Intip 10 Tempat Wisata Populer di Nagekeo, Flores, NTT

Intip 10 Tempat Wisata Populer di Nagekeo, Flores, NTT

Nagekeo adalah salah satu kabupaten dalam wilayah administratif provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki keindahan wisata alam dan budaya yang menakjubkan. (Foto: Pantai Marapokot - IG @ceritadestinasi).

TRAVEL-MBAY, dawainusa.com Saat wisatawan berwisata ke Pulau Flores, tempat wisata yang ramai dikunjungi selalu didominasi oleh Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat, Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung di Ngada, dan Taman Nasional Kelimutu di Ende. Belum begitu banyak wisatawan yang mengetahui keindahan wisata alam, budaya dan sejarah yang ada di Kabupaten Nagekeo.

Hal itu bukan berarti Kabupaten Nagekeo tidak memiliki obyek wisata menarik, tetapi semata karena kurangnya promosi dan informasi seputar destinasi wisata unggulan di wilayah ini.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Sebaiknya Anda Ketahui di Kabupaten Ngada

Bagi Anda yang belum mengetahui, Kabupaten Nagekeo adalah salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah administratif provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya terletak di Pulau Flores.

Bagian utara berbatasan dengan laut Flores, bagian selatan berbatasan dengan laut Sawu, bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Ende, dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Ngada.

Nah…kali ini dawainusa.com memberikan informasi sekaligus rekomendasi 10 tempat wisata menarik dan populer yang terdapat di Kabupaten ini kepada Anda sekalian.

Kampung adat Tutubhada (Kampung Tua Nagekeo)

Kampung adat Tutubhada terdapat di Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa Selatan. Kampung adat ini merupakan situs kampung tua di Kabupaten Nagekeo dan hanya berjarak sekitar 15 km dari ibu kota Mbay.

Keunikan dari kampung adat ini adalah benda cagar budaya dan ritual-ritual adat  yang masih terpelihara dengan baik sampai sekarang.

Kampung Adat Tutubhada – IG @meyra_adidhia

Para wisatawan biasanya dapat langsung menelusuri kampung yang didalamnya terdapat rumah-rumah adat dengan benda-benda cagar budaya yang masih asli peninggalan nenek moyang masyarakat kampung Tutubhada.

Di sana anda akan menemukan peninggalan-peninggalan benda cagar budaya serta berkesempatan melihat atraksi budaya, seperti Tinju Adat (Etu), Potong Kerbau (Para Bhada), Sunat (Tau Nuwa), dan atraksi budaya lainnya.

Untuk mencapai kampung adat Tutubhada anda dapat menempuh perjalanan dengan menggunakan jasa ojek atau mobil yang disewakan.

Pantai Marapokot

Sudah bukan rahasia lagi kalau pantai di Pulau Flores terkenal indah dan masih alami. Salah satunya adalah Pantai Marapokot di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Pantai ini terletak di Desa Marapokot Kecamatan Aesesa.

Pantai Marapokot merupakan pelabuhan utama bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di Pulau Pasir Putih Rii Taa.

Pantai Marapokot – IG @ceritadestinasi

Aktivitas wisata yang dapat dilakukan di pantai ini adalah snorkeling, renang dan menikmati pemandangan alam khususnya sunrise dan sunset.

Pantai ini berjarak sekitar 10 km dari kota Mbay. Biasanya pantai ini ramai dikunjungi ketika hari sabtu dan minggu. Sebagai bagian dari wilayah pantai utara Flores, pantai ini tergolong tenang. Namun, anda tetap diingatkan untuk tetap berhati-hati.

Pulau Pasir Rii Taa

Belum begitu banyak wisatawan yang mengetahui keindahan Pulau Pasir Rii Taa, pulau berpantai pasir putih bercampur pink di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Bukan hanya di Pantai Pink di Taman Nasional Komodo Anda bisa menyaksikan keindahan pantai berpasir pink. Tetapi Anda juga dapat menemukannya di Pantai Rii Taa.

Meskipun warna pink-nya tidak terlihat begitu jelas karena bercampur dengan pasir putih, namun pantai ini sudah cukup terkenal di kalangan pencinta pantai.

Pulau Rii Taa – Florestourism.com

Selain itu, keunikan Pulau Rii Taa terlihat dari panorama pulau yang hanya dipenuhi hamparan pasir putih. Bahkan Pulau Pasir Putih Rii Taa berada di tengah laut.

