‘A Man Called Ahok’ dan Alasan di Balik Kekecewan Fifi Lety

‘A Man Called Ahok’ dan Alasan di Balik Kekecewan Fifi Lety

JAKARTA, dawainusa.com Film A Man Called Ahok yang akan ditayangkan serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 8 November mendatang memang tengah menjadi sorotan publik tanah air.

Film yang disutradarai oleh Putrama Tuta tersebut rupanya mampu menghadirkan kembali kenangan akan masa kecil keluarga Ahok.

Dalam acara premiere film A Man Called Ahok pada Senin (5/1), adik kandung Ahok, Basuri Tjahja Purnama nampaknya cukup terkesan dengan film tersebut.

Baca juga: Petahana Gandeng Yusril Mahendra, Oposisi Pilih Hotman Paris?

Basuri mengaku jika film dengan pemeran utama Daniel Mananta itu membuatnya jadi teringat masa kecil dan kondisi keluarganya jaman dulu. “Saya rewind dengan kehidupan masa kecil, tentang kondisi keluarga,” ucapnya.

Basuri pun sangat mengapresiasi karya Putrama Tuta ini karena bagus dan bermakna. “Good job untuk Tuta, sudah melakukan tugasnya dengan sangat-sangat maksimal,” pujinya.

Fifi Lety ungkap kekecewaannya dengan fil A Man Called Ahok

Fifi Lety ungkap kekecewaannya dengan film A Man Called Ahok – instagram

Namun, respon yang berbeda datang dari salah satu adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra. Fifi memberi komentar soal film yang mengangkat biografi kakaknya itu. Ia mengatakan tak ingin menonton film berjudul ‘A Man Called Ahok’ itu.

Fifi punya alasan sendiri mengapa berbeda dengan Basuri. Lewat akun Instagram miliknya, Fifi membeberkan beberapa alasan tidak menonton film tersebut. Dia mengatakan ada beberapa fakta yang tak sesuai soal keluarganya.

“Ternyata setelah film jadi… saya nggak tega nonton. Masa kecil kami dan papa-mama kami jadi beda, bahkan sopir kami pun beda,” kata Fifi seperti dilihat Dawainusa, Rabu (7/11).

Fifi mengatakan, saat dimintai persetujuan oleh pihak pembuat film, dia bersama Ahok sudah melakukan pemilahan bagian cerita yang dianggap tidak tepat. Setelah seleksi di beberapa adegan, dia senang tak ada hal yang ditambahkan dalam cerita Ahok.

Namun dia kecewa ketika penggambaran sosok keluarganya tidak ditampilkan dengan seperti aslinya.

“Untuk film, saya sudah minta berkali-kali gambaran Papa saya disesuaikan dengan Papa saya. Tapi karena mereka sudah selesai syuting baru kasih lihat transkrip ke kita, ya jadi sedih kok Papa saya kayak gitu cara pakaiannya. Gayanya semua beda,” ungkapnya.

Meski demikian, dia menyerahkan pilihan kepada masyarakat. Menurutnya, ada beberapa hal positif yang bisa diambil. “Buat yang mau nonton, silakan saja ambil positifnya saja, kayak Koko Yuyu (Basuri),” ujar dia.

Fifi berharap di waktu depan ada pihak yang memfilmkan kembali dengan akurat. Dalam posting-an tersebut, Fifi memuat enam video yang berisi soal Ahok. Dia juga meminta publik yang ingin tahu Ahok lebih jauh membaca buku ‘A Man Called Ahok’.

“Saya tidak mau nonton itu hak saya karena saya lebih suka nonton YouTube ini saja dan juga saya mau mengenang Papa saya dengan cara yang benar. Papa saya pantas menerima yang terbaik dan harusnya digambarkan sepersis mungkin apa adanya,” tutur Fifi.*

COMMENTS