Alasan Kubu Prabowo Usulkan Gaji Guru Naik jadi Rp20 Juta

Alasan Kubu Prabowo Usulkan Gaji Guru Naik jadi Rp20 Juta

JAKARTA, dawainusa.com Rendahnya upah guru menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia. Persoalan ini kembali disoroti kubu oposisi Prabowo-Sandiaga. Melalui Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kubu oposisi mengusulkan agar upah guru dinaikkan menjadi Rp20 juta.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera menjelaskan, kondisi pendidikan di Indonesia masih perlu diperbaiki. Salah satu caranya adalah menaikkan gaji guru. Menurutnya, apabila pemerintah menaikkan gaji guru menjadi Rp20 juta per bulan, maka akan berpengaruh pada peningkatan kualitas guru di Indonesia.

Baca juga: FTJ 2018, Memanggil Pulang Gen Z untuk Kembali ke Rumah Seni

Dengan gaji puluhan jta tersebut, demikian Mardani, pemerintah bisa menyeleksi guru-guru yang terbaik. Terlebih, kata Mardani, jika hal tersebut dapat terwujud, tak menutup kemungkinan ada guru dari luar negeri yang ke Indonesia untuk mengajar.

“Perbaikan utama mau tak mau gaji guru dinaikkan, diseleksi secara baik. Gurunya yang terbaik. Kalau gaji guru Rp 20 juta, nanti orang-orang di seluruh dunia datang (ke Indonesia) mengajar anak kita. Nanti disiapkan kepala sekolahnya dari kita,” kata Mardani di Jalan Raya Malaka, Kelapa Sawit, Jakarta Timur, Selasa (20/11).

Selain itu, Mardani mengungkapkan apabila kualitas guru sudah membaik maka akan berpengaruh pula kepada murid-muridnya.  Ia membandingkan kualitas kedisiplinan murid di Jepang yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan murid di Indonesia.

Misalnya, kata Mardani, murid di Jepang sudah terbiasa untuk bangun pagi, merapikan tempat tidur, mengatur jam belajar, hingga tidur tepat waktu. “Jadi tidak lagi dibangunin disuruh sholat susah” imbuh Mardani.

Alokasi Anggaran

Alokasi pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 masih sama seperti tahun 2018, yakni 20 persen dari total belanja pemerintah yang mencapai Rp2.461 triliun. Artinya, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp492 triliun untuk pendidikan.

Dana itu dibagi untuk dua hal, yakni sebanyak Rp308 triliun akan disebar ke berbagai daerah. Sementara, sisanya akan diberikan ke beberapa Kementerian/Lembaga (K/L) yang melaksanakan program pendidikan.

Presiden Joko Widodo telah menaikkan gaji PNS. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 mengenai gaji pegawai negeri sipil. Gaji PNS mengalami kenaikan sebesar 6 persen di tahun 2015, dimana gaji terendah PNS adalah Rp1.488.500 per bulan.

Baca juga: Sambangi Istana, Koalisi Save Nuril Minta Jokowi Beri Amnesti

Gaji pokok tersebut untuk PNS Golongan I a dengan masa kerja 0 tahun. Sementara gaji pokok tertinggi PNS adalah Rp 5.620.300 per bulan untuk PNS Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun. Pemerintah juga memberikan tunjangan buat guru. Tunjangan itu cenderung meningkat setiap tahun.

Dalam dokumen Direktur Penyusunan APBN Kemenkeu pada November 2017 disebutkan alokasi tunjangan profesi guru cenderung meningkat seiring peningkatan guru tersertifikasi. Tahun 2010 anggarannya Rp10 triliunan, sementara pada 2017 sudah mencapai lebih dari Rp50 triliunan.

Tanggapan Kubu Jokowi

Menanggapi usulan kubu Prabowo-Sandiaga, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Johnny G Plate mengatakan, usulan Mardani Ali Sera soal kenaikan gaji guru hingga Rp20 juta merupakan janji kampanye yang lucu.

Mengutip CNN Indonesia, Plate menyarankan Mardani belajar soal struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ketimbang bicara tanpa dasar yang kuat.

“Lucu itu [janjinya], lucu. Belajar APBN dengan baik dulu deh, cek struktur belanja negara dulu, cek penerimaan negara dulu gitu. Biar tau persisnya dulu soal penerimaan dan belanja negara,” kata Plate.

Baca juga: Cipayung Plus Bantah Terima Suap dari BIN untuk Dukung Jokowi

Plate menegaskan bahwa seseorang tak bisa secara asal-asalan menyebut nominal kenaikan gaji bagi para guru tersebut. Sebab, pemerintah memiliki dasar dan mekanisme tersendiri untuk menentukan gaji bagi para guru melalui alokasi dana pendidikan dalam APBN.

“Jadi itu dia mengerti anggaran negara ga? Gimana komposisi anggaran negara para guru? Belajar dulu deh, baru ngomong. Harus ada dasarnya. Kan ga bisa seenaknya [naikin] Rp20 juta, kenapa enggak sekalian Rp100 juta,” kata Plate.

Sementara, Juru Bicara TKN Arya Sinulingga menegaskan bahwa Jokowi telah memerhatikan kesejahteraan bagi guru dan PNS dengan berbagai program yang dikeluarkan selama menjabat empat tahun bekalangan.

“Selama ini Pak Jokowi sudah memberikan perbaikan sangat banyak, tak hanya guru tapi hampir semuanya PNS itu bisa dikatakan sangat baik, apalagi guru, guru diberikan banyak insentif-insentif,” kata Arya.

Arya menilai selama ini berbagai program kesejahteraan, baik bagi para guru dan PNS sudah berjalan baik. Ia pun mengatakan Jokowi bakal meningkatkan berbagai insentif atau tunjangan yang berguna bagi para guru itu tiap tahunnya apabila terpilih kembali di periode kedua mendatang.

“Jadi kita melihat bahwa ini soal kesejahteraan guru dan selama ini sudah baik gitu. Jadi kita lihat pak Jokowi punya program kesejahteraan guru sudah banyak dilakukan dan ini akan meningkat terus, tiap tahun akan meningkat terus,” katanya.*

COMMENTS