1000 Lilin di Ruteng untuk Empat Bulan Kasus Penembakan Fredy Taruk

1000 Lilin di Ruteng untuk Empat Bulan Kasus Penembakan Fredy Taruk

Kasus penembakan misterius dengan korban Fredy Taruk, warga Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai hampir empat bulan berlalu. (Foto: Korban penembakan Fredy Taruk - ist)

RUTENG, dawainusa.com Kasus penembakan misterius dengan korban Fredy Taruk, warga Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai hampir empat bulan berlalu.

Pengusutan terhadap kasus Fredy yang ditembak oleh orang tak dikenal pada akhir maret 2018 lalu itu, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan.

Peduli dengan kasus yang menimpa Fredy dan keluarga, ribuan mahasiswa dan pemuda lintas Agama di Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai akan melakukan aksi seribu lilin pada Jumat (27/07) mendatang.

Baca juga: Fredy Telah Pergi, Pelaku Penembakan Masih Misterius

Adapun kelompok mahasiswa yang akan menggelar aksi solidaritas ini di antaranya, PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus, GMNI Cabang Manggarai, LMND Manggarai, SEMA STKIP Ruteng, BEM STIPAS St. Sirilus, dan SEMA STIE KARYA Ruteng.

Selain kelompok Mahasiswa, dalam aksi ini akan hadir juga siswa SMA/SMK se-Kota Ruteng, OMK Paroki Karot, Pemuda GMIT. Aliansi mahasiswa dan Pemuda yang sebagian besar berbasis di Ruteng ini menamakan diri Forum Pemuda Peduli Kemanusiaan (FPPK).

Aksi Sribu Lilin untuk kematian Fredy Taruk

FPPK akan Gelar Aksi Seribu Lilin (Foto: ist)

Kasus Penembakan Fredy Luput Perhatian Publik

Ditemui di sela-sela FPPK di Margasiswa PMKRI Ruteng, Ketua PMKRI Ruteng, Servas Jemorang, mengatakan aksi ini merupakan bentuk komitmen bersama dari semua elemen sekaligus upaya mengembalikan perhatian publik atas kasus ini.

“Aksi ini sebagai bentuk komitmen dari semua elemen untuk mengawal dan mengembalikan perhatian publik terhadap kasus ini. Karena selama ini kasusnya hilang dari perhatian publik,” kata Jemorang kepada Dawainusa, Rabu (25/07).

Senada dengan itu, Ketua GMNI Manggarai, Martinus Abar, mengatakan bahwa aksi ini sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap masalah kemanusian yang terjadi di Manggarai.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami (pemuda) terhadap persoalan kemanusian yang menimpa masyarakat Manggarai, khususnya keluarga korban,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta (FPPK), Irsan Lagur mengatakan, aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap keluarga, sekaligus membuktikan bahwa keluarga tidak sendiri.

“Ini merupakan dukungan kita terhadap keluarga, yang menunjukan bahwa mereka tidak sendiri dalam mengalami kesedihan atas kepergian Fredy,” ujar Irsan.

Irsan menilai, kasus ini berpotensi ditenggelamkan jika tidak ada perhatian dari semua elemen. Semua elemen yang bergabung dalam aksi ini berkomitmen untuk mengawal kasus ini sampai tuntas.

Dalam aksi ini juga akan diisi berbagai acara seperti: penyalaan lilin, pembacaan puisi, orasi, dan doa bersama.

Diapresiasi Pihak Keluarga

Sementara itu, Yos Syukur, keluarga korban Fredy Taruk saat dikonfirmasi Dawainusa mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi aksi yang akan digelar kelompok mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam FPPK tersebut

“Kami sangat apresiasi sikap Mahasiswa dan Pemuda di Manggarai yang ikut bersimpati dengan kasus penembakan yang menewaskan Almarhum adik kami Fredinandus Taruk yang hingga saat ini pelakunya belum tertangkap,” kata Syukur.

Baca juga: Polisi Bocorkan Jenis Proyektil di Kepala Fredy Taruk

Syukur juga mengaku, pihak keluarga sampai saat ini mendukung semua langkah yang ditempuh pihak kepolisian dari Polres Manggarai. Dia berharap, dengan aksi dari elemen mahasiswa dan pemuda ini dapat mempercepat penyelesaian kasus ini.

“Apa yang di buat teman-teman FPPK sekiranya membuka hati Polres Manggarai untuk segera menangkap pelaku penembakan Fredy. Kami percaya Polres Manggarai telah bekerja keras dan telah mengantongi identitas pelaku,” ujarnya.* (Elvys Yunani)