dawainusa.com Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah melakukan wawancara dengan sopir mobil rental yang membawa tujuh orang mahasiswa positif Covid-19 asal Timor Leste.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, wawacara tersebut dilakukan usai menjalani rapid test untuk mengetahui apakah sopir tersebut terindikasi positif corona.

“Kami telah melakukan wawancara dengan sopir tersebut usai menjalani rapit test oleh tim Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT,” ujar Marius kepada sejumlah wartawan, Selasa (21/4/2020) malam.

6 Fakta Sopir yang Bawa 7 Mahasiswa Positif Corona di NTT

Melansir Kompas.com, Rabu (22/4/2020), dari hasil wawancara bersama sopir asal Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT itu, terungkap sejumlah fakta.

1 April: Jemput 9 Penumpang

Marius menuturkan, pada 1 April 2020 sekitar pukul 11.00 Wita, sopir menjemput sembilan orang mahasiswa asal Timor Leste di Bandara El Tari Kupang yang tiba dengan menggunakan pesawat Citilink dan Lion Air.

Selanjutnya pukul 11.30 Wita, mereka makan malam di sebuah warung makan di Kota Kupang. Sekitar pukul 12.20 Wita, mereka lalu berangkat dari Kupang menuju ke Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu.

“Dalam perjalanan itu, mereka tidak singgah ke mana-mana,” kata Marius.

Mareka akhirnya tiba di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pada pukul 18.10 Wita dan sembilan mahasiswa itu menginap di rumah keluarga mereka.

Usai mengantar para mahasiswa Timor Leste, sopir kemudian kembali ke Kupang dan tiba sekitar pukul 01.30 Wita dini hari.

2 April: Jemput 6 Penumpang 

Selanjutnya, pada 2 April sekitar pukul 23.00 Wita, sopir kembali menjemput enam orang warga Timor Leste di Bandara El Tari, yang tiba dengan menggunakan pesawat Lion Air dari Surabaya.

Sekitar pukul 23.50 Wita, mereka berangkat dari Bandara El Tari, ke rumah keluarga para penumpang di samping Novanto Center, Kota Kupang, untuk makan malam bersama.

Usai makan, sekitar pukul 01.00 Wita, mereka langsung menuju ke Atambua dan tiba di pintu perbatasan Motaain pada Pukul 08.00 Wita.

Sopir lalu kembali ke Kupang dan sempat sarapan pagi di sebuah warung makan di Atambua.

3 April: Jemput 4 Penumpang 

Pada tanggal 3 April sekitar pukul 16.30 Wita, sopir kembali lagi menjemput 4 orang di sebuah hotel di Penfui langsung menuju ke konsulat Timor Leste yang berada Atambua.

Dalam perjalanan menuju Atambua, sekitar pukul 23.00 Wita, mereka mampir di sebuah rumah makan padang di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Selesai makan, mereka lalu melanjutkan perjalanan dan tiba di Konsulat Timor Leste Atambua pada pukul 02.00 Wita dini hari. Sopir kemudian kembali ke Kupang.

5 April: Jemput 2 Warga Timor Leste

Kemudian, tanggal 5 April pagi sekitar pukul 01.10 Wita, sopir menjemput dua orang warga Timor Leste di sebuah agen travel dan satu orang dijemput di sebuah hotel di Kupang.

Mereka kemudian ke Atambua dan pintu perbatasan Motaain. Sopir kemudian kembali ke Kupang.

7 April: Jemput 4 orang Warga Timor Leste 

Selanjutnya, pada 7 April sekitar pukul 10.00 Wita, sopir menjemput empat orang warga Timor Leste di Bandara El Tari yang tiba dari Surabaya dengan menggunakan pesawat Citilink.

Kemudian pada pukul 11.00 Wita, ia lalu menjemput dua orang mahasiswa Timor Leste di sebuah hotel di Kota Kupang.

Mereka lalu bergerak menuju Atambua dan sempat makan siang di rumah makan padang sebelah sebuah pasar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (NTT).

Mereka lalu melanjutkan perjalanan dan tiba di perbatasan pukul 18.00 Wita. Namun, saat itu perbatasan ditutup sehingga rombongan menginap di Konsulat Timor Leste yang berada di Atambua.

Sopir langsung kembali Kupang, dan tiba sekitar pukul 24.00 Wita tengah malam. Tiba di Kota Kupang, sopir kembali menjemput empat orang warga Timor Leste di penginapan dan menjemput dua orang di sebuah hotel.

Sebelum bergerak ke Atambua, mereka sempat makan di rumah makan. Setelah makan, mereka ke Atambua dan tiba di konsulat Timor Leste Atambua pada pukul 06.30 Wita.

Jemput 3 Mahsiswa Timor Leste di Atambua

Di Atambua, sopir sempat menjemput lagi tiga orang mahasiswa di sebuah hotel dan membawa mereka ke Konsulat Timor Leste untuk melapor diri.

Usai mengantar warga dan para mahasiswa ke pintu perbatasan, ia lantas kembali ke Kupang. Hingga saat ini, sopir belum mangalami gejala pilek, panas tinggi dan batuk.

Hasil rapid test sudah dilakukan dan dinyatakan non reaktif. Rencananya, pada Kamis 23 April besok, akan dilaksanakan rapid test kedua oleh tim medis di Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT

“Kami harapkan sejumlah pihak, baik itu keluarga, tempat yang pernah disinggahi warga Timor Leste, hotel dan rumah makan yang sempat berinteraksi, agar segera melapor diri di gugus tugas kabupaten atau kota setempat untuk segera ditangani,” ujar Marius.*