Alasan Cucu Praklamator Protes soal Sandiaga Diibaratkan Bung Hatta

Alasan Cucu Praklamator Protes soal Sandiaga Diibaratkan Bung Hatta

JAKARTA, dawainusa.com Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ada saja manuver masing-masing kubu untuk menarik perhatian publik. Salah satunya adalah manuver yang dilakukan oleh juru bicara (jubir) capres-cawapres nomor urut 02, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sebagimana diketahui, Danhil mengibaratkan cawapres Sandiaga Uno dengan Proklamator Mohammad Hatta. Sementara capres Prabowo diibaratkan oleh Danhil Proklamatar Ir. Soekarno. Danil mengungkapkan hal itu lewat akun Twitternya, @Dahnilanzar.

Namun apa yang disampaikan Danhil itu diprotes oleh cucu Proklamator, Mohamad Hata, Gustika Jusuf Hatta. Gustika merasa keberatan karena ia menilai hal tersebut tidak lebih dari komoditas politik.

Baca juga: Jokowi Keceplosan ‘Sontoloyo’, Bentuk Kontrol Diri yang Lemah?

“Tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. Tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik. I’m so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it’s getting old @Dahnilanzar,” tulis Gustika, Kamis (25/10).

Alasan Sandiaga Tak Bisa Diibaratkan dengan Bung Hatta

Gustika mengungkapkan alasan Sandiaga tak bisa diibaratkan Hatta. Hatta, kata Gustika selalu mengeluarkan statemen dengan data terbaru dan tidak asal bunyi (asbun). Dia menilai Sandiaga seharusnya belajar dari Menteri Susi terkait kebijakan perikanan.

Menurut Gustika, menteri Susi selalu berbicara dengan menggunakan data sehingga apa yang disampaikan terukur dan tidak mengada-ada. Namun meski begitu, dia menegaskan, ketidaksetujuan atas pengibaratkan itu juga berlaku pada pasangan cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin.

Baca juga: Survei Pilpres Populi Center, Petahana Ungguli Pasangan Prabowo-Sandi

“Untuk memperjelas, ini berlaku ke semua belah pihak ya. MISALNYA Ma’ruf disamakan sama Bung Hatta (karena Hatta turunan ulama tarekat) ya juga salah. Untung TIDAK terjadi sih. Dan by the way, pilpres lalu Hatta Rajasa tiba-tiba dipanggil ‘Bung Hatta’, sekarang gantian. Kan………,” tegas dia.

Sebelumnya, apa yang disampikan Danhil diketahui pertama kali dari video yang diunggah jubir Prabowo-Sandi yang lain yaitu Faldo Maldini.

Faldo mengunggah video di akun Twitternya, @FaldiMaldini, yang berisi alasan Prabowo-Sandiaga harus dipilih menjadi presiden dan wakil presiden 2019. Di ujung video, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai Sandiaga ibarat Bung Hatta.

“Kalau menurut saya, mereka (Prabowo-Sandiaga) bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta. Pak Prabowo itu seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Sudirman. Sedangkan Bang Sandi, itu adalah bagian baru dari Bung Hatta. Itu kenapa mereka berdua pantas jadi Presiden dan Wakil Presiden,” kata Dahnil dalam video yang berdurasi 02:11 menit itu.*