Alasan Kemanusiaan, Jokowi Izinkan Ba’asyir untuk Berobat

Alasan Kemanusiaan, Jokowi Izinkan Ba’asyir untuk Berobat

Atas alasan kemanusiaan, Presiden Joko Widodo menyetujui usulan pemindahan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir ke rumah sakit untuk berobat dan mendapatkan perawatan yang lebih baik. (Foto: Abu Bakar Ba'asyir - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Atas alasan kemanusiaan, Presiden Joko Widodo menyetujui usulan pemindahan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir ke rumah sakit untuk berobat dan mendapatkan perawatan yang lebih baik.

“Iya, iya (setuju). Ini kan sisi kemanusiaan yang saya kita juga untuk semua. Kalau ada yang sakit, tentu saja kepedulian kita untuk membawanya ke rumah sakit untuk disembuhkan,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3).

Meski demikian, Jokowi belum menjelaskan soal kemungkinan pemberian grasi dan abolisi kepada Ba’asyir. Ia mengaku hingga saat ini belum memprosesnya karena belum ada surat permohonan yang masuk.

Baca juga: Prabowo Jadi Pesaing Kuat, Elektabilitas Joko Widodo Menurun

“Sampai hari ini belum ada. Belum ada surat yang masuk ke saya,” imbuh dia.

Grasi, menurut pasal 1 angka 1 UU No. 22 Tahun 2002 tentang Grasi, adalah pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden.

Abolisi, menurut UU Darurat No 11/1954 tentang Amnesti dan Abolisi, adalah penghapusan penuntutan pidana. Pemberian abolisi mempertimbangkan pertimbangan Mahkamah Agung.

Kondisi Kesehatan Terganggu

Sebelumnya, pria 79 tahun itu mengajukan upaya pembebasan, tahanan rumah, dan pengobatan yang layak. Pasalnya, ia dikabarkan sering mengalami sakit di dalam penjara. Hal itu dibenarkan Kuasa Hukum Ba’asyir, Achmad Michdan.

Achmad menyebut, selain kondisinya sering sakit, usianya yang semakin uzur setidaknya memberikan keringanan agar Ba’asyir dipndahkan ke lingkungan keluarga.

Baca juga: Partai Garuda Bantah Isu ‘Ban Serep’ Gerindra

Michdan mengaku sudah mendapatkan izin agar Ba’asyir bisa menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Rencananya, pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu akan dibawa ke RSCM hari ini.

“Tanggal 10 November gagal. Sekarang sudah ada [jadwal pada] 22 [Februari] kemarin, diundur Kamis (1/3). Perizinan udah selesai semua,” ujar Michdan.

Menurut Achmad, Ba’asyir mengalami pembengkakan di kedua kakinya akibat masalah pembuluh darah. Gejala awalnya berupa bintik-bintik hitam yang kemudian semakin lama membesar. Pihak Ditjen PAS menyebut Ba’asyir menderita CVI Bilateral atau kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan.

Temui Putra Ba’asyir

Sebelumnya pada Selasa (27/2) kemarin, Menhan Ryamizard menemui putra Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rochim Baasyir di Kompleks Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dalam pertemuan itu, Menhan menanyakan kondisi terkini Ponpes Ngruki sekaligus menanyakan kondisi kesehatan Abu Bakar Ba’asyir.

Baca juga: KPK yakin Kepala Daerah yang Berstatus Tersangka Tidak Akan Dipilih

Pertemuan itu pun dijadikan momentum bagi keluarga untuk memohon pemerintah mengabulkan permintaan membebaskan Ba’asyir sehingga dapat dirawat oleh keluarga. Sebab, usia Baasyir saat ini sudah menginjak kepala delapan.

“Karena kaki beliau bengkak, mau jalan juga sulit dan sebagainya. Kalau di penjara itu usia sudah tua tentu tidak akan mendapat pelayanan kesehatan yang sesuai yang diharapkan. Untuk itu, keluarga berharap alangkah baiknya Ustaz Abu Bakar dikembalikan kepada keluarga supaya mendapatkan perawatan yang diharapkan,” ujar Abdul.*