5 Jenis Patah Hati yang Dialami Semua Orang di Usia 20-an

5 Jenis Patah Hati yang Dialami Semua Orang di Usia 20-an

RELASI, dawainusa.com – Memasuki usia 20-an banyak hal yang terjadi dalam hidup manusia. Apa yang dialami memang tak semuanya manis.

Ada yang namanya kompetisi di dunia kerja dan beratnya hidup sendiri. Belum lagi masalah percintaan yang tentunya semakin ‘naik kelas’ jika dibandingkan dengan masa SMA atau awal-awal kuliah.

Hampir semua orang pernah mengalami yang namanya putus cinta di usia 20-an. Masing-masing dengan kisah yang berbeda, namun menyisakan rasa yang sama, yaitu patah hati.

Baca juga: Beberapa Zodiak yang Mampu Bertahan Saat LDR

Tetapi semuanya memberikan pelajaran berharga bagi perjalanan hidup. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 jenis patah hati yang dialami orang dengan usia 20-an.

Melepas Dia yang Menjadi Cinta Pertama

Entah itu cinta monyet di SMA atau pacar serius pertama yang kamu miliki di bangku kuliah, cinta pertama memang selalu spesial.

Tapi cinta pertama seringnya juga bukan cinta yang terakhir. Pada satu titik kita harus melepaskan orang itu agar bisa memulai yang baru.

Melepas Dia yang Menjadi Cinta Pertama

Ilustrasi – favim.com

Alasannya bisa bermacam-macam, tapi sebagian besar dilatari kurangnya kedewasaan dalam menjalin hubungan. Meskipun kandasnya cinta pertama akan menjadi salah satu cobaan terberat di usia 20-an, pengalaman ini juga akan mendewasakanmu. Jadi fokus saja pada pelajaran yang diberikannya.

Mundur Dari Zona Pertemanan yang Tak Pernah Berkunjung

Tidak semua orang bisa memutuskan mereka siap berkomitmen dalam waktu singkat. Mungkin kamu sendiri pernah berurusan dengan cowok/cewek seperti ini.

Dia yang sudah seperti bagian tak terpisahkan dari kehidupanmu, yang sudah bikin baper dan berharap banyak, tetapi tak kunjung memberikan kejelasan hingga bertahun-tahun.

Mundur Dari Zona Pertemanan yang Tak Pernah Berkunjung

Ilustrasi – glamour.com

Kadang alih-alih menunggu hingga hatinya tergerak, kita justru harus belajar untuk mengikhlaskan. Karena masa muda masih panjang dan terlalu berharga untuk dihabiskan demi menunggu seseorang yang tak kunjung memantapkan hati.

Meskipun tidak pernah ada status, putusnya hubungan yang tak jelas seperti ini pun bisa meninggalkan rasa sakit yang membekas hingga hitungan tahun lamanya.

Ditinggal Tanpa Penjelasan dan Alasan

Salah satu produk dari budaya percintaan di era digital adalah ghosting. Si dia mendadak tidak bisa dihubungi? WhatsApp cuma centang satu, nomor tak aktif, dan DM pun tak dibaca? Itu tandanya kamu sudah jadi korban ghosting.

Menyedihkan memang, karena di zaman modern ini semakin banyak orang yang mengabaikan etika dalam memutuskan hubungan.

Ditinggal Tanpa Penjelasan dan Alasan

Ilustrasi – pairedlife.com

Berdamai dengan pengalaman ditinggalkan tanpa penjelasan dan alasan juga berat, karena kita tidak pernah tahu alasan sebenarnya kenapa dia menghilang.

Kamu bisa memilih untuk terus bertanya-tanya dan menciptakan berbagai skenario untuk mencari pembenaran atas sikapnya, namun bakal lebih berguna jika kamu belajar untuk mengikhlaskan pertanyaan yang tidak akan pernah terjawab itu.

Melewatkan yang Terbaik Karena Waktu yang Tepat

Waktu yang tak tepat merupakan alasan terberat untuk mengakhiri sebuah hubungan. Sebenarnya kita masih sayang dan dia pun pasangan yang nyaris sempurna.

Satu-satunya alasan kalian berpisah adalah situasi dan kondisi yang masih belum mendukung dan kita tak ingin hubungan ini menjadi korban.

Melewatkan yang Terbaik Karena Waktu yang Tepat

Ilustrasi – glamour.com

Biasanya perpisahan ini justru terasa lebih berat daripada putus dengan cara tak baik-baik, karena di masa depan akan selalu ada momen di mana kita menoleh ke belakang dan berandai-andai. Apa jadinya saat itu kita tidak menyerah dan melewatkan dia yang terindah?

Putus, Sambung, Putus….

Hampir semua orang pernah memiliki mantan yang dibenci orang-orang terdekat karena dia jelas-jelas tak baik untuk kita, namun kita justru berkali-kali balikan dengan orang itu.

Terjadilah fase putus, sambung, putus lagi, sambung yang menguras emosi. Pada akhirnya salah satu harus bertindak dewasa dengan memutus lingkaran setan itu.

Putus, Sambung

Ilustrasi – verilymag.com

Tentunya bukan keputusan yang mudah, karena pasti ada rasa cinta yang begitu besar (atau adiksi akut) hingga kita selalu kembali kepada hubungan yang selalu bermasalah. Tapi mengakhiri hubungan beracun seperti ini pada akhirnya akan membuat perasaan lega.*