Dawainusa.com Proses penentuan pemenang tender dua paket proyek peningkatan jalan dengan konstruksi lapen pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang diduga ada indikasi kecurangan guna memenangkan rekanan kontraktor tertentu.

Dua paket proyek tersebut masing-masing berlokasi menuju kampus STAKN Kupang, Kelurahan Naimata dengan nilai total HPS 254.723.783,88 dan di jalan Oeleu, Kelurahan Batuplat senilai 289.728.319,21.

Baca juga: Sulitnya Menerapkan Protokol Covid-19 di Pasar Tradisional Kota Kupang

Munculnya dugaan kecurangan ini setelah adanya surat sanggahan yang diajukan oleh CV Rivald selaku rekanan yang ikut mengajukan penawaran pada dua paket proyek tersebut.

Dalam surat sanggahan itu, CV Rivald menyebut, penetapan pemenang tender pada dua paket tersebut tidak berdasarkan harga terendah sesuai amanat peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018, tentang Pengadaan Barang/Jasa pemerintah pada pasal 39 nomor 4 dan peraturan lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah nomor 9 tahun 2018 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui pemerintah, serta dokumen lelang sebagai pedoman.

Paskalis Jurman Angkur, selaku pimpinan CV Rivald kepada media di Kupang, Rabu (20/5/2020), mencurigai adanya indikasi kecurangan dalam proses tender dua paket proyek tersebut.

“Saya mudah-mudahan bisa mewakili semua kontraktor yang pernah mengalami nasib yang sama. Kami menduga ada indikasi curang karena alasan mereka tidak Substansial dan tidak sesuai Perpres,” kata Paskalis Angkur.

Memenangkan kontraktor dengan penawaran tertinggi

Diketahui, pembukaan pelelangan tender paket proyek peningkatan jalan di kelurahan Batuplat itu diikuti oleh 31 peserta, dan yang memasukkan dokumen penawaran hanya dua, yakni CV Amazing Grace dan CV Rivald.

Untuk paket proyek di kelurahan Naimata juga diikuti oleh 31 peserta dan yang memasukkan penawaran hanya dua yakni CV Kencana Sakti dan CV Rivald. Adapun metode evaluasi atau penilaian kedua paket proyek adalah Harga Terendah Sistem Gugur.

Jika merujuk pada Perpres nomor 16 tahun 2018 pasal 39 nomor 4 yang berbunyi “Metode evaluasi Harga Terendah digunakan untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dalam hal harga menjadi dasar penetapan pemenang di antara penawaran yang memenuhi persyaratan teknis,” maka memutuskan menggugurkan SV Rivald dan memenangkan kontraktor yang lain adalah keputusan yang keliru.

Pasalnya, pada dokumen penawaran dua proyek tersebut, diketahui CV Rivald memberikan penawaran yang terendah dibandingkan dua rekanan lainnya.

Untuk paket jalan di lokasi Batuplat, dari nilai total HPS 289.728.319,21 CV Rivald memasukan penawaran 270.691.857,68 sedangkan CV Amazing Grace dengan penawaran 283.333.441,61. Terdapat selisih harga 13 jutaan lebih.

Sementara untuk paket di kelurahan Naimata, dati total HPS 254.723.783,88 CV Rivald memberikan penawaran 240.700.405,34. Angka ini juga lebih rendah dari CV Kencana Sakti yang memberikan penawaran 249.600.000,00. Terdapat selisih harga 9 jutaan lebih.

Meskipun telah dinyatakan sebagai rekanan yang memberikan penawaran dengan harga terendah, CV Rivald digugurkan. Pantia Pokja pemilihan malah memenangkan CV Amazing Grace untuk paket Batuplat dan CV Kencana Sakti pada paket Naimata yang diketahui memberikan penawaran dengan harga tertinggi.

Alasan digugurkan CV Rivald Tidak Substansial

Pada berita acara hasil pemilihan pemenang tender yang diterbitkan pada 15 Mei, dari empat evaluasi yang dilakukan, CV Rivald dinyatakan lusus pada evaluasi penawaran, evaluasi teknis dan evaluasi harga, sedangkan pada evaluasi kualifikasi dinyatakan tidak lulus.

Dalam berita acara tersebut, Pokja memberi dua alasan CV Rivald dinyatakan tidak lulus pada evaluasi kualifikasi, yakni; Pertama, karena kepemilikan sertifikat kompetensi kerja dibuat dan ditandatangani oleh pemilik sertifikat masing-masing personil, SEHARUSNYA oleh penanggungjawab perusahaan / wakil sah badan usaha.

Kedua, pernyataan kesediaan untuk ditugaskan yang disampaikan pada jabatan masing-masing disetujui oleh perusahaan, SEHARUSNYA oleh kuasa direktur, berdasarkan akta kuasa nomor 32 tanggal 18 Januari 2020 oleh Lilies Pratiwipuspa, S.H., M. Kn.

Dua alasan yang disampaikan Pokja itu, disebut tidak mendasar atau tidak substansial oleh CV Rival.

Menurut Paskalis Angkur, menggugurkan CV. Rivald dengan keterangan yang tidak Substansial hal ini bertentangan dengan dokumen lelang Nomor : 06.Pokja.Pemil/DOK.(ulang)/Lapen-Naimata/V/2020 Tanggal : 06 Mei 2020, Bab III. Instruksi Kepada Peserta (IKP) nomor : 29.10 (huruf e point 2) halaman 19 yang berbunyi : Pokja Pemilihan dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan : kesalahan yang tidak substansial, adalah kesalahan-kesalahan yang tidak mempengaruhi hasil evaluasi.

Paskalis menegaskan menolak seluruh point yang disampaikan oleh Pokja pemilihan karena dianggap tidak substansial dan terkesan sengaja untuk memenangkan jagoan tertentu.

“Kami menolak atas dua point yang disampaikan oleh Pokja Pemilihan yang menjadi objek penilain dalam dokumen Penawaran CV. Rivald karena menurut kami tidak Substansial dan tidak mempengaruhi hasil evaluasi,” ujar Paskalis.

Pihaknya juga mendesak agar Pokja membatalkan penetapan pemenang tender dan melakukan evaluasi ulang merujuk pada aturan yang berlaku.

DPRD Siap Tindaklanjuti

Anggota komisi tiga DPRD Kota Kupang, Tobby Pandie mengatakan akan menindaklanjuti informasi itu bila terdapat unsur-unsur yang menyalahgunakan aturan.

“Proses pelelangan ini memang bukan di bawah mitra kita, tetapi karena ini berhubungan dengan penggunaan anggaran di bawa mitra kita, tentu kita juga bisa mempertanyakan mereka,” kata Tobby.

Tobby berharap agar segala tahapan sanggahan juga mesti dilakukan oleh pihak yang merasa keberatan dengan keputusan Pokja pemilihan.

“Tetapi ini semuanya kan ada mekanisme dalam sanggh menyanggah. Diharapkan mekanisme ini dilakukan sembari informasi yang saya dapat ini mungkin saya bisa dapat data-data itu untuk menindaklanjuti kepada pihak pengguna anggaran jika benar ada indikasi permasalahan yang dilakukan di LPSE,” ujar Tobby.

Hingga berita ini diturunkan, ketua Pokja pemilihan belum berhasil dihubungi dawainusa.com, sementara Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), yang dihubungi via WhatsApp mengkonfirmasi baru dapat memberi keterangan pada Jumat, 22 Mei.* (Juan Pesau)