSI, Kamis (20/8).*