Lokasi pulau ini lumayan jauh dari kota Mbay. Dengan  perahu milik para nelayan, ke pulau ini bisa Anda tempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam dari Pelabuhan Maropokot.

Biaya yang perlu Anda keluarkan adalah sebesar Rp200 ribu untuk pulang pergi menggunakan perahu nelayan tersebut. Untuk menghemat biaya, Anda bisa menuju ke Pulau Rii Taa ramai-ramai.

Air Terjun Ngaba Tata

Ngaba Tata merupakan sebuah kawasan air terjun di Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.  Air terjun ini berada sekitar 22 km dari kota Mbay, tapatnya Kampung Jawa Tiwa, di Desa Rendu Butowe.

Kawasan air terjun tersebut berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga . Dari tempat ini kita dapat melihat kawasan air terjun Ngaba Tata dibalik jurang yang terjal.

Air Terjun Ngaba Tata – Nagephotoclub.blogspot.co.id

Ketinggian air terjun ini bisa mencapai 80 meter lebih. Dasarnya membentuk sebuah kolam dengan ukuran sekitar 40 meter  persegi.

Menurut keterangan warga kampung, ada sebuah batu besar di puncak air terjun berbentuk bulat panjang seperti atap. Cerita mengenai batu inilah yang membentuk nama ‘Ngaba Tata’. Dalam bahasa setempat, Ngaba adalah jurang atau tebing,  sedangkan Tata memiliki arti atap yang di puncak.

Pantai Ena Gera

Pantai Ena Gera berada di Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. pantai ini adalah salah satu lokasi wisata yang mulai digalakan oleh pemerintah Nagekeo menjadi obyek wisata unggulan. Pasir putih yang bersih membuat wisatawan ingin berlama-lama di pantai selatan Flores itu.

Untuk menuju Pantai Ena Gera, anda membutuhkan waktu 2 jam mengunakan kendaraan roda dua apabila berangkat dari Kota Ende.

Di sini anda dapat menikmati kuliner masyarakat, seperti daging gurita, jagung bakar, dan pisang bakar yang dijual dengan harga terjangkau.

Pantai Ena Gera – Nagephotoclub.blogspot.co.id

Tempat ini tergolong unik dibandingkan dengan pantai lainnya di wilayah selatan Kabupaten Nagekeo. Dianggap unik karena dari beberapa pantai yang berada di Kecamatan Mauponggo, hanya pantai ini yang memiliki pasir, sisianya berbatu.

Menurut cerita warga sekitar, konon ada seorang pemilik tanah yang bernama Gera terjebak dalam gua kelelawar. Gera kemudian berhasil keluar dari dalam gua dibantu oleh seekor kutu yang membuat terowongan keluar.

Nama ‘Gera’ kemudian digunakan sebagai nama lokasi wisata ini, sedangkan nama ‘Ena’ adalah bahasa daerah masyarakat setempat untuk menyebut pantai, sehingga Ena Gera sama dengan pantai Pantai Gera.

Bagaimana menurut anda? Menarik bukan?

Pantai Nangateke

Pantai Nangateke terletak di bagian timur dari kota Mbay, tepatnya di Desa Anakoli, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Pantai ini berada dipinggir jalan negara trans-flores bagian Timur.

Selama ini, Pantai Nangateke banyak dikunjungi warga masyarakat kota Mbay dan sejumlah warga lainnya di pulau Flores. Biasanya pada hari minggu dan hari libur umum pantai ini akan ramai oleh wisatawan.

Pantai Nangateke – Admpemb.nagekeokab.go.id

Anda bisa menikmati ombak laut yang tenang atau berkeliling menggunakan perahu bersama warga yang lain. Anda juga bisa menikmati kuliner yang disediakan warga setempat dengan harga yang terjangkau.

Akses ke tempat ini sangat mudah. Dari kota Mbay, anda hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Baca juga: Ini 10 Tempat Wisata Menarik Saat Berlibur di Ende-Flores

Situs Peninggalan PD II Jepang

Situs Peninggalan Perang Dunia II Jepang Okisato terletak di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Menurut data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nagekeo, ada 33 gua peninggalan kolonial Jepang yang tersebar di wilayah adat Lape ini.

