Alasan PKS Sebut Mesin Politik Prabowo-Sandiaga Terancam Mati

Alasan PKS Sebut Mesin Politik Prabowo-Sandiaga Terancam Mati

JAKARTA, dawainusa.com Mesin politik pasangan Capres-Cawapres 02, Prabowo-Sandiaga diklaim terancam mati. Hal itu disampaikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI. Alasan PKS menyampaikan hal itu karena posisi wagub DKI yang sampai hari ini belum terisi.

Diketahui, antara Gerindra dan PKS masih bersih tegang soal posisi wagub. Kedua partai ini belum mencapai kata sepakat mengsusung satu nama menggantikan posisi Sandiaga Uno yang maju di Pilpres mendapingi Prabowo Subianto. PKS ngotot memperjuangkan kadernya untuk menggantikan Sandi demikianpun Gerindra.

Baca juga: Ruang Ngobrol Joglo Aquinas; Mengurai Dinamika Politik Lokal Kita

“Jadi mesinnya partai itu kan kader. Kalau kadernya kecewa, dia akan mengekspresikannya berbeda. Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai mati, tuh. PKS kan partai kader,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi di Jakarta, Selasa (30/1).

Namun mengomentari hal itu, Anggota Majelis Syuro PKS Aboebakar Al Habsyi mengatakan apa yang disampikan PKS DKI hanya sekadar gimmick politik. “Saya rasa tidak arah ke situ ya. Tetapi sebagai gimmick-gimmick politik oke-oke saja lah,” kata Aboebakar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10/).

Menurut dia, gimmick politik semacam itu diperlukan. Alasannya untuk menyadarkan para ‘hamba Allah’ bahwa PKS-Gerindra bekerja untuk kepentingan bersama. Namun dia tak menjelaskan siapa ‘hamba Allah’ yang dimaksud.

“Biar sadar juga itu hamba-hamba Allah bahwa sesungguhnya kita ini bersama dan bekerja sama. Bukan bersama untuk kepentingan sendiri,” ujarnya.

Aboebakar pun menanti keputusan soal Wagub DKI. Dia yakin ketum Gerindra Prabowo Subianto memutuskan yang terbaik. “Lebih cepat lebih bagus ya. Prabowo lebih mengerti mustinya ya dan Anies (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) sudah sangat membutuhkan. Saya rasa tinggal diputuskan. Tinggal teknis dalam dialog yang perlu diselesaikan,” tutur Aboebakar.

Gerindra Minta PKS Tak Mengancam

Terpisah, Gerindra melihat apa yang disampikan PKS merupakan manuver untuk mendapatkan kursi Wagub. Gerindra kemudian meminta PKS tak mengancam dan menyarankan PKS DPW DKI Jakarta menyerahkan urusan soal wagub ke Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Seggaf Al-Jufri dan Presiden PKS Sohibul Iman.

“Saya rasa urusan Wagub DKI ini kan sebenarnya nggak perlu saling ancam. Putusan itu kan di tangan Pak Prabowo ya. Tinggal dibicarakan dengan Pak Prabowo, Pak Sohibul dengan Pak Salim. Nggak usah saling ancam,” kata anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade.

Baca juga: Tragedi Lion Air, Hotman Paris Minta Pengacara Amerika Datang ke Indonesia

Andre menyarankan semua pihak menahan diri untuk tidak banyak berkomentar ke publik. Menurut Andre, sikap mengancam bukanlah budaya yang baik dan malah nantinya menimbulkan kesan PKS begitu berambisi terhadap kekuasaan.

“DPD Gerindra DKI menahan diri dan DPW PKS menahan diri. Serahkan kepada pimpinan untuk selesaikan daripada ancam-mengancam, karena ancam-mengancam bukan budaya yang baik. Dengan saling ancam ini terkesan orang yang mengancam begitu berambisi,” ujar Andre.

Andre mengatakan Prabowo adalah sosok yang selalu menjaga komitmen dan menepati janji. Terkait maksud Prabowo menyerahkan urusan kursi wagub ke Ketua Gerindra DKI M Taufik, Andre menyarankan agar PKS menanyakan langsung hal tersebut.

“Saya rasa Pak Prabowo orang yang selalu komitmen dengan janji, kalau memang Pak Prabowo berjanji. (Maksud Prabowo menyerahkan masalah kursi wagub ke M Taufik) ya silahkan ditanyakan terjemahannya ke Pak Prabowo oleh Pak Sohibul dan Pak Salim. Tidak usah ngamuk-ngamuk dulu. Kan tinggal ketemu di Kertanegara (kediaman Prabowo), tinggal komunikasi. Mengancam itu tidak menyelesaikan masalah,” tutur Andre.

Terakhir, Andre optimis PKS akan terus menggerakan mesin partainya untuk mengawal kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Saya punya keyakinan bahwa PKS, insyaAllah, akan berkomitmen dalam koalisi yang kita bangun bersama. Karena kami yakini PKS bersama PAN, Demokrat dan Gerindra punya mimpi dan harapan yang sama untuk memperbaiki nasib bangsa ini. Saya yakini betul PKS akan terus bersama kami dan bergerak mesinnya untuk menyambut perubahan dan perbaikan Indonesia yang jauh lebih baik di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi,” ucap Andre.*