Ini 3 Jenis Obat yang Mulai Diuji WHO untuk Atasi Covid-19
Ilustrasi - ist

JAKARTA, dawainusa.com Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mengumumkan akan segera mulai menguji tiga jenis obat yang selama ini dipakai untuk mengobati penyakit lain, dalam rangka mengatasi masalah Covid-19.

Pengumuman itu disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan WHO di Jenewa pada Rabu (11/8) lalu.

Baca juga: Penularan Covid-19 Sangat Cepat, WHO Desak Perketat PPKM di Indonesia

Ghebreyesus mengatakan, pihak WHO akan segera mencari tahu dan meneliti apakah ketiga jenis obat tersebut dapat membantu pasien pengidap Covid-19. Tiga jenis obat tersebut sedang diteliti secara global.

“Hari ini, kami dengan senang hati mengumumkan fase lanjutan uji coba solidaritas yang disebut Solidarity Plus. Dalam uji coba ini, tiga obat akan dites,” kata Ghebreyesus.

3 Jenis Obat yang Diteliti WHO untuk Sembuhkan Pasien Covid-19

Lebih lanjut Ghebreyesus menjelaskan, 3 jenis obat yang sedang dites oleh WHO itu dipilih oleh panel independen berdasarkan kemungkinan mereka mampu mencegah kematian pada orang yang dirawat di rumah sakit karena gejala serius Covid-19. Ketiga obat itu ialah sebagai berikut.

Baca juga: Ini Peringatan WHO Untuk Dunia Soal Covid-19 di India

Artesunate

Artesunat, obat yang selama ini dikenal sebagai obat malaria ini diproduksi oleh Ipca dan saat ini digunakan untuk mengobati penyakit malaria.

Dalam uji coba Solidaritas, kata WHO, itu akan diberikan secara intravena selama tujuh hari, menggunakan dosis standar yang direkomendasikan untuk pengobatan malaria berat.

Imatinib

Imatinib, obat yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit kanker ini diproduksi oleh Novartis. WHO mengatakan, pasien yang berpartisipasi dalam uji coba akan menggunakan obat secara oral, sekali sehari, selama 14 hari.

Imatinib adalah inhibitor tirosin kinase molekul kecil yang diformulasikan sebagai obat kemoterapi oral. Data eksperimental dan klinis awal menunjukkan bahwa imatinib membalikkan kebocoran kapiler paru.

Infliximab

Obat yang digunakan pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh ini diproduksi oleh Johnson & Johnson. Untuk uji coba, kata WHO, itu akan diberikan secara intravena sebagai dosis tunggal, berdasarkan dosis standar yang diberikan kepada pasien dengan Penyakit Crohn dalam waktu lama.

Infliximab adalah penghambat alfa TNF, kelas biologik yang telah disetujui untuk pengobatan kondisi peradangan autoimun tertentu selama lebih dari 20 tahun.

Ghebreyesu mengatakan, WHO memiliki banyak alat untuk mencegah, menguji, mengetes dan mengobati COVID-19, termasuk oksigen, deksametason, dan penghambat IL6.

“Tetapi kami membutuhkan lebih banyak pasien dalam tahapan spektrum klinis, dari penyakit ringan hingga berat, dan kami membutuhkan pekerja kesehatan yang dilatih untuk menggunakannya dalam lingkungan yang aman,” kata Ghebreyesu.

Adapun dalam studi berkelanjutan WHO terhadap obat Covid-19 sebelumnya, mereka meneliti empat jenis obat.

Dari hasil penelitian itu, ada dua jenis obat, yakni remdesivir dan hydroxychloroquine yang ditetapkan tidak membantu pasien yang dirawat di rumah sakit karena mengidap virus corona. Penelitian WHO itu melibatkan ribuan peneliti dari ratusan rumah sakit di 52 negara.*