Akhir Drama Sarumpaet, Prabowo Subianto Minta Maaf

Akhir Drama Sarumpaet, Prabowo Subianto Minta Maaf

JAKARTA, dawainusa.com Kabar penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet terbongkar sudah. Aktivis perempuan yang getol mengkritisi rezim pemerintahan Jokowi itu akhirnya mengaku jika kabar tersebut adalah hoaks. Ia bahkan dengan berani mengatakan kalau dirinya adalah pencipta hoaks terbaik.

Selain menyedot perhatian publik tanah air, drama Sarumpaet juga telah menyeret sejumlah elit negeri. Salah satunya adalah calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu turut percaya jika penganiayaan terhadap Ratna adalah benar.

Baca juga: Ratna Sarumpaet Sebut Dirinya sebagai Pencipta Hoaks Terbaik

Sebelumnya, atas alasan kemanusiaan Prabowo bersama beberapa elit oposisi seperti Amin Rais dan juga calon wakil presiden Sandiaga Uno mengutuk keras pelaku kekerasaan terhadap Ratna. Sayangnya, alih-alih membela Ratna, mereka malah dikadalin.

Publik tentu bisa membayangkan betapa sakitnya hati Prabowo menerima kenyataan jika dia menjadi korban kebohongan Ratna Sarumpaet. Atau Amin Rais yang begitu cape berdiri saat konfrensi pers mengutuk pelaku kekerasan terhadap Ratna. Dan sederet sakit hati elit yang terlanjur sayang dan percaya dengan Ratna.

Namun, saat ini Prabowo rupanya telah meminta maaf karena ikut menyebar kabar hoaks tersebut. Meskipun Ketua Umum Gerindra itu tidak merasa bersalah terkait hal itu. Hanya saja dirinya grasak-grusuk alias terburu-buru.

“Kita berpikir positif saja, bersyukur tidak terjadi dan saya di depan rakyat Indonesia saya minta maaf, tapi saya merasa tidak berbuat salah. Saya akui bahwa saya grasak-grusuk,” kata Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10).

Menurut Prabowo, Ratna adalah sosok yang dia kenal cukup lama. Prabowo mengaku menghormati Ratna dan mengenalnya sebagai orang yang membela rakyat kecil.

“Membela orang yang susah, orang tertindas, orang miskin. Karena itu lah saya sangat hormat, saya sangat sayang sama beliau sebagai pribadi,” kata Prabowo.

Awal Drama Sarumpaet Tersebar

Ratna Sarumpaet adalah anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Kabar penganiayaan Ratna tersebar sejak Senin (1/10) malam. Saat itu, kabar yang beredar Ratna dipukuli di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018.

Sejumlah politisi dari kubu Prabowo-Sandi kemudian menyebarluaskan kabar ini. Prabowo bahkan bertemu langsung dengan Ratna untuk melihat kondisinya.

Baca juga: Ratna Sarumpaet Sebut Dirinya sebagai Pencipta Hoaks Terbaik

Usai pertemuan, Prabowo yang mengaku mendapat penuturan dari Ratna lantas menyebut kasus itu sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM). Penganiayaan itu ternyata bohong. Hari ini, Ratna Sarumpaet sendiri yang mengakui telah menciptakan kebohongan itu.

Ratna mengatakan, saat pada 21 September dia tidak dianiaya di Bandung seperti kabar sebelumnya, melainkan sedang berada di Rumah Sakit Bedah Khusus Bina Estetika, Jakarta. Pengakuan Ratna ini disertai permintaan maaf.

“Melalui forum ini saya dengan sangat memohon maaf pada Pak Prabowo Subianto yang dengan tulus membela saya. Membela kebohongan yang saya buat,” kata Ratna saat konferensi pers di bilangan Tebet, Jakarta, Rabu siang.

Apa yang diutarakan Ratna itu tak jauh berbeda dengan hasil awal penyelidikan pihak kepolisian. Pada Rabu pagi, dokumen penyelidikan polisi menyebut pada 21 September Ratna berada di Jakarta, bukan di Bandung. Hal itu berdasarkan data call record nomor telepon milik Ratna.

Pada hari yang sama polisi juga mencatat ada transaksi bank dari rekening Ratna ke RSK Bina Estetika. Polisi lantas menyebut wajah lebam Ratna disebabkan oleh operasi plastik, bukan karena dipukuli di Bandung, Jawa Barat, 21 September lalu.

Akan Laporkan Ratna

Selain meminta maaf ke publik, Prabowo menyatakan akan memproses hukum kabar hoaks yang dibuat Ratna Sarumpaet ke polisi. Meski ia juga berempati pada Ratna karena dinilai sebagai korban.

“Itu tim hukum yang akan proses. Tapi saya katakan, saya kira beliau juga korban sebagai manusia, saya berempati,” kata Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu malam, (3/10).

Baca juga: Soal Ratna Sarumpaet yang Disebut Cut Nyak Dien dan Kartini Masa Kini

Terkait hal ini, Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak, akan melaporkan Ratna ke kepolisian. Sebab mereka merasa dirugikan. Ia pun menegaskan pihaknya menyerahkan proses hukum Ratna sepenuhnya kepada aparat.

“Tentu. Kita merasa dirugikan tindakan Bu Ratna. Sebab itu nanti tim hukum akan memutuskan, seperti disampaikan cawapres kami yaitu Bang Sandi, akan melaporkan Bu Ratna ke pihak kepolisian dan mempersilakan pihak kepolisian untuk memproses Bu Ratna secara hukum,” kata Dahnil.

Sebelum mengakui perbuatannya, Ratna lebih dulu mengaku mengalami kejadian buruk berupa penganiayaan itu di Bandung. Atas kabar ini, Markas Besar Polri sudah mengeluarkan pernyataan. Mereka sudah mengecek ke rumah sakit di Bandung, tapi tidak menemukan nama Ratna Sarumpaet sebagai salah satu pasien.*