15 Group Teater Akan Meriahkan Festival Teater Jakarta 2018

15 Group Teater Akan Meriahkan Festival Teater Jakarta 2018

JAKARTA, dawainusa.com Sebanyak 15 group teater akan memeriahkan Festival Teater Jakarta (FTJ) 2018 yang dimulai pekan depan. Festival itu sendiri berlangsung selama 10 hari, yakni dari tanggal 19 hingga 29 November 2018 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat.

Selama 10 hari tersebut, ada banyak acara yang akan ditampilkan. Salah satunya ialah pertunjukan 15 grup finalis teater yang dipilih dari 5 wilayah di DKI Jakarta. Pertunjukan masing-masing group teater tersebut dimulai pada 20 November sampai dengan 27 November.

Adapun 15 grup teater yang dimaksudkan itu ialah Teater Tema Gunadarma, Lab Aktor Jakarta, Teater Matahari Hujan, Teater Jannien, Sindikat Aktor Jakarta, Teater Marooned, Actor Society,Teater Lebah, Teater Petra, Teater Karakter, Teater Semut UNSADA, Sanggar Teater Jerit, Pandu Teater, Teater Nusantara, Sanggar Teater Biru, dan Teater Hijrah.

Baca juga: Teater “Tungku Haram” Syuradikara Hipnotis Masyarakat Labuan Bajo

Selain pertunjukan teater, FTJ 2018 ini juga akan diisi dengan Diskusi Pertunjukan “Cut Out” dan “Cuy” yang berlangsung pada 19 November 2018 pukul 15.00 – 17.00 WIB bertempat di Lobi Teater Kecil TIM, Diskusi Biografi Penciptaan oleh 15 Sutradara Grup Finalis Teater pada 23, 25, 27 November 2018 pukul 16.00-18.00 WIB di lokasi yang sama.

Pertunjukan Marooned

Pertunjukan Marooned – ist

Kegiatan lain adalah diskusi publik yang berlangsung pada 21 November 2018 pukul 16.00-18.00 WIB. Tema yang diangkat dalam diskusi publik tersebut adalah “Generasi Z dan Untuk Siapa Regenerasi”?

Diskusi publik ini akan dihadiri oleh tiga narasumber, yakni Agustina Kusuma Dewi yang akan membawa materi tentang Prilaku Warga Digital dalam Media Sosial.

Kemudian Dosen Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Dr. A. Setyo Wibowo yang akan membawakan materi tentang Sofisme dan Media Sosial, dan Zen Rahmat Sugiarto dari Tirto.id yang akan membawa materi Di sekitar bagaimana generasi Z dimitoskan.

Ajang untuk Memproduksikan Gagasan Baru

Stering Commite (SC) dari FTJ, Adinda Lutvhianti dalam keterangannya kepada Dawainusa pada Jumat (9/11) mengatakan, baik festival maupun diskusi menyongsong FTJ diharapkan bisa menjadi ajang untuk memproduksi gagasan baru dan terciptanya regenerasi.

“Berharap para kreator atau insan teater bisa mengurai hal-hal penciptaan, juga menjadikan pengetahuan sebagai pijakan kreatif,” kata Adinda.

Sebagai seni drama yang menampilkan prilaku manusia dengan gerak, Adinda berharap penciptaan pengetahuan dan wacana baru mesti diupayakan sedemikian rupa dengan berbagai media termasuk lewat pementasan seni yang menonjolkan sisi kreativitas.

Baca juga: Kemeriahan Festival Kopacol dan Harapan Dibaliknya

Dari seluruh rangkain acara menyonsong FTJ, pada 28 November 2018 pukul 16.00-18.00 akan diadakan evaluasi juri bertempat di Lobi Teater Jakarta.

Kemudian akan ada Pameran Lorong Waktu Gen Z yang dimulai pada 19 sampai 27 November 2018 pukul 10.00-23.00 WIB di Plaza Teater Kecil, Warung FTJ yang dibuka mulai 19-27 November 2018 pukul 10.00-23.00 WIB di Plaza Teater Kecil, kemudian acara Penutupan dan Malam Anugerah Pemenang FTJ 2018.

Pertunjukan Teater Lebah

Pertunjukan Teater Lebah – ist

Dalam acara penutupan ini akan ada pertunjukan tentang “Cuy, gimana buat nolong elu pindah dari zaman bb ke zaman z?” yang disutradarai oleh Yola Yulfianti. Acara penutupan ini akan diadakan di Teater Jakarta pukul 19.00-23.00 WIB.

Adapun, tujuan utama dari FTJ 2018 ini diadakan ialah untuk meregenerasi aktifisme teater di Jakarta. Hal penting lainnya yang juga ingin dicapai dari diselenggaranya FTJ ini ialah untuk mendistribusikan pengetahuan maupun pencapaian estetika kepada publik. Dengan demikian, terciptalah suatu publik yang memiliki kepedulian dan minat terhadap dunia teater.

Tentang Festival Teater Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta

Festival Teater Jakarta (FTJ) merupakan lembaga lomba untuk komunitas-komunitas teater yang berasal dari kalangan generasi muda di Jakarta. Festival ini dilakukan setiap tahun, yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta, dengan dukungan utama dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta.

Festival Teater Jakarta 2018

Festival Teater Jakarta 2018 – ist

Adapun pada tahun 2018 ini, FTJ tersebut akan memasuki usia yang ke-46 tahun. Festival ini pertama kali dibentuk pada tahun 1973 dan digagas oleh Wahyu Sihombing dengan nama awal, yakni Festival Teater Remaja.

Sementara Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat seniman dan dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada tanggal 7 Juni 1968.

Baca juga: Festival Komodo Diharapkan Mendongkrak Kunjungan Wisatawan

Tugas dan fungsi DKJ adalah sebagai mitra kerja Gubernur Kepala Daerah Propinsi DKI Jakarta untuk merumuskan kebijakan guna mendukung kegiatan dan pengembangan kehidupan kesenian di wilayah Propinsi DKI Jakarta.

Anggota Dewan Kesenian Jakarta diangkat oleh Akademi Jakarta (AJ) dan dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Pemilihan anggota DKJ dilakukan secara terbuka, melalui tim pemilihan yang terdiri dari beberapa ahli dan pengamat seni yang dibentuk oleh AJ.

Gen Z

Gen Z – ist

Nama-nama calon diajukan dari berbagai kalangan masyarakat maupun kelompok seni. Masa kepengurusan DKJ adalah tiga tahun. Kebijakan pengembangan kesenian tercermin dalam bentuk program tahunan yang diajukan dengan menitikberatkan pada skala prioritas masing-masing komite.

Anggota DKJ berjumlah 25 orang, terdiri dari para seniman, budayawan dan pemikir seni, yang terbagi dalam 6 komite: Komite Film, komite musik, Komite sastra, komite seni rupa, komite tari dan komite teater.*

COMMENTS