4 Kritik Keras Prabowo Subianto yang Menyasar  Joko Widodo

4 Kritik Keras Prabowo Subianto yang Menyasar Joko Widodo

Prabowo memiliki penilaian tersendiri soal kegagalan pemerintah saat ini. Terhadap kegagalan-kegagalan itu, mantan danjen kopassus itu memberikan sejumlah kritikan. (Foto: Prabowo & Jokowi - Sekretariat Kabinet)

JAKARTA, dawainusa.com Ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subianto kelihatan tak seperti tokoh politik oposisi lain yang hampir setiap hari mengkritik pemerintahan Jokowi-JK. Setidaknya Prabowo tak sama dengan Fadli zon, Fahri Hamzah dan Amien Rais yang rutin ‘menggongong’ kebijakan pemerintah saat ini.

Namun meski begitu, di balik diamnya Prabowo bukan berarti kebijakan pemerintah saat ini dinilainya berjalan stabil. Bagi Prabowo, apa yang telah berhasil dilakukan pemerintah harus diberi apresiasi, sebaliknya apa yang dinilai kurang beres perlu diberi masukan yang konstruktif.

Prabowo memiliki penilaian tersendiri soal kegagalan pemerintah saat ini. Terhadap kegagalan-kegagalan itu, mantan danjen kopassus itu memberikan sejumlah kritikan. Kritikan Prabowo untuk Pemerintah pun sangat menggelitik dan keras. Berikut kritikan keras Prabowo untuk pemerintah yang dihimpun Dawainusa.com.

Baca juga: Alasan Ustad Abdul Somad Tolak Tawaran Jadi Cawapres Prabowo

BUMN Dijual Diam-diam

Prabowo Subianto menyebut perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijual oleh pemerintah dan hasilnya merugikan. Penjualan itu, kata dia, tanpa ada transparansi kepada publik. Dia menyebut salah satunya adalah Pertamina.

“Saya lihat di hari-hari terakhir ini BUMN-BUMN kita dijual diam-diam tanpa transparansi, Pertamina sebagian sudah dijual, Garuda bangkrut, PLN bangkrut, Perusahaan Gas Negara (PGN) bangkrut, BRI menerbitkan bond, berarti banyak utang,” ujarnya, di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (27/7) malam.

Pemerintah Jokowi Membuat Risau

Prabowo Subianto menilai pemerintahan saat ini membuat masyarakat risau. Berbeda dengan 10 tahun lalu di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indonesia terasa damai dan tenang.

“Pak SBY punya pengalaman sangat besar, 10 tahun beliau pimpin dengan tenang Republik kita, sekarang kita risau,” kata Prabowo di rumah SBY, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7).

Jumlah Masyarakat Miskin Tinggi

Prabowo Subianto juga mengkritik tingginya jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Menurutnya, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), ada sekitar 69 juta penduduk Indonesia terancam miskin.

Selain itu katanya, peringkat Indonesia mengenai indeks pembangunan manusia versi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berada di posisi bawah dibanding dengan negara lain.

“Kriteria negara berhasil atau tidak diukur oleh indeks pembangunan manusia, yang pertama harapan hidup, penghasilan nyata dan tingkat pendidikan. Tiga kriteria, Indonesia berada di nomor urut 113. sedikit di atas Palestina,” katanya, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Negara Sedang Sakit

Prabowo Subianto menyatakan Indonesia saat ini sedang sakit. Kesakitan Indonesia itu, malah dinikmati oleh segelintir elite untuk mendapat keuntungan. Menurutnya, indikasi Indonesia sedang sakit terlihat dari mengalirnya kekayaan dan aset negara ke luar negeri.

“Kekayaan kita tidak ada di Indonesia. Kekayaan kita lari terus ke luar negeri,” kata Prabowo di Rumah Juang, Kebayoran, Jakarta, Minggu (29/7).*