Harap Waspada! 8 Titik Panas Muncul di Wilayah NTT, Dimana Lokasinya
Ilustrasi - ist

KUPANG, dawainusa.com – Sebanyak 8 titik panas muncul di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari keterangan Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Helny Mega Milla, sejumlah titik panas tersebut tersebar di empat kabupaten.

Sejumlah kabupaten yang dimaksudkan itu ialah di Kabupaten Sumba Timur yakni tiga di Kecamatan Lewa, dan sisanya di Kecamatan Pandawai dan Tabundung.

Baca juga: Waspada! Ada 57 Kecamatan di NTT Alami Kekeringan Ekstrim

Selain itu, juga ada di Kecamatan Umbu Ratu Ngay, Kabupaten Sumba Tengah, Kecamatan Walaka, Kabupaten Sumba Barat dan Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, masing-masing satu titik panas.

“Delapan titik panas diketahui berdasarkan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh Lapan,” ungkap Milla di Kupang, Senin (16/8).

Sebaran Titik Panas di NTT Diupdate 15 Agustus 2021

Lebih lanjut Milla menjelaskan, sebaran titik panas di wilayah NTT tersebut diketahui berdasarkan hasil update 15 Agustus 2021 mulai pukul 08.00 Wita hingga 16 Agustus 2021 pukul 16.00 Wita, dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

Milla mengatakan, satelit hanya mendeteksi anomali suhu panas, dalam luasan satu kilometer persegi. Selain itu, pada satu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi dua sampai empat kali per hari. Kemudian, pada wilayah yang tertutup awan, maka titik panas tidak dapat terdeteksi.

Milla juga menyampaikan, pada satu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi dua sampai empat kali per hari. Kemudian, pada wilayah yang tertutup awan, maka titik panas tidak dapat terdeteksi.

Baca juga: Wilayah NTT Dilanda Kekeringan Ekstrim, Warga Diminta Hemat Air

Ia mengatakan, kekeringan dan embusan angin yang kencang juga menjadi penyebab tidak langsung dalam sebaran titik panas tersebut.

Citra satelit tersebut hanya menilai anomali reflekstifitas dan suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas. “Untuk penyebab anomali tidak dapat kami pastikan,” kata dia.

Adapun saat ini, sejumlah wilayah di Provinsi NTT juga sedang dilanda kekeringan ekstrim. Kepala Stasiun Klimatologi Kupang Rahmattulloh Adji di Kupang pada Jumat (23/7) menyampaikan, kekeringan itu melanda 11 wilayah di NTT.

Adapun 11 wilayah yang dimaksudkan itu ialah Kabupaten Kupang, Belu, Sikka, Flores Timur, Lembata, Ngada, Sumba Timur, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Kota Kupang.

“10 kabupaten dan satu kota ini, mengalami hari tanpa hujan dengan kategori ekstrem panjang atau sudah lebih dari 60 hari tidak mengalami hujan,” kata Adji.

Dengan mempertimbangkan fenomena titik panas dan kekeringan ekstrim tersebut, warga pun diminta untuk selalu waspada dan diupayakan agar selalu menghembat air serta tidak melalukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.*