Akhir Cerita Pendeta yang Cabuli Jemaat Selama 17 Tahun

Pendeta cabuli jemaat - detik.com
Pendeta yang Cabuli Jemaat Selama 17 Tahun - detik.com

SURABAYA, dawainusa.com Perjalanan HL sebagai seorang pendeta di Surabaya berakhir sudah. Polda Jatim akhirnya menetapkan status tersangka setelah diduga mencabuli jemaatnya selama 17 tahun.

Hari ini, Sabtu (7/3/2020), pria berusia 50 tahun ini ditangkap. Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangi membenarkan penangkapan tersebut.

“Betul kita telah melakukan penangkapan terhadap saudara terlapor,”  Kata Pitra seperti dilansir detik.com.

Baca juga: Cerita Siswi SMP yang Membunuh Anak Kecil dalam Lemari

Polisi menyebut, jumlah korban pencabulan Pendeta dari Gereja Happy Family Center (HFC) Surabaya itu baru satu orang. Korban tersebut diketahui menjadi korban pencabulan sejak tahun 2005 hingga 2011.

“Untuk saat ini korbannya baru satu,” terang Pitra.

Meski begitu, dalam pemeriksaannya sebagai tersangka tidak menutup kemungkinan bertambah. Sebab saat ini tersangka tengah dilakukan pemeriksaan lagi.

“Tapi tidak menutup kemungkinan ke depan mungkin ada korban lainnya. Tapi sampai saat ini baru satu,” ujar Pitra.

Pendeta cabuli jemaat – detik.com

Kronologi Pendeta yang Cabuli Jemaat

Mengutip dari Kompas.com, Korban yang berinisial IW, melaporkan apa yang dialaminya ke Polda Jatim pada 20 Februari 2020.

Korban didampingi JL selaku juru bicara keluarga, dengan surat surat laporan nomor LPB/155/II/2020/UM/SPKT.

Kasus tersebut terbongkar ketika IW akan melangsungkan pernikahan. Mulanya, IW memberontak saat hendak dinikahkan di gereja yang dipimpin oleh HL.

Lantaran curiga dengan sikap IW, orangtua korban kemudian mencari informasi. Hasilnya, IW menceritakan perlakuan yang diterimanya dari HL selama ini.

Tak terima dengan perbuatan HL, perwakilan pihak keluarga berinisial JL akhirnya resmi melaporkan HL ke Polda Jatim, Kamis (20/2/2020).

Pendeta yang Cabuli Jemaat Terjadi Selama 17 tahun

Diketahui, kekerasan seksual tersebut dilakukan terduga pelaku terhadap korban berkali-kali dalam kurun waktu 17 tahun.

Terhitung sejak IW masih berusia di bawah umur 9 tahun hingga usia korban kini telah menginjak 26 tahun.

“Pelaku dugaan kekerasan seksual dalam hal ini pencabulan adalah salah satu pemimpin umat yang ada di Surabaya,” kata JL seperti dikutip dari Surya.co.id.

Baca juga: Soal Tak Hafal Pancasila, Ini 5 Poin Tanggapan Finalis Puteri Indonesia

“Terjadi sudah lama dan kami harus memberikan pendampingan,” imbuhnya.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie – tribunnews.com

JL yang mewakili pihak keluarga korban akan mengawal proses penyidikan yang sedang diupayakan pihak Polda Jatim.

“Dan proses ini sedang berlangsung saat ini, kami juga mengharapkan dan mengapresiasi kepolisian yang cepat memproses kasusnya,” ungkapnya.

Kasus ini diungkapkan oleh Aktivis Perempuan dan Anak Jeannie Latumahina. Jeannie diminta pihak keluarga korban untuk mengawal proses hukum yang berlangsung di Polda Jatim.

Korban Alami Trauma Berat

Perwakilan pihak keluarga, JL mengungkapkan, HL diduga melakukan kekerasan seksual hingga menimbulkan trauma dan luka psikologis.

“Korban mengalami trauma berat, dan tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama,” kata JL sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Bunuh Temannya, Polisi Akan Periksa Kejiwaan Gadis 15 Tahun Ini

Hingga saat ini, JL mengatakan, korban masih dalam pengawasan dan pendampingan tim pendamping untuk memulihkan kondisi psikisnya.

“Korban sampai saat ini masih terus didampingi tim dari aktivis perlindungan perempuan dan anak,” kata JL.*

Exit mobile version