Dawainusa.com Wabah Covid-19 kini telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Selama pandemi, miliaran orang lainnya terpaksa beraktivitas dari tempat tinggalnya masing-masing.

Meski begitu, seperti ucapan penyair Inggris, John Milton, “every cloud has a silver lining” yang artinya di setiap masa sulit, pasti selalu ada hikmahnya.

Baca juga: 5 Mitos Keliru Seputar Masalah Keriput

Berangkat dari perkataan itu, berikut adalah 5 hal yang bakal dirindukan banyak orang setelah pandemi Covid-19 berakhir:

1. Bangun tidur lebih siang

Bukan berarti menjadi pemalas, melainkan karena beraktivitas dari rumah menyebabkan banyak orang tidak perlu bepergian dan menempuh perjalanan ke kantor atau sekolah.

Banyak orang jadi bisa lebih bersantai, menikmati pagi yang lambat, tidak tersiksa dan dibuat stres dalam kemacetan.

Bangun tidur lebih siang
Bangun tidur lebih siang – ist

Ngaku deh, pasti banyak dari kalian yang bahkan bangun pagi mepet dengan urusan pekerjaan atau sekolah. Bahkan tidak sempat mandi dan bersih-bersih, langsung membuka laptop.

Banyak juga orang yang memilih untuk menikmati pagi harinya dengan berolahraga dan berjemur di bawah sinar matahari yang hangat.

Pagi hari yang santai bisa membuat psikologi manusia menjadi lebih sehat, dan akan menjadi lebih baik jika ketika bangun kita tidak segera menggapai smartphone kita, melainkan berdoa dan melakukan hal positif lainnya.

2. Fleksibilitas waktu

Karena banyak urusan yang tidak penting dibatalkan, aktivitas beralih ke online, dan tidak perlu menghabiskan waktu lama di perjalanan, kita jadi memiliki waktu kosong dalam sehari-hari.

Waktu kosong itu membuat kita menjadi lebih fleksibel dalam mengatur segala aktivitas yang akan kita lakukan di hari itu.

Fleksibilitas waktu
Fleksibilitas waktu – ist

Di waktu yang lenggang, banyak orang jadi mengambil kelas online untuk menambah keterampilan baru seperti memasak, belajar coding, menambah pengetahuan tentang bisnis, dan sebagainya.

Atau selain itu, kita juga jadi bisa menikmati tayangan-tayangan dan buku yang sebelumnya belum sempat kita nikmati karena terhalang rutinitas.

3. Jalanan sepi

Bagi kalian yang pernah ke luar rumah untuk belanja bahan pokok atau untuk urusan pekerjaan yang mendesak, pasti merasakan betapa indahnya jalanan yang biasa penuh kendaraan, kini bisa kita nikmati tanpa harus terjebak dalam kemacetan.

Jalanan sepi
Jalanan sepi – ist

Waktu tempuh pun kian jadi lebih singkat, layaknya Ibu Kota Jakarta ketika penghuninya sedang mudik di tahun-tahun sebelumnya. Kita pun jadi terbayang, bisakah jalanan seperti ini, tidak ada kemacetan, untuk selamanya?

4. Tenang dan sunyi

Jangan bayangkan situasi yang mengerikan, tapi pasti banyak dari kalian yang lingkungan tempat tinggalnya jadi lebih sunyi dan tenang kan belakangan ini?

Tenang dan sunyi
Tenang dan sunyi – ist

Karena masyarakat melakukan aktivitasnya di dalam rumah, hiruk pikuk, bising bunyi mesin dan klakson kendaraan, jadi hilang.

Situasi ini tergolong positif karena mendukung kita yang memerlukan kesunyian untuk berkonsentrasi saat beraktivitas.

5. Udara Sehat dan Langit Biru

Aktivitas manusia secara drastis telah membantu udara perkotaan menjadi lebih segar, polusi telah menghilang dan kini dapat terlihat langit biru.

Kualitas udara di Ibu Kota Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia kini secara konstan terhitung lebih sehat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di kala kondisi masih normal.

Udara Sehat dan Langit Biru
Udara Sehat dan Langit Biru – ist

Hal serupa juga terjadi di langit-langit kota besar lainnya seperti Beijing, Mumbai, dan Bangkok yang biasa dipenuhi kabut polusi.

Fenomena ini telah mencerminkan bumi yang sedang memulihkan dirinya saat tidak diganggu dan dicemari aktivitas manusia. Alam serta hewan liar terlihat memenuhi kota-kota yang sepi, perlahan memperoleh kembali habitatnya yang hilang.

Kini, banyak pemimpin dunia serta aktivis tengah dicemaskan dengan tantangan yang bakal dihadapi selanjutnya, yaitu bagaimana cara menahan laju polusi ketika situasi kembali normal.

Jawabannya tidak hanya berada di tangan mereka saja, tapi berada di tangan kita semua sebagai penduduk bumi.*