Dawainusa.com Sebanyak sepuluh orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di Kupang, Senin (01/06/2020).

Sepuluh PMI ini tiba dari Jakarta menggunakan pesawat Lion Air sekitar pukul 10.05 Wita.

Setelah tiba di Bandara El Tari Kupang, satu PMI asal Kabupaten Kupang langsung diserahkan kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kupang.

Baca juga: Ini 14 Kabupaten/Kota di NTT yang Diizinkan Beraktivitas Normal

Sementara lainnya dibawa ke Kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT, Siwa, mengatakan 10 PMI yang tiba pada hari ini terdiri dari 8 PMI yang bekerja di Malaysia dan 2 yang bekerja di Qatar.

Mereka terdiri dari 4 PMI asal Kabupaten Belu, 2 PMI Asal Kabupaten Ende, 1 PMI asal Kabupaten Kupang, 1 PMI asal Kabupaten TImor Tengah Selatan dan pasangan PMI asal Kabupaten Sumba Barat beserta satu anak mereka.

Siwa mengatakan, pemulangan 10 pekerja migran itu karena beragam alasannya.

“Ada yang berhubungan dengan hak, ada yang ilegal dan ada yang masa kerjanya selesai,” ujarnya kepada wartawan di Kantor BP3TKI NTT.

Kepulangan Pekerja Migran Dikoordinasi dengan Provinsi NTT

Menurutnya, selain untuk pekerja migran asal Kabupaten Kupang yang langsung diserahkan kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten di Bandara El Tari saat tiba, proses kepulangan PMI lainnya telah dikoordinasikan dengan Nakertrans Provinsi NTT

Usai pengecekan kembali dokumen di Kantor BP3TKI NTT, 4 PMI asal kabupaten Belu dan 1 PMI asal TTS diantar oleh tim BP3TKI.

Siwa menuturkan, Pihak BP3TKI telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas daerah untuk mengikuti prosedur sesuai protokol Kesehatan lebih lanjut.

Setelah tiba di daerah masing masing kata dia, mereka akan dikarantina secara mandiri. “Harus 14 hari, akan dilaksanakan karantina di daerah,” ujarnya

Untuk PMI asal Sumba Barat dan Ende lanjut dia, akan diberangkatkan pada tanggal 4 Juni 2020.

Kata dia, meski telah mengantongi surat tanda bebas Covid-19 namun masa berlaku surat tersebut selesai pada hari ini.

“Rapid tes mereka berlaku hanya sampai hari ini. Mereka harus melakukan rapid tes baru untuk penerbangan karena izin rapid tes hanya berlaku hingga hari ini,” katanya.

Baca juga: Dua Pasien Covid-19 di Kupang, NTT Masih Berusia Anak-anak

Masyarakat dapat Menerima Para Pekerja Migran

Ia mengimbau masyarakat agar dapat menerima para pekerja migran yang baru tiba karena mereka telah melalui prosedur dan tahapan pemeriksaan Covid-19 secara lengkap.

“Harapan kami bahwa masyarakat umum jangan melihat mereka sebagai orang yang aneh karena dari zona merah supaya mereka dikucilkan. Tetapi mereka sudah melaksanakan semua standar protokol kesehatan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere mengatakan, kalau dari 10 orang PMI asal NTT itu tidak menunjukan gejala mereka harus menunjukan alamat lengkap.

“Alamat lengkap, nomor telpon agar teman-teman bisa memantau untuk bisa melakukan pemantauan, ” ujarnya kepada wartawan, Senin Sore

Kemudian kata dia, apabila nanti frekuensinya semakin tinggi, maka akan dilakukan isolasi terpusat.

“Untuk kita pantau beberapa hari sambil menanyakan dari mana mereka berasal, dari mana, misalnya daerah terpapar dari mana, kondisi kesehatannya seperti apa. Kita akan koordinasikan itu dengan teman-teman dari KKP, “ujarnya

“Kita sudah siapkan RS penyanggah di Rumah Sakit pratama Undana, RS Jiwa di Naimata. Jadi, sudah disiapkan itu ditingkat provinsi. Tapi kalau tingkat kabupaten sesuai dengan kabupatennya masing-masing,” tambahnya.*