Alasan Pemerintah Pilih Social Distancing Ketimbang Lockdown

Senin (30/3/2020).
Ilsutrasi - ist

dawainusa.com Hingga saat ini Indonesia belum mengambil keputusan untuk menerapkan lockdown demi menekan penyebaran virus corona.

Opsi yang dilakukan pemerintah adalah social distancing atau jaga jarak sosial. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum mengindahkan hal tersebut. Sehingga banyak yang menyarankan untuk dilakukan lockdown.

Baca juga: Seperti Apa Strategi Korsel Menekan Penyebaran Virus Corona?

Menko Polhukam Mahfud MD turut mengomentari soal ini. Menurutnya opsi lockdown tidak menjamin dalam mengurangi penyebaran covid-19.

Dia pun mencontohkan apa yang terjadi di Italia. Menurutnya, meski melakukan lockdown, banyak masyarakat tak disiplin dan korban masih berjatuhan.

“Sehingga lockdown itu pun, di samping juga agak kurang manusiawi, itu juga ternyata tidak efektif di Italia,” kata Mahfud seperti dilansir Merdeka.com, Senin (23/3).

Dia pun coba menelaah apa yang dilakukan di salah satu negara lain. Di mana menurutnya, itu tak manusiawi karena setiap orang diminta untuk meningkatkan imunitas sendiri atau menyebabkan pertaruhan imunitas.

“Oleh sebab itu Indonesia lalu menggunakan social distancing,” jelas Mahfud.

Alasan Pemerintah Pilih Social Distancing Ketimbang Lockdown
Ilustrasi – ist

Istilah Social Distancing Diganti

Namun, menurut dia, telah disepakati bahwa istilah tersebut diganti.

“Kemarin disepakati. Social distancing itu nampaknya kurang bagus istilahnya, lalu ada istilah physical distancing yang lebih dianjurkan lagi untuk menggunakan istilah jarak fisik,” ungkap Mahfud.

Menurut dia, memang ini yang terus ditempuh oleh pemerintah untuk masyarakat.

Baca juga: Setiap 100 Tahun Wabah Mematikan Pernah Terjadi di Dunia

“Itu yang ditempuh oleh pemerintah. Agar melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain itu dihindari kalau tidak sangat penting,” jelas Mahfud.

Menurut dia, itu bukan kebijakan baru. Hanya mengubah namanya yang dipandang tak sesuai dengan budaya Indonesia.

“Seakan-akan menjauhkan kerukunan masyarakat. Oleh sebab itu namanya bukan social distancing tapi physical distancing tidak mengubah kebijakan apa-apa, hanya namanya saja,” pungkasnya.*

Artikulli paraprakSeperti Apa Strategi Korsel Menekan Penyebaran Virus Corona?
Artikulli tjetërTak Bisa Peluk Sang Ibu yang Dikarantina, Tangis Anak ini Pecah!