Home Info Publik Sebanyak 59 Tower BTS 4G Akan Dibangun di Kabupaten Sikka

Sebanyak 59 Tower BTS 4G Akan Dibangun di Kabupaten Sikka

Sebanyak 59 tower Base Transceiver Station (BTS) 4G akan dibangun di 59 titik lokasi desa di wilayah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 59 Tower BTS 4G Akan Dibangun di Kabupaten Sikka
Staf Khusus Menkominfo/Philip Gobang

Dawainusa.com – Sebanyak 59 tower Base Transceiver Station (BTS) 4G akan dibangun di 59 titik lokasi desa di wilayah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu diungkapkan Staf Khusus Menkominfo, JH Phillip Gobang, dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu, (14/8/2021).

“Ada 59 tower BTS 4G yang akan dibangun untuk mengatasi kebutuhan akses telekomunikasi dan internet di wilayah Kabupaten Sikka yang masih mengalami blank spot atau tidak adanya sinyal komunikasi seluler maupun jaringan internet,” ungkapnya.

Baca jugaTiga Operator Buka Layanan 5G, Menkominfo Sebut Pemerintah Siapkan TKDN 5G

Percepatan Pembangunan BTS

Tower BTS merupakan suatu infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel-perangkat komunikasi dan jaringan operator.

Dalam kunjungan kerja ke Kupang beberapa waktu lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, pemerintah segera melakukan percepatan pembangunan BTS di seluruh wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Khusus di Provinsi NTT akan dibangun 421 BTS 4G yang tersebar di 16 kabupaten dan ditargetkan rampung tahun 2022.

Dalam skema wilayah 3T yang mencakup daerah-daerah blank spot, pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan internet langsung ditangani oleh Kemkominfo melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi).

Sedangkan untuk wilayah non 3T atau wilayah komersial, infrastruktur digitalnya dibangun oleh Operator seluler atau provider, di antaranya seperti PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT. Indosat, PT. XL Axiata (XL), PT. Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan PT. Smartfren.

Kabupaten Sikka tidak termasuk dalam 16 kabupaten yang berkategori 3T.

Namun faktanya, masih banyak wilayah desa yang mengalami blank spot.

Termasuk desa-desa yang berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata atau berpeluang memajukan UMKM lokal.

Oleh karenanya, Philip Gobang mengatakan, Kemkominfo mengajukan inisiasi skema optimalisasi operator seluler dan bekerja sama dengan para Operator seluler (seperti Telkomsel, Indosat, XL) yang membangun infrastruktur digital.

“Nantinya, 59 tower BTS 4G itu dibangun oleh Operator seluler atau provider untuk memastikan tersedianya akses telekomunikasi dan jaringan internet sampai ke desa-desa,” ujar Philip Gobang yang juga peneliti senior CIS School of Innovation ini.

Ia mengharapkan partisipasi Pemda Sikka dan Dinas terkait dalam memperlancar proses izin penggunaan lahan untuk lokasi BTS di desa, serta berinisiatif menumbuhkan UMKM dengan memanfaatkan akses digital atau jaringan internet yang telah tersedia.

Menurutnya, penentuan 59 titik lokasi BTS tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim teknis Kemkominfo dan Opsel/Provider.

Diharapkan pembangunannya selesai pada akhir 2021 atau selambatnya pada semester pertama 2022 dengan mempertimbangkan kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah.

Baca jugaMenkominfo Sebut Percepatan Transformasi Digital Kunci Pemulihan Pascapandemi

Jumlah Lokasi BTS

Lebih lanjut Phillip Gobang menyebutkan, 59 lokasi BTS 4G itu berada di desa-desa yang tersebar di 13 kecamatan.

“Di Kecamatan Alok Timur sebanyak 3 desa, Kecamatan Alok ada 1 desa, Kecamatan Doreng 6 desa, Kecamatan Magepanda 2 desa, Kecamatan Mapitara 4 desa, Kecamatan Mego 7 desa, dan Kecamatan Nita ada 1 desa,” ungkapnya.

Kemudian di Kecamatan Paga sebanyak 4 desa, Kecamatan Palue 8 desa, Kecamatan Talibura 7 desa, Kecamatan Tana Wawo 8 desa, Kecamatan Waiblama 6 desa, dan Kecamatan Waigete ada 2 desa.

Phillip Gobang menambahkan, pembangunan infrastuktur jaringan internet tersebut diharapkan dapat berdampak secara luas bagi masyarakat di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi desa berbasis digital.

“Supaya masyarakat dapat memanfaatkan akses telekomunikasi dan jaringan internet yang tersedia di desa-desa secara positif, ekonomis dan produktif,” tuturnya.*

Exit mobile version