Ada 4 Nama yang Dinilai Potensial jadi Cawapres Jokowi

Ada 4 Nama yang Dinilai Potensial jadi Cawapres Jokowi

Direktur eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya menyampaikan, ada empat nama yang dianggap potensial menjadi cawapres Jokowi. (Presiden Jokowi - Kumparan)

JAKARTA, dawainusa.com Sosok calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo dikabarkan telah mengerucut. Meskipun masih menjadi teka-teki hingga pendaftaran di KPU pada awal Agustus nanti, sejumlah spekulasi mencuat, mulai nama Mahfud MD hingga Sri Mulyani.

Direktur eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya menyampaikan, ada empat nama yang dianggap potensial menjadi cawapres Jokowi, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, dan mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT).

Menurut Yunarto, Mahfud MD lebih mudah diterima semua pihak, termasuk partai politik pendukung Jokowi pada Pemilu 2019. Mahfud yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama, kata dia, juga mampu menggalang dukungan dari kaum nahdliyin.

Baca juga: Mengintip Sosok Cawapres yang Bakal Mendampingi Prabowo

“Untuk saat ini, saya menilai baru Pak Mahfud MD yang akseptabilitasnya paling tinggi dibanding figur lain seperti TGB atau Chairul Tanjung. Cawapres ideal untuk Jokowi ada di Mahfud MD,” kata Yunarto, Rabu (11/7).

Nama Telah Dikantong Jokowi

Sebelumnya, Jokowi telah menyatakan bahwa sosok cawapres sudah ada di kantongnya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk diumumkan. Begitu pula dengan partai pendukung, seperti PDIP dan NasDem, bahwa bakal cawapres Jokowi itu hanya tinggal menunggu momen untuk dibuka ke publik.

Yunarto menilai, Mahfud MD sebagai figur yang komplet karena berpengalaman di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu, Mahfud dinilai bersih dari catatan pelanggaran hukum dan memiliki karakter berani serta tegas seperti karakter wakil Jokowi ketika menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden RI.

Baca juga: Rembuk Nasional Aktivis 98 dan Kritik Pedas Fahri Hamzah

“Gayanya berani dan tegas. Karakternya sama dengan wakil-wakil Pak Jokowi yang berani,” ungkap Yunarto.

Sementara TGB, menurut Yunarto, sulit diterima semua partai pendukung Jokowi karena merupakan kader Partai Demokrat. Adapun Chairul Tanjung juga terafiliasi dengan Partai Demokrat karena pernah menjadi menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sementara itu, soal siapakah sosok yang dapat menambah elektabilitas Jokowi, Yunarto mengatakan, mantan Ketua MK tersebut adalah figur yang paling potensial. Sebagai seorang tokoh dan akademisi, pemikiran Mahfud sudah jauh diberikan untuk Indonesia.

“Kalau soal politik geografis, Pak Jokowi sudah punya legacy, pembangunan luar biasa yang belum pernah dilakukan presiden-presiden sebelumnnya,” ujar Yunarto.

Mahfud MD Figur Komplet

Senada dengan Yunarto, Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin mengatakan, Mahfud merupakan figur komplet yang bisa diterima semua partai politik pendukung Jokowi.

“Mahfud MD sangat cocok mendampingi Jokowi karena di tengah parpol saling berebut posisi cawapres, Mahfud adalah figur yang bisa diterima semua pihak,” kata Ujang kepada wartawan, Selasa (10/7).

Baca juga: Dugaan Mahfud MD soal Jokowi dalam Pilpres 2019

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menyampaikan, Mahfud merupakan figur komplet karena berpengalaman di ranah eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Sebagai Guru Besar Hukum, kata Ujang, Mahfud juga selalu menjadi rujukan berbagai masalah, khususnya terkait masalah hukum dan kebangsaan.

“Mahfud ini komplet karena berpengalaman di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dia juga berlatar belakang santri NU dan KAHMI, organisasi mahasiswa besar di Indonesia. Mahfud bisa diterima kelompok NU dan Muhammadiyah,” ungkap Ujang.

Menurut Ujang, langkah yang harus diambil Jokowi kini adalah memilih figur bersih dan bisa meningkatkan elektabilitasnya pada Pemilu 2019. Peningkatan elektabilitas dia anggap lebih penting dibanding mengedepankan keterwakilan politik.*