Dawainusa.com —¬†Musim kembali berganti dan kini Indonesia, negara tropis yang memiliki empat musim, telah memasuki musim kemarau.

Di sejumlah daerah provinsi terjadi perubahan cuaca ekstrem karena dilanda kemarau panjang. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satunya.

Cuaca ekstrem akibat kemarau panjang ini hampir terjadi setiap tahun di wilayah provinsi kepulauan ini. Selain kebakaran karena karena lahan-lahan dan hutan mengalami kekeringan, ada juga angin kencang di perairan NTT.

Memasuki musim kemarau tahun ini, perubahan cuaca kembali terjadi. Masyarakat diminta untuk tetap waspada agar tidak terdampak perubahan cuaca.

Baca Juga: Heboh Soal Gumpalan Awan Mirip Gelombang Tsunami di Kota Meulaboh, Begini Kata Ahli

Tujuh Titik Panas di NTT

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (11/8), mencatat ada tujuh titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi NTT.

Ketujuh titik panas ini tersebar di lima kabupaten, dengan pulau Sumba memiliki lima dari tujuh titik panas ini.

Titik panas pertama terpantau di Kabupaten Sumba Timur, di mana ada di dua titik yakni di Kecamatan Peribewai dan Lewa.

Dua titik panas lain ada di Kabupaten Sumba Barat, yaitu di Kecamatan Loli. Sementara Kabupaten Sumba Tengah, Manggarai Timur dan Kupang masing-masing satu hotspot.

“Sebaran titik panas ini berdasarkan analisis peta sebaran titik panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh LAPAN,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi, di Kupang, mengutip Medcom.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah tersebut tidak membakar lahan agar tidak terjadi kebakaran yang tidak dapat dikendalikan.

“Informasi sebaran titik panas itu merupakan indikator awal kebakaran lahan, serta dapat dimanfaatkan dalam deteksi area terbakar,” terang Agung.

Baca Juga: Rampung Tahun 2021, Observatorium Terbesar ASEAN akan Ada di NTT

Perkiraaan Cuaca Rabu-Kamis

BMKG juga memperkirakan cuaca yang terjadi di Provinsi NTT pada Rabu-Kamis, dengan membagi tiga waktu perkiraan cuaca, yaitu pagi, siang dan malam.

Pada pagi ini, BMKG memperkirakan cuaca di seluruh wilayah NTT akan cerah hingga cerah berawan. Siang hingga sore akan cerah berawan hingga berawan tebal.

Malam hari nanti, cuacanya akan cerah berawan hingga berawan.

Untuk suhu udara, BMKG memperkirakan bahwa suhu udara di seluruh NTT akan berada pada kisaran 19-32 derajat Celcius. Khusus untuk wilayah Ruteng dan Bajawa, suhu udaranya akan berada pada kisaran 15 hingga 26 derajat Celcius.

BMKG pun memberikan peringatan kepada seluruh masyarakat NTT agar selalu mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan NTT.*