 

Situs Peninggalan PD II Jepang – Eransasia.blogspot.co.id

Meski demikian, tidak semua gua mudah diakses. Lokasi gua-gua yang terletak tersembunyi di balik perbukitan menyulitkan wisatawan untuk dapat mengunjungi situs peninggalan sejarah tersebut.

Saat mengunjungi tempat wisata ini, Anda disarankan untuk mengikuti arahan pemandu lokal. Anda juga disarankan untuk menghindari beberapa tanaman dan ilalang berduri yang cukup banyak di sepanjang perjalanan. Selamat bertualang!

Kampung Adat Wajo

Kampung Adat Wajo berada di Desa Wajo, Kecamatan Keo-Tengah, Kabupaten Nagekeo. Kampung adat ini merupakan kampung adat yang masih mempertahankan musik tradisionalnya, yaitu musik Ndoto. Bahkan, kampung Wajo sudah ditetapkan sebagai kampung wisata karena kekhasan musik Ndotonya.

Keunikan dari kampung adat ini adalah pola kampung yang berbentuk lingkaran (Pondo) atau periuk yang memiliki makna persatuan yang kuat. Karakter dan keunikannya itu menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata yang eksotis.

Kampung Adat Wajo – Packagetourflores.co.id

Dalam pola perkampungan adat Wajo ini terdapat ketentuan-ketentuan khusus, misalnya arah jalan masuk, baik dalam keseharian maupun ritual adat, yakni harus melalui tangi Kodi, sebagai pintu masuk semua rangkaian kegiatan adat.

Hal ini membuktikan bahwa kehidupan Mistis-Magis Masyarakat adat Wajo masih utuh dan terjaga hingga saat ini. Menarik bukan?

Kampung Adat Boawae

Kampung Boawae terletak di Kelurahan Natanage, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Kampung adat ini merupakan situs budaya yang di dalamnya terdapat benda cagar budaya seperti rumah adat, Sa’o Meze, Peo, dan makam Raja Boawae.

Di pintu masuk kampung dapat dijumpai ‘Heda’ (museum lokal) sebagai tempat menyimpan benda-benda purbakala dan ‘Ja Heda’ sebagai simbol kekuatan yang menyerupai seekor Kuda. Sedangkan, di tengah kampung Anda dapat melihat ‘Peo’ yang merupakan lambang persatuan masyarakat.

Kampung Adat Boawae – Wisata.nttprov.go.id

Setiap tahun ratusan orang datang berkumpul di kampung adat Boawae untuk menyaksikan pergelaran tinju adat. Selain sebagai salah satu ritual adat tahunan dan ‘warisan pusaka’ masyarakat, pergelaran ini juga merupakan kesempatan untuk mempertemukan dua warga dari dua kabupaten yang berbeda, yakni Kabupaten Ngada dan Kabupaten Negekeo.

Dengan menyaksikan secara langsung ritual adat tersebut, Anda akan semakin penasaran untuk terus mengetahui sejarah yang berhubungan dengan masyarakat dan kampung Boawae.

Akses menuju ke tempat ini sangatlah mudah. Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari kota Mbay.

Situs Prasejarah Stegedon Olabula

Situs prasejarah ini terletak di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Untuk menuju tempat ini, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Mbay.

Dari pusat ibu kota kecamatan Boawae sendiri, kita harus menempuh perjalanan sejauh 5 km, untuk mencapai lokasi situs tersebut.

Situs Prasejarah Stegedon Olabula – Nttprov.go.id

 

Situs ini merupakan sebuah lokasi pegunungan yang membentuk hamparan gunung-gunung seperti patahan tanah.

Selain itu, Anda tidak hanya menemukan lokasi penggalian binatang purba, tetapi di puncak gunung tempat penggalian juga terdapat benteng kuno dan perkampungan, Kampung Ola Bula.

Menurut data Pemerintah Kabupaten Nagekeo, lokasi ini merupakan tempat ditemukannya fosil-fosil binatang purba diantaranya gajah, komodo, buaya dan kura-kura. Lokasi ini sudah dieksplorasi oleh arkeolog-arkeolog dunia.

Demikian 10 tempat wisata populer di Nagekeo-NTT. Kekayaan pariwisata Kabupaten Nagekeo masih sangat asli dan membutuhkan promosi secara terus menerus ke tingkat internasional, Asia, dan Nusantara. Selamat bertualang!*

COMMENTS