Albany, Kota yang Ingin Jadi Tempat Ternyaman untuk Mati

Albany, Kota yang Ingin Jadi Tempat Ternyaman untuk Mati

Albany, sebuah kota kecil di pesisir selatan Australia Barat dikenal sebagai kota yang unik. Pasalnya, selain disebut sebagai kota yang indah untuk ditingggali, Albany juga dikenal sebagai tempat ternyaman untuk mati. (Foto: Kota Albany - viatorcom.nl)

AUSTRALIA, dawainusa.com Albany, sebuah kota kecil di pesisir selatan Australia Barat dikenal sebagai kota yang unik. Pasalnya, selain disebut sebagai kota yang indah untuk ditingggali, Albany juga dikenal sebagai tempat ternyaman untuk mati.

Dilengkapi dengan fasilitas perawatan paliatif terbaik, layanan kesehatan serta rumah perawatan yang maju, Albany pun menjadi tujuan banyak warga Australia Barat untuk menjalani hari-hari terakhir kehidupannya.

Albany menjadi kota terakhir di negara bagian ini yang masih memiliki rumah-rumah perawatan milik masyarakat, yang melayani mereka menjelang hari-hari terakhir hidupnya.

Pelayanannya ditempat ini pun bervariasi termasuk menyelenggarakan perayaan saat-saat akhir kehidupan seseorang. Menurut Andrew Talmage dari organsasi Community Hospice, mereka yang mencari tempat baru untuk menghabiskan hari tuanya, biasanya akan mencari tahu mengenai fasilitas pendukung yang tersedia.

Baca juga: 4 Bisnis Sandiaga Uno yang Menjadikannya Salah Satu Orang Terkaya

Dia mengaku, sejumlah penduduk Kota Perth menanyakan rumah-rumah perawatan di Albany dan persyaratan untuk bisa mendapatkan pelayanan di sana. Dia mengatakan, orang-orang tersebut kemungkinan hidupnya tinggal menunggu waktu akibat penyakit yang dideritanya.

“Tapi bisa juga orang biasa yang menyadari bahwa hidup kita pasti akan berakhir dan bukan hanya mencari kenyamanan saat hidup tapi juga saat menghadapi kematiannya,” jelas Talmage seperti dilansir ABC, Jumat (10/8).

Kematian Tak Harus Menyedihkan

Talmage menyebut, rumah perawatan tempatnya bekerja sangatlah menyenangkan. “Banyak orang mengira segala hal yang berhubungan dengan kematian dan akhir dari kehidupan pasti menyedihkan. Tapi tempat ini justru paling mengasyikkan yang pernah saya rasakan,” katanya.

Menurut dia, kebanyakan orang yang menjalani perawatan di tempat kerjanya itu, kembali ke rumah mereka dengan situasi lebih baik. Dia mengatakan, para pasien tersebut memiliki keinginan yang sangat beragam.

Baca juga: Jokowi-Ma’ruf dan Isu Islamofobia di Indonesia

Misalnya, ada keluarga yang bersulang bagi orang yang mereka kasihi mumpung orang tersebut masih hidup. “Kami tidak pernah menolak, termasuk mereka yang datang membawa anjing, kucing dan burung piaraannya,” katanya.

Talmege menambahkan, mereka juga pernah menggelar pesta pernikahan bagi seseorang yang sudah menunggu saat-saat terakhir hidupnya.

Lebih Maju Dalam Urusan Kematian

Sementara itu, Irene Montefiore, seorang warga Albany yang mengelola Death Cafe (Kafe Kematian) mengatakan, kotanya lebih maju dalam urusan ini.

“Orang ingin menjalani masa pensiunnya di tempat yang indah. Dengan fasilitasnya, Albany menjadi tempat yang nyaman menjalani hari tua dan kematian,” katanya.

Baca juga: Rangkul Ulama, Maruf Amin: Dulu Saya yang Gerakkan Aksi 212

Selain itu kata Irene, pekan ini, masyarakat Australia merayakan hari Dying to Know Day, yang didedikasikan sebagai hari untuk mendiskusikan kematian. Menurut Irene Montefiore, banyak orang melihat kematian sebagai sesuatu yang harus ditakuti.

“Kita cenderung menyerahkan topik yang sulit ini ke profesi medis,” katanya.

Dia berharap topik kematian hendaknya dibahas sebagai suatu hal yang lumrah. Sementara itu, Ian Bateman yang istrinya meninggal dunia di Albany Community Hospice tahun lalu, kini memilih menjadi sukarelawan di sana.

“Istriku terlihat begitu cantik. Saya sangat bersyukur dia bisa datang ke tempat yang indah ini,” katanya.

Setelah pindah ke Albany, Bateman memutuskan membantu pelayanan di tempat itu. “Rumah perawatan ini permata yangsebenarnya dalam masyarakat kita. Saya kira hal inilah yang membedakan Albany dengan kota lainnya,” ujarnya.

Kemudian dijelaskan oleh Walikota Albany, Dennis Wellington, suatu kota sangat perlu menyiapkan layanan terbaik untuk perawatan menjelang kematian.

“Sangat sedikit rumah perawatan seperti itu di Australia Barat. Padahal kematian itu sesuatu yang harus kita hadapi,” katanya.*