Ahmad Dhani: Cukup Saya yang Hadapi Erick Thohir

Ahmad Dhani: Cukup Saya yang Hadapi Erick Thohir

JAKARTA, dawainusa.com Erick Thohir resmi dipilih oleh pasangan calon presiden Jokowi-Ma’ruf sebagai ketua tim sukses kampanye nasional di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Erick dipilih karena dinilai  bekerja profesional dan bisa menggaet pemilih milenial.

Namun mengomentari itu, Musisi Ahmad Dhani yang juga politikus partai Gerindra mengatakan dipilihnya Erick sebagai ketua Timses kubu petahana tidak membuat pasangan Prabowo-Sandi gemetar. Ia justru mengatakan, di kubu Prabowo, kaum muda yang bisa menarik suara milenial sangatlah banyak.

Baca juga: Sebut Erick Thohir Setengah Hati ke Jokowi, PSI: Fadli Zon Sok Tahu

“Di tim kami itu ada 99 orang yang seperti Erick Thohir, termasuk saya. Jadi cukup saya yang apple to apple dengan Erick Thohir,” ucap Dhani dalam diskusi ‘Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne’, Senin (10/9).

Pentolan grup band Dewa ini mengakui, sosok Erick Thohir memang cocok dan bagus dalam tim Jokowi-Ma’ruf. “Mengkampanyekan Pak Jokowi itu berat, memang dibutuhkan sosok Erick Thohir. Saya tidak gentar ada dia di tim itu. Memang dibutuhkan Erick Thohir yang lebih dinamis. Tugasnya berat karena harus memilenialkan Pak Jokowi,” kata mantan suami Maia Estianty itu.

Sementara itu, ketika bicara tentang sosok Djoko Santoso, ketua tim sukses pasangan Prabowo-Sandi, Dhani menilainya sangat bagus karena menguasai lapangan lebih jauh. “Pak Djoko itu buat saya pribadi panglima besar kita,” ucap dia.

Kubu Jokowi Terlalu Banyak Superstar

Terpisah, Wasekjen Demokrat, Andi Arief menyindir Erick Thohir yang menjadi ketua tim kampanye nasional Jokowi (TKN). Menurutnya, terlalu banyak superstar dalam TKN Jokowi.

“Dalam pilpres ini misal ada Erick Thohir, ada Jokowi, superstarnya terlalu banyak, enggak bisa. Superstar itu harus satu,” kata Andi.

Ia mencontohkan dalam koalisinya, superstarnya adalah Prabowo. Kalau di koalisi Jokowi, superstarnya ada Jokowi dan Erick Thohir. “Yang mau dipilih yang mana? Yang perlu kita tahu superstar dalam pemilu ini adalah Prabowo, jadi dia lah superstarnya itu. Jadi jangan sampai ada pertemuan superstarnya itu banyak, enggak bisa,” kata Andi.

Baca juga: Profil Najwa Shihab dan Erick Tohir, Calon Ketua Tim Pemenangan Jokowi

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Erick Thohrir yang juga Ketua Inasgoc itu tidak senang dengan jabatan barunya. Fadli mengatakan Erick Thohir setengah hati ditunjuk sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

“Itu sah-sah saja walaupun saya dengar dia sebenarnya tidak terlalu happy. Mungkin capek atau apa gitu ya. Itu yang saya dengar. Jadi, agak setengah memaksa juga katanya,” kata Fadli.

Erich Thohir merupakan Ketua Inasgoc yang menjadi penyelenggara Asian Games 2018. Fadli pun menuding penyelenggaraan Asian Games pertengahan Agustus lalu sebagai ajang Jokowi melakukan pencitraan.  “Kalau itu memang dibikin pencitraan ya. Kalau enggak, enggak mungkin ada stuntman,” ujarnya.

Namun, menurut dia, penunjukan Erick Thohir tak ada kaitannya dengan penyelenggaraan Asian Games. Erick dipilih karena mewakili sosok anak muda. Kendati ia memuji Erick ahli di dunia bisnis, menurut dia belum tentu ahli di bidang politik.

“Erick Thohir bagus, baik, apalagi dia sahabat sama Pak Sandiaga Uno. Mudah-mudahan menguntungkan,” ujarnya.

Sebut Erick Thohir Setengah Hati, PSI: Fadli Zon Sok Tahu

Menanggapi Tudingan Fadli Zon, Wakil Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Raja Juli Antoni mengatakan Fadli Zon hanya sok tahu urusan orang lain. Sekjen PSI itu menegaskan bos klub sepakbola Inter Milan itu senang diajak bergabung.

“Fadli Zon jangan sok tahu urusan rumah tangga orang lain lah ya. Ini kok bahwa dia menerima dengan baik, dia senang diajak bergabung, dia ingin berkontribusi dengan apa yang dia miliki ya,” kata Antoni.

Dia menyarankan Fadli untuk mengurus Tim Kampanye Nasional mereka sendiri. Antoni memandang lawannya itu tak kompak dilihat dari Demokrat yang mengindikasikan main ‘dua kaki’. Terlebih, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, tak hadir dalam rapat para ketua umum.

Baca juga: Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf

“Mungkin Fadli Zon konsentrasi saja urus tim sukses yang belum selesai, rapat enggak kourum, SBY enggak mau datang rapat, Demokrat diindikasikan main dua kaki, itu lebih baik lah daripada mengomentari seauatu yang Fadli Zon pasti tidak tahu,” jelasnya.

Antoni melihat ketakutan kubu oposisi memberikan pernyataan demikian. Kubu Prabowo-Sandiaga, kata dia, gemetaran melihat kesiapan kubu Jokowi-Ma’ruf. Tim Kampanye Nasional telah rampung dengan ketua dan wakilnya serta kompak tiap melakukan rapat bersama.

“Jadi sikap yang tidak proporsional itu menunjukkan ada kekhawatiran yang berlebihan dari kubu sana terhadap ketua pemenangan pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” ucapnya.*