Ali Ngabalin Angkat Bicara soal Isu Reshuffle Kabinet Digelar Rabu Besok
Foto Instagram/@ngabalin

Dawainusa.com – Isu resshufle kabinet Jokowi-Maruf Amin yang ramai dibicarakan beberapa waktu belakangan ini membuat Ali Ngabalin angkat bicara.

Diketahui, Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP) itu kembali angkat bicara terkait isu diselenggarakannya reshuffle kabinet pada Rabu (21/3/2021) besok.

Ia mengatakan bahwa terkait isu tersebut tidak ada yang mustahil bagi Presiden Joko Widodo.

Baca jugaPM Pakistan Minta Barat Mengkriminalisasi Penistaan terhadap Islam

Komentar Ali Ngabalin

Ali Ngabalin mengatakan  tidak ada yang mustahil bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil keputusan.

Terlebih, sosok Presiden Jokowi yang selama ini ia kenal tidak pernah menunda waktu.

“Tidak ada yang mustahil. Karena saya berkali-kali mengatakan karakter kepemimpinan yang ada pada Bapak Presiden Jokowi itu beliau tidak pernah menunda waktu,” kata Ngabalin, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Selasa (20/4/2021).

Ngabalin juga menyebut, Presiden Jokowi selalu cepat dan tepat untuk menyampaikan keputusan kepada publik, tak terkecuali tentang reshuffle kabinet ini.

“Selalu cepat mengambil keputusan dan insyaallah selalu tepat dalam membuat keputusan kepada publik,” ungkap Ngabalin.

Di sisi lain, Ngabalin mengatakan, proses penataan kembali kelembagaan dari hasil penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek rupanya membutuhkan waktu.

Untuk itu, ia mengakui prediksinya soal gelaran reshuffle kabinet pada pekan lalu, meleset.

“Pekan-pekan lalu, saya memang bilang dalam waktu dekat dalam pekan-pekan ini.”

“Saya meyakini pekan kemarin, tapi ternyata tidak cukup,” ungkapnya.

Seperti diketahui, reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang sebelumnya digelar dalam waktu dekat rupanya belum juga diumumkan.

Sontak, kemunduran pengumuman reshuffle kabinet oleh Presiden Jokowi pun membuat tanda tanya.

Disamping itu, nama-nama yang digadang-gadang menempati beberapa pos kementerian pun semakin mencuat.

Dari berbagai inisial yang disebut oleh para pengamat hingga kabar adanya partai oposisi yang bakal dirangkul oleh Jokowi.

Dengan demikian, Ngabalin pun menyampaikan, kemunduran pengumuman menandakan reshuffle kabinet memang sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.

Ngabalin dan Jokowi
Foto Instagram/@ngabalin

Baca jugaJoseph Paul Zhang Mengaku Sudah Bukan Warga Negara Indonesia

Nama-nama Calon Menteri 

Sebelumnya, Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, nama-nama calon yang diprediksi menempati posisi sebagai menteri bersaing dengan ketat.

Terlebih, jika yang direshuffle hanya dua pos kementerian.

Yakni penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek menjadi Kemendikbudristek, dan pembentukan Kementerian Investasi.

Untuk itu, Adi menilai, sampai saat ini pengumuman kapan dilaksanakannya reshuffle kabinet belum dipastikan.

“Jika yang direshuffle hanya dua menteri, nah soal posisi dua menteri ini yang menurut saya keras betul.”

“Kenapa misalnya sampai saat ini belum ada pengumuman karena begitu banyak orang berkepentingan dalam kementerian ini,” kata Adi, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Selasa (20/4/2021).

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini mengatakan, masyarakat akan mudah mempercayai nama-nama calon yang diisukan menjadi menteri.

Sebab, nama-nama tersebut disampaikan langsung oleh para elite politik yang dekat dengan pemerintah.

Termasuk, pernyataan Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mereshuffle menteri berinisial M.

“Nama-nama lain yang disebut misalnya ada enam, inisial M, dan lain-lain itu tentu kita percaya.”

“Karena yang ngomong adalah orang yang dekat dengan kekuasaan politik,” ungkap Adi.

Menurutnya, jika nama menteri berinisial M tidak jadi direshuffle, maka kredibilitas PKB patut dipertanyakan.

Sebab, ia menilai selama ini statement-statement dari PKB selalu terukur.

“PKB itu adalah partai koalisi pemerintah, statement-statementnya juga selama ini terukur.”

“Kalau elite PKB yang ngomog inisial M kemungkinan direshuffle itu nggak terjadi, tentu dia bohong.”

“Dia membawa kredibilitasnya layak dipertanyakan,” kata Adi.*