Dawainusa.com Bocah 10 tahun berinisial P di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban pemerkosaan.

Tak hanya itu, P juga dibunuh hingga tewas tergantung di kamar indekosnya di Kelurahan Tanjung, Kota Bima, NTB, pada Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Cinta Lama Bersemi Kembali, Polisi Tembak Istri dan Selingkuhannya

Adapun terduga pelaku pembunuhan sadis tersebut diketahui berinisial PA (37), warga asal Ruteng, Manggarai, NTT, yang diketahui tinggal di satu indekos dengan keluarga korban.

Antara terduga pelaku dengan keluarga korban selama ini dianggap cukup dekat. Sebab, mereka berasal dari satu kampung yang sama di Manggarai, NTT.

Sejumlah Fakta 

Berikut sejumlah fakta yang dihimpun dawainusa.com dari berbagai sumber:

Ditemukan sekelompok anak

Kasus berawal saat mayat P ditemukan tergantung di depan kamar indekos di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 14.30 WITA.

P menggantung dengan seutas tali yang diikat di lubang ventilasi. Sekelompok anak yang sedang bermain di lokasi tersebut langsung berteriak minta tolong setelah melihat mayat P.

“Saat itu, anak-anak tersebut melihat korban dalam keadaan tergantung di depan kamar indekosnya,” kata Kepala Subbagian Humas Polres Bima Kota, AKP Hasnun dikutip Kompas.com.

Warga kemudian berdatangan dan melaporkan kejadian itu kepada polisi. “Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi,” ujar Hasnun.

Ditinggal pergi ke pasar

P adalah anak dari pasangan M (30) dan IS (27), warga Manggarai, NTT. Ayah ibu P saat itu sedang pergi ke pasar bersama dua saudara P.

Mereka segera pulang setelah dikabari terkait kondisi anaknya. Melihat sendiri jenazah anaknya, M dan IS kaget dan histeris. Jasad P lalu dibawa ke RSUD Kota Bima untuk dilakukan visum.

Ada tanda penganiayaan hingga perkosaan

Dua hari setelah kejadian, polisi mengungkap hasil pemeriksaan tubuh korban. Diduga korban diperkosa, dianiaya lalu digantung di depan indekos.

“Terkait kejadian seorang anak yang ditemukan tewas tergantung, hasil olah TKP sementara bahwa yang bersangkutan terlihat ada unsur dibunuh dengan sengaja,” kata Kapolres Bima Kota, AKPB Haryo Tejo Wicaksono SIK, saat konferensi pers di ruang kerjanya, Sabtu (16/5/2020) malam dikutip Tribunnews.com.

Menurutnya, terdapat luka gores dan luka memar di sebagian tubuhnya. Di bagian alat kelamin korban juga terdapat tanda-tanda kekerasan dan cairan.

“Dari hasil visum memang korban mengalami luka di bagian kemaluannya. Selain itu, ada cairan di vaginannya, apakah itu merupakan cairan sperma atau cairan lain perlu cek forensik,” ujar dia.

Diduga korban melawan hingga dianiaya pelaku sampai pingsan. Setelah pingsan, korban digantung hingga meninggal dunia.

“Korban ini dilakukan pemerkosaan terlebih dahulu. Kemudian ada perlawanan sehingga terjadi penganiayaan.”

“Namun, ketika digantung, korban masih dalam keadaan hidup, cuma keadaannya sudah pingsan,” tutur dia.

Pelaku Diamankan

Polisi kemudian mengamankan PA yang diduga merupakan pelaku pembunuhan. Hubungan PA dengan keluarga korban sebenarnya cukup dekat.

Mereka juga sama-sama berasal dari Manggarai. “Yang bersangkutan baru kos di sana kurang lebih 3 bulan.”

“Hubungan antara terduga dengan orangtua korban sendiri sangat dekat. Mereka satu kampung yaitu dari Manggarai, NTT,” tutur dia

Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap PA. “Pada waktu kejadian, terduga ini ada di dalam kamar kosnya di sekitar TKP.”

“Saat ini, yang bersangkutan telah diamankan dan hingga sekarang masih dimintai keterangan,” tutur Kapolres.*