17 Jenazah Korban Lion Air Berhasil Diidentifikasi

17 Jenazah Korban Lion Air Berhasil Diidentifikasi

JAKARTA, dawainusa.com 17 jenazah dari total keseluruhan korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 berhasil diidentifikasi. Adapun jumlah keseluruhan korban jatuhnya pesawat Lion Air sebanyak 189 0rang. Hal itu disampikan oleh Asisten Manajer Lion Air Budi Riyanto.

“Baru 17 teridentifikasi, jadi nanti perkembangannya akan kita sampaikan. Karena kita via komunikasi terus dengan teman-teman di Halim dan tim DVI di sana,” ujar Budi di Terminal 1B di Crisis Center Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (31/10).

Menurutnya, keluarga korban yang teridentifikasi masih harus menunggu proses autopsi yang dilakukan di RS Polri, Jakarta Timur. Sebab, diperlukan waktu sekira empat hari bagi petugas yang berwenang untuk melakukan tindakan lanjut.

Baca juga: Cerita Nelayan Lihat Pesawat Lion Air Terbang Miring Saat Jatuh

“Belum bisa diambil oleh keluarga karena, mohon maaf identifikasi akan seperti itu. makan waktu empat hari dari ahli DVI,” jelas Budi.

Budi mengatakan, walau keluarga sudah mengetahui barang-barang yang sudah ditemukan merupakan milik kerabat atau keluarga namun, belum bisa dinyatakan secara sembrono.

“Kita tidak bisa menyimpulkan kalau keluarga mengenali baju dikenakan. Tapi kita tidak bisa menyimpulkan sebelum ada keilmuan bahwa benar ini atas nama ini,” papar Budi.

Ia juga menerangkan selama proses identifikasi yang memakan waktu selama empat hari, keluarga korban diberikan fasilitas penginapan. Mulai dari penginapan hingga transportasi dari daerah ke Jakarta atau pun sebaliknya.

“Tetap diberikan fasilitas. Hotel sudah kita sediakan, transportasi akomodasi sudah kita sediakan. semua pokoknya hingga makan dan minum kita cover semua,” tegas Budi.

Klaim Ganti Rugi

Sementara itu berkaitan dengan korban kecelakaan pesawat terbang, ada ganti rugi yang bisa diklaim. Dilansir dari hukumonline.com, Prof. Mieke Komar Kantaatmadja, ahli hukum udara dan angkasa dari Universitas Padjajaran, berpendapat bahwa setiap kecelakaan pesawat pihak pertama yang harus bertanggung jawab adalah maskapai penerbangan.

Mengenai ganti rugi ini diatur dalam pasal 141 ayat 1 No.1 tahun 2009 tentang penerbangan (UU Penerbangan): “Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka yang diakibatkan kejadian angkutan udara di dalam pesawat dan/atau naik turun pesawat udara.”

Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan untuk klaim ganti rugi pada korban kecelakaan pesawat:

1. Penumpang Meninggal

Penumpang pesawat yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp1,25 miliar setiap penumpang.

Sedang jika penumpang meninggal di luar pesawat (saat meninggalkan ruang tunggu bandara ke pesawat atau saat turun dari pesawat ke ruang kedatangan bandara tujuan dan/atau bandara transit), diberikan ganti rugi sebesar Rp500 juta untuk setiap penumpang.

2. Cacat Tetap

Bagi penumpang yang dinyatakan cacat tetap oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 hari kerja sejak terjadinya kecelakaan, korban diberikan ganti rugi sebesar Rp1,25 miliar untuk setiap penumpang.

Cacat tetap adalah kehilangan atau menyebabkan tidak berfungsinya salah satu anggota badan atau yang mempengaruhi aktivitas secara normal seperti hilangnya tangan, kaki, atau mata. Termasuk dalam pengertian cacat tetap adalah cacat mental.

3. Cacat Tetap Sebagain

Cacat tetap sebagian adalah kehilangan sebagian dari salah satu enggota badan, namun tidak mengurangi fungsi dari anggota badan tersebut untuk beraktvitas seperti hilangnya salah satu mata, salah satu lengan mulai dari bahu, salah satu kaki.

Berikut ini adalah yang termasuk dalam cacat tetap sebagian:

– Satu mata

Jika pada saat kecelakaan korban kehilangan satu matanya, dia akan mendapat ganti rugi Rp150 juta.

– Pendengaran

Jika pendengaran hilang karena kecelakaan, korban mendapat ganti rugi Rp150 juta.

– Ibu jari tangan kanan

Jika seseorang kehilangan ibu jari tangan kanan karena kecelakaan, dia berhak mendapat Rp125 juta (Rp62,5 juta untuk tiap satu ruas).

– Jari kelingking kanan

Jika karena kecelakaan hilang jari kelingking kanan, seseorang berhak mendapat ganti rugi Rp62,5 juta (Rp20 juta setiap ruas jari).

– Jari tengah atau jari manis kanan

Apabila karena kecelakaan hilang jari tengah atau jari manis sebelah kanan, korban berhak memperoleh ganti rugi Rp50 juta (tiap satu ruas jari Rp16,5 juta).

– Jari telunjuk kanan

Jika kecelakaan menyebabkan jari telunjuk kanan hilang, korban akan mendapat ganti rugi
Rp100 juta (Rp50 juta tiap satu ruas).

– Jari telunjuk kiri

Jika jari telunjuk kiri hilang karena kecelakaan, korban berhak mendapat ganti rugi Rp125 juta (Rp25 juta tiap ruas jari).

– Jari kelingking kiri

Jika jari kelingking hilang karena kecelakaan, korban berhak mendapat Rp35 juta (Rp11,5 juta tiap satu ruas)

– Jari tengah atau jari manis kiri

Jika kecelakaan menyebabkan jari tengah atau jari manis kiri hilang, korban berhak mendapat
ganti rugi Rp40 juta (Rp13 juta tiap satu ruas).

4. Ahli Waris

Sedang untuk ahli waris atau korban sebagai akibat kejadian kecelakaan pesawat dapat melakukan penuntutan ke pengadilan untuk mendapatkan ganti kerugian tambahan selain ganti kerugian yang telah ditetapkan. (intisari